dalam menyemarakkan tahun baru islam untuk santri I’dadiyah ini mungkin terbilang agak molor karena banyak factor tentunya. sehingga baru bisa direalisasikan pada tanggal 18 muharrom 1440 h atau tepat pada tanggal 28 september 2018 meskipun telah di rencanakan dari jauh-jauh hari oleh panitia.
“Kami ingin melihat bakat santri I’dadiyah, kami yakin bahwa santri I’dadiyah memiliki bakat multy talenta. Tapi satu kalian butuh berproses panjang untuk memaksimalkannya”. Tutur ketua al-miftah lil ulum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.
Selain itu sangat dihimbau oleh penanggung jawab i’dadiyah, Ust. Sholeh. Beliau menyampaikan agar festival lomba ini tidak hanya dijadikan hiburan belaka. Tapi sebaiknya dijadikakn sebagai pendorong untuk memancing kecintaan kita terhadap pendidikan madrosiyah dengan belajar mendalami kitab kuning .
Dengan mendalami kitab kuning, lanjutnya. Karena semua hukum dalalm islam yang bersumber darial-qur’an, hadist dan diperjelas oleh para sahaba nabit dan ulama dalam karangannya yang semuanya berafiliasi dalam bahasa arab.
Reporter : Dhoifur Rohman






