Dalam beberapa kitab karya para ulama, kita sering menemukan kata “Fawaid” atau “Faidah”. Lalu apa yang dimaksud kata “Fawaid” atau “Faidah” tersebut?
Syaikhu al-Islam al-Qadhiy Zakariya bin Muhammad al-Anshoriy (w. 926 h) dalam pengantar kitab Tuhfatu ath-Thullab Syarhu Matan Tahrir Tanqihu al-Lubbab mengatakan:
فوائد جمع فائدة، وهي كل مصلحة تترتب على فعل، فهي من حيث أنها نتيجة له تسمى فائدة ومن حيث أنها طرف له تسمى غاية، ومن حيث مطلوبة للفاعل بإقدامه على الفعل تسمى غرضاً، ومن حيث أنها باعثة له بذلك تسمى علة غائبة
“Fawaid adalah kata jamak (plural) dari kata tunggal (partikuler) faidah. Kata faidah (secara umum) bisa diartikan: Segala kemaslahatan yang timbul dari suatu perbuat, lantas jika ia ditinjau dari segi sebagai kesimpulan bagi sebuah perbuatan, maka disebut Faidah dan ditinjau dari segi ia sebagai titik akhir dari sesuatu perbuatan, maka disebut Ghayah (batas akhir). Sedangkan jika ditinjau ia sebagai sesuatu yang diharapkan bagi orang yang berkerja sebelum mengerjakan sesuatu, maka disebut Ghardhu (tujuan) dan ditinjau dari segi ia sebagai suatu pendorong bagi sebuah baginya, maka disebut ‘illatun Ghibah (alasan yang tidak tampak. Wallahu A’lamu
Penulis: Abdul Adzim
Referensi:
✍️ Syaikhu al-Islam al-Qadhiy Zakariya bin Muhammad al-Anshoriy| Tuhfatu ath-Thullab Syarhu Matan Tahrir Tanqihu al-Lubbab| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 6.







