إِلٰهِيْ لَسْـتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً * وَلاَ أَقْوَى عَلَى نَارِ الْجَـحِيْمِ

فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْـفِرْ ذُنُـوْبِيْ * فَإِنَّكَ غَافِـرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ

Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka.
Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar

Diberbagai kamus bahasa Arab Syithraji (الشطرنج) di artikan sebagai permanin catur, namun az-Zarqani al-Maliki (w. 1710 M/1122 H) seorang pakar hadits, fikih, usul fikih, tasawwu, annotator dan komentator ulung madzhab Maliki dalam kitabnya Abhaju al-Masalik syarah Muwaththa’ Imam Malik mengatakan: Syithraji (الشطرنج) secara bahasa memiliki empat arti salah satu menurut Ibnu Malik al-Adalusi adalah setiap permainan yang memiliki garis-garis (vertikal atau horizantal) yang terjalin tanpa terputus

Saat kecil dulu kita sering mendengar cerita bahwa para malaikat akan membentangkan sayap-sayapnya untuk para penuntut ilmu dan dan ikan-ikan di laut selalu mendoakan para alim ulama. Sepintas adagium ini bagi sebagian orang tidak rasional dan dianggap mitos belaka namun tidaklah fair bila kita memvonis sesuatu tanpa menanyakan terlebih dahulu pada ahlinya atau mengkajianya hal tersebut melalaui literatur para pakar. Maka dari itu simak ulasan berikut

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.