Ribuan Santri dan Warga Ikuti Kirab & Lalaran Alfiyah Menuju Maqbaroh Syaichona Moh Cholil

oleh -153 Dilihat

Bangkalan, Kamis, 20 November 2025 – Dzurriyah Syaichona Moh. Cholil selenggarakan acara Nyalase Aghung Asta Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, sebagai wujud syukur atas dianugerahkannya Syaichona Moh. Cholil sebagai Pahlawan Nasional dalam bidang Perjuangan Pendidikan Islam

‎Acara yang dimulai pukul 14.30 WIB ini diikuti oleh ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Bangkalan, para siswa, dan masyarakat yang berjejer di sepanjang jalan menuju maqbarah Syaichona Moh Cholil. Rombongan Forkopimda pertama-tama berkumpul di Pendopo Bupati Bangkalan, kemudian bergeser ke Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil untuk meresmikan kirab nyalase agung astah beliau di Martajesah. Sepanjang perjalanan kirab, dilantunkan nadhom Al-Fiyah yang merupakan favorit beliau.

Dokumentasi para santri saat lalaran Nadzom Alfiyah menuju maqbaroh Syaichona Moh Cholil

‎Sesampainya di maqbaroh Syaichona Moh Cholil, acara dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil bersama dan syarafal anam. Setelah itu shalat Isya’ berjamaah, dan dilanjutkan dengan acara seremonial dengan rangkaian acara berikut:

  1. ‎Pembukaan yang dipimpin oleh KH. Faisol Anwar
  2. ‎Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hubbul Wathon
  3. ‎Sambutan yang disampaikan oleh KH. Makki Nasir, mewakili Dzurriyah Syaichona Moh. Cholil
  4. ‎Sambutan Bupati Bangkalan, Bapak Lukman Hakim, S.IP., M.H.
  5. Pemberian penghargaan kepada tim yang berkontribusi dalam proses pengusulan gelar pahlawan nasional
  6. Presentasi historis dokumentasi kepahlawanan Syaikhona Moh Choli oleh KH. Ismail Al-Kholilie dan KH. Ismail Al-Ascholy
  7. Penutup dipimpin oleh KH. Abdul Hamid Kholili, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muntaha Al-Kholili Jangkebuan Bangkalan
Dokumentasi KH. Makki Nasir saat menyampaikan pidatonya

‎Dalam sambutannya, KH. Makki Nasir menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Pemda Bangkalan, Pemerintah Jawa Timur, dan Kementerian Sosial yang telah membantu proses pengangkatan Syaichona Moh. Cholil sebagai Pahlawan Nasional

‎Beliau menegaskan bahwa “Pengusulan ini bukan untuk mencari gelar, melainkan untuk menggali dan memperdalam warisan serta pemikiran beliau yang mampu berkomunikasi dengan semua elemen masyarakat, termasuk non-Muslim. Pergerakan yang didominasi generasi kelima dan keenam kerabatnya terus berupaya memperkaya penemuan tentang beliau,” tegasnya

“Sampai saat ini, foto beliau belum ditemukan. Foto yang beredar bukanlah foto Syaichona Moh. Cholil al-Bangkalani, namanya sama tapi orangnya berbeda. Tidak salah penjualnya, karena di situ ditulis ‘Kiyai Kholil Bangkalan’ yang memang berasal dari Bangkalan, tapi bukan Syaichona Moh. Cholil bin Abdul Latif. Maka, untuk memenuhi syarat administratif, agar proses administratif ini benar-benar otentik, dalam hal ini kami memakai karya Mas Nunut untuk mensketsakan Syaikhona Moh Cholil. Karena menurut sesepuh, beliau itu mirip Kiyai Holil AG, dan ada yang mengatakan mirip putrinya, Nyai Asma,” imbuhnya

Dokumentasi Bapak Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, S.IP., M.H. saat Menyampaiakn Pidato

‎Sementara itu, Bapak Lukman Hakim selaku Bupati Bangkalan juga menyampaikan bahwa gelar Pahlawan Nasional merupakan hal yang memang harus didapat oleh beliau. sudah kita ketahui bahwa banyak santri beliau yang telah menjadi Pahlawan Nasional, dan itu merupakan hasil inspirasi dari gurunya, yakni Syaikhona Moh. Cholil”. Tuturnya

‎Beliau menambahkan sambutannya bahwa “melalui momentum ini, kami sampaikan kepada masyarakat Bangkalan bahwa penganugerahan Pahlawan Nasional selain menjadi kebanggaan masyarakat Bangkalan, juga menimbulkan konsekuensi moral bagi Pemerintah Kabupaten Bangkalan terutama kepada santri bagaimana nantinya setelah penganugerahan ini, kita bisa menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran dan perilaku beliau di tanah Bangkalan kita.”Pungkasnya

Reporter: Abdussalam

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.