Pekan selanjutnya, KH. Muhammad Ismail Al-Ascholy menjelaskan salah satu surah Al-Muthaffifin berikut;
وقال في تفسير قوله تعالى: (يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ وَمِزَاجُهُ مِن تَسْنِيمٍ عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ) [المطففين: 25-28]، الخمر في الجنة إذا شرب ينسي شاربه جميع الأشياء ويذكره الله وحده، والخمر في الدنيا إذا شرب يغفل عن جميع الأشياء ولا سيما الله ربه
Artinya: KH. Maimun Zubair berkata mengenai tafsir ayat Al-Qur’an yang artinya, “Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih diberi lak (sebagai jaminan keasliannya). Laknya terbuat dari kasturi. Untuk (mendapatkan) yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Campurannya terbuat dari tasnīm, (yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang didekatkan (kepada Allah).” (QS. Al-Muthaffifin: 25-28)
Khamar di surga jika diminum akan membuat peminumnya lupa segala sesuatu dan hanya mengingat Allah, sedangkan khamar di dunia jika diminum akan membuat lupa segala sesuatu, terutama Allah, TuhanTuhannya
وعن قوله تعالى:تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ٢٧ [آل عمران: 27]، قال شيخنا: هذه الآية تدل على وجود اختلاف الأوقات في البلاد؛ فربما كانت ساعة بلد هذا كذا نهارا، وكذا ليلا، بغير نقص من أربعة وعشرين ساعة كل يوم وليلة، وَتَرْزُقُ مَن تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ أي بغير توافق عمل العباد فيكون أكثر منه، فلله الحمد والمنة.
Artinya: Allah berfirman yang artinya, “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”(QS. Ali Imran: 27)
Guru kami berkata: Ayat ini menunjukkan adanya perbedaan waktu di berbagai negara; bisa jadi waktu di suatu negara adalah siang, sedangkan di negara lain adalah malam, tanpa mengurangi jumlah 24 jam dalam sehari semalam. Dan firman Allah “Dan Engkau memberi rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan” artinya tanpa sesuai dengan amal manusia, sehingga rezeki yang diberikan lebih banyak daripada amal mereka. Maka bagi Allah segala puji dan karunia.
Author: Fakhrullah







