Di tahap keempat ini, hanya mengkisahkan penangkapan tentara Jepang kepada KH. Hasyim As’ari yang menyebabkan para masyarakat NU marah besar kepada jepang.

Di tahap penghujung atau tahap kelima , mengkisahkan sebuah pertempuran sangat besar antara masyarakat NU dan Jepang. Rosi sebagai komandon Jepang harus mengeluarkan segala kemampuannya demi mengalahakan masyarakat Nu. Namun naas, dalam teater tersebut komandan Jepang harus terbunuh dengan leher terpotong oleh masyarakat NU menggunakan clurit, membuat para prajurit tentara Jepang koncar-kancir meninggalkan bumi pertiwi.
Setelah pemeranan teater berdirinya jamiyah nahdlatul ulama selesai, seluruh pemeran foto bersama RKH. Fakhrillah Aschal selaku sutradara teater Berdirinya Jamiyah Nahdlatul Ulama tersebut.
Kemudian RKH. Fakhrillah Aschal memberikan sebuah aprisiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh pemeran teater Berdirinya Jamiyah Nahdlatul Ulama karna telah bersedia memperagakan drama tersebut “sekelangkong”.red Madura.
==================
Reporter : Harun Al Rasyid
Editor : Shoim Karim








