Jawaban Cerdas Menangkal Tuduhan Palsu Orang Kafir kepada Sayyidah Aisyah Ra.

oleh -1,526 views

Sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ hingga zaman sekarang, orang-orang kafir selalu mencari kejelekan dan kekurangan Nabi dan keluarganya. Tujuannya tiada lain hanya ingin menjatuhkan dan menghina umat Islam agar keluar dari Islam dan memeluk agama mereka. Namun tidak perlu gentar dengan propaganda yang sengaja dilanyangkan mereka karena al-Qur’an telah menyatakan keterjagaan dan kesucian Nabi ﷺ dan keluarganya dari dosa-dosa dan sifat-sifat tercela. Allah ﷻ berfirman:

ۚإِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً

Artinya: “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

Ada kisah menarik terkait propaganda yang sengaja dilanyangkan orang-orang kafir kepada Nabi ﷺ dan keluarganya. Berikut kisah selengkapnya:

ذكر أن قسيساً أراد أن ينال من المسلمين بالطعن في أم المؤمنين السيدة عائشة رضي الله عنها ، فقال : إن الناس رموها بالإفك ولا ندري أهي بريئة أم متهمة ؟

فأجابه بعض الحاضرين بقوله : إسمع يا هذا ، هناك امرأتان اتهمتا بالزنى وقد برأهما القرآن الكريم ، إحداهما ليس لها زوج وقد جاءت بولد ، والأخرى لها زوج ولم يأتها ولد – يقصد مريم وعائشة – فأيتهما أحرى بالتهمة ؟ فخرس القسيس.

“Disebutkan bahwa ada seorang pendeta Nasrani berniat menghina orang Islam dengan mengungkit kembali peristiwa tuduhan palsu yang menimpa Ummul Mukminin Sayyidah A’isah ra. Pendeta itu berkata:

“Orang-orang telah menuduhnya melakukan perbuatan tercela namun tidak diketahui apakah ia telah terbebas dari tuduhan itu atau ia masih tersangka.”

Lantas, sebagian orang Islam yang hadir saat itu menjawabnya:

“Hai kamu dengarkan, di situ ada dua orang perempuan yang dituduh melakukan zina dan sungguh al-Qur’an telah menyatakan bahwa mereka berdua terbebas dari tuduhan itu. Yang satu (Sayyidah Maryam as) tidak punya suami namun ia memiliki anak, sedangkan yang lain (Sayyidah A’isyah) ia punya suami tapi ia tidak memiliki anak. Menurutmu, siapa dari kedua perempuan itu yang paling terbebas dari tuduhan itu?

Mendengar jawaban cerdas tersebut, pendeta Nasrani itu diam tidak bergening. Semoga Manfaat

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Ahmad bin Muhammad ash-Shawiy| Hasisyah ash-Shawiy ala Tafsir al-Jalalain| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, juz 2, halaman 229.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.