Bertahan Jadi Guru Ngaji

oleh -1,714 views

Melihat teman seperjuangan saya yang dulunya bersabar menjadi seorang guru ngaji, tugas mulia yang banyak diidam-idamkan oleh orang besar, karena keutamaannya. Kini malah meninggalkan itu memilih merantau memburu rupiah.

Sebab katanya ada yang lebih wajib, yakni mencari nafkah untuk anak istri.

Membuat saya juga ikut patah semangat, seakan tak punya kawan, seakan berjuang sendirian. Dan ingin sepertinya pergi ke negeri rantau.

Namun ini bukan pertama kalinya saya hilang semangat menjadi seorang guru ngaji, dulu malah lebih parah dari ini.

Saya akhirnya menghaturkan kegelisahan ini kepada guru saya, seraya meminta petunjuk. Saya bercerita tentang kondisi ekonomi saya yang memprihatinkan ditambah tanggung jawab yang berat, dan berkeinginan merantau merubah nasib.

Beliau tidak memberi nasihat, beliau hanya mengatakan, “Kalau saya pergi dari pondok ini, menurutmu bagaimana?”

Mendengar pertanyaan itu saya tertegun, dan berusaha mencari jawaban. Saya menjawabnya dalam hati, “Jangan sampai pergi, guru. Nanti di sini tidak ada yang mengurusnya. ”

Akhirnya beliau menjawabnya sendiri, kalau kita ini sudah diberi tugas oleh Allah agar jangan sampai mundur. Kalau sedang punya masalah, bersabarlah.

فَٱصۡبِرۡ كَمَا صَبَرَ أُو۟لُوا۟ ٱلۡعَزۡمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati,” (al-Ahqaf 35)

Beliau juga memberi ijazah untuk kemudahan semua urusan, termasuk urusan ekonomi. Membaca shalawat Jibril sebanyak seribu kali setiap hari.

Semoga istiqamah!

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.