Malam Penuh Berkah: Tausiyah Keutamaan Sholawat oleh Ning Fauzia Fauzi Mustajab

oleh -1,456 views

Malam Senin, 24 Agustus 2025, Musholla PP. Putri Syaichona Moh. Cholil menjadi saksi bisu sebuah acara yang penuh berkah dan inspirasi. Majelis Keluarga PP. Syaichona Moh Cholil mengadakan acara Cocoghen (menyambut bulan kelahiran Rasulullah Saw) yang dimeriahkan dengan pembacaan sholawat dan tausiyah yang disampaikan oleh Ning Fauzia Fauzi Mustaja.

Dalam tausiyahnya, Neng Fauzia (sapaan akrabnya) menyebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan sholawat. Beliau bersabda bahwa ketika beliau naik mimbar dan setiap naik tangga, beliau berkata “Amin”. Ketika ditanya oleh para sahabat, beliau menjawab bahwa malaikat Jibril telah berdoa dengan beberapa kalimat, antara lain:

  1. Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadan namun dosanya tidak diampuni.
  2. Celaka bagi seorang hamba yang masih mempunyai kedua orang tua atau salah satunya, tapi tidak dapat membawanya ke surga.
  3. Celaka bagi seorang hamba yang ketika namanya disebut, namun dia tidak menjawabnya.

Ning Fauzia juga menyebutkan bahwa ketika kita menyebut atau bercerita tentang orang sholih, maka turunlah rahmat. Apalagi dalam majelis Rasulullah, tidak hanya rahmat dan syafaat, namun juga bisa jadi Rasulullah hadir di tengah-tengah kita. Itu semua karena saking agungnya Rasulullah SAW

Allah memerintahkan sholat, namun Allah tidak melakukannya, Allah memerintahkan zakat, namun Allah tidak melakukannya, Allah memerintahkan puuasa, namun Allah tidak melakukannya. Namun ketika Allah memerintahkan bersholawat kepada Rasul-Nya, Allah sendiri yang bersholawat kepada Rasul-Nya, dan kemudian Allah memerintahkan orang mukmin untuk membaca sholawat.
Maka cukuplah allah menjadi teladan bagi kita untuk banyak membaca sholawat kepada Rasulullah. Demikian terekam dalam firmannya berikut:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Ning Fauzia juga menyampaikan bahwa, Rasulullah memerintahkan agar memperindah sholawat padanya, karena hal itu akan ditampakkan oleh Allah kepadanya. Begitu juga riwayat dari Abdullah bin Umar yang mengatakan bahwa Nabi Adam mempunyai kedudukan di sisi Allah, sampai mempunyai tempat yang luas di sisi Arasy. Nabi Adam mempunyai 2 baju yang besar seperti pelepah kurma berwarna hijau, di satu sisi beliau bisa melihat cucu-cucu beliau yang masuk surga dan di sisi yang lain bisa melihat cucu-cucu beliau yang masuk ke neraka.

Hingga, ketika beliau melihat umat Rasulullah mau digiring ke neraka, beliau langsung pergi ke malaikat dan menghentikannya. Malaikat menjawab bahwa mereka tidak bisa berhenti karena itu adalah perintah Allah. Rasulullah sangat sedih dan berdoa kepada Allah, lalu Allah memanggil seluruh malaikat dan umat beliau tidak jadi dimasukkan ke neraka.

Kemudian di mizan, jika ada umat beliau masuk ke neraka, oleh beliau di kasih kertas putih kecil hingga bisa mengalahkan berat timbangan keburukanya, sehingga tidak jadi masuk neraka. Oleh umat beliau ditanya kepada para malaikat, “Siapakah lelaki yang telah menolongnya, dan ditanya Siapakah beliau?” Maka Nabi menjawab, “Aku adalah Nabimu, dan ini adalah sholawat yang engkau baca yang bisa menolongmu kapan saja.”

Ning Fauzia Fauzi Mustajab juga menyebutkan sebuah kisah tentang seorang perempuan yang mempunyai anak perempuan yang masih muda dan sudah wafat. Perempuan tersebut curhat kepada Imam Hasan Al-Bisri tentang rindu kepada anaknya dan ingin bertemu dengannya di mimpi. Imam Hasan Al-Bisri memberikan amalan kepada perempuan tersebut, dan perempuan tersebut bermimpi bertemu anaknya dalam keadaan diikat di krangkeng.

Namun, kemudian perempuan tersebut bertemu dengan Imam Hasan Al-Bisri lagi dan menceritakan keadaan anaknya. Kemudian, suatu hari Imam Hasan Al-Bisri bertemu dengan anak perempuan tersebut dalam keadaan bahagia, bersinar, dan memakai mahkota. Anak perempuan tersebut menceritakan bahwa suatu hari ada seorang laki-laki yang membaca 1 sholawat, maka sholawat tersebut telah menyelamatkan seluruh penghuni di kuburan tersebut.

Demikian, tausiyah yang disampaikan oleh beliau, dan selanjutnya acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais ‘Aam Pondok Pesantren Putri, KH. Muhammad Ismail Al-Ascholy.

Author: Adibahkey

Editor: Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.