Agar Anak Menjadi Shaleh dan Shalehah

oleh -1,206 views

Ketika membaca biografi para ulama terdahulu, rata-rata madrasah pertamanya adalah orang tuanya sendiri, entah itu ibu atau bapaknya, sehingga mengantarkan mereka menjadi seorang ulama besar.

Sebelum mereka rihlah dalam pengembaraannya mencari ilmu, mereka sudah dimatangkan terlebih dahulu oleh orang tuanya sendiri, terutama kematangan aqidahnya, budi pekertinya, ibadahnya hingga mentalnya.

Mereka sudah dibekali banyak hal oleh orang tuanya, sebagai bekal menuntut ilmu di tempat lain, beguru kepada ulama-ulama yang lebih alim. Sehingga nasihat-nasihat orang tuanya tetap melekat dalam hati sanubarinya dimanapun mereka berada.

Sebagai contoh, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani ketika di perjalanan menuju tempat menuntut ilmunya yang baru, beliau dihadang pembegal di simpang jalan bersama rombongannya.

Sebelumnya, beliau sudah dipesan oleh ibunya untuk selalu jujur apapun kondisinya dan kepada siapapun orangnya. Nah, ketika giliran beliau diperiksa oleh pembegal tersebut, beliau dengan jujurnya mengatakan kalau di sakunya ada sejumlah uang sebagai bekal perjalanan. Singkat cerita, berkat kejujurannya membuat para penjahat itu sadar diri dan kemudian bertaubat.

Itulah hasil didikan orang tua, terutama sang ibu. Pesan-pesan dan nasihat seorang ibu akan terus diingat dan dipegang teguh oleh anaknya sampai tua kelak, seakan menjadi alarm otomatis ketika dibutuhkan.

Sebagai orang tua jangan sepenuhnya memasrahkan anaknya kepada seorang guru. Kita harus ikut andil mendidik dan mengajarkan anak, sebab itu adalah kewajiban kita sebagai orang tua. Selain itu, kita harus mentirakati anak dan selalu mendoakannya dari jarak jauh, agar mendapatkan ilmu yang barakah dan bermanfaat.

Agar anak menjadi apa yang sering kita doakan dan impikan mulai sejak dia lahir, yaitu menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah.

Oleh : Shofiyullah El-Adnany

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.