Amalan Istighfar dan Sholawat Agar Mati Membawa Iman

oleh -3,766 views

Bagi orang yang beriman apapun profesi, status dan pangkatnya di dunia, tiada impian yang paling utama dalam hidupnya kecuali mati dalam keadaan membawa iman atau khusnul khatimah .

Dalam kitab Bughyatu al-Mustarsyidin fi Takhlishi Fatawa Ba’di al-Aimmati min Ulami’ al-Muta’ahkhirin karya as-Sayyid asy-Syarif Abdurrahman bin Muhammad Ba’alawaiy dalam bab; “aneka dzikir, doa dan wirid yang dianjurkan dibaca setelah sholat secara muthlak” dikutip dari kitab Hadi’qu al-Arwah mengatakan:

فائدة: نقل عن القطب الحداد نفعنا الله به أن مما يوجب حسن الخاتمة عند الموت أن يقول بعد المغرب أربع مرات: أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم الذي لا يموت وأتوب إليه رب اغفرلي وعن بعض العارفين: من قال بعد صلاة المغرب ايضا قبل ان يتكلم اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه بعدد كل حرف جرى به القلم عشر مرات مات على الايمان

Sebuah faidah: “Dikutip dari Al-Quthb Al-Haddad Nafa’allah bihi bahwa diantara hal yang menyebabkan khusnul khatimah saat meninggal dunia adalah membaca istighfar berikut setelah Maghrib sebanyak 4 kali;

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ رَبِّ اغْفِرْلِيْ

Astaghfirullaahal ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihi, robbighfirlii.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Dzat Yang Hidup dan Berdiri Sendiri. Wahai Tuhanku, ampunilah aku.”

Kemudian menurut sebagian al-Arifin dilanjutkan membaca shalawat berikut sebelum berbicara sebanyak 10 kali;

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ بِعَدَدِ كُلِّ حَرْفٍ جَرَى بِهِ الْقَلَمُ

Alloohumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihii wa sallim bi’adadi kulli harfin jaroo bihil qolam.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya, sebanyak jumlah huruf yang digoreskan al-Qalam (pena).

Maka ia akan mati membawa iman atau khusnul khatimah. Waalallhu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Publisher: Fakhrul

Referensi:

✍️ Syaikh Yusuf bin Ismail bin Yusuf an-Nabahaniy| Sa’adatu ad-Darani fi ash-Sholawati ala Sayyidi al-Kawnaini ﷺ| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 246.

✍️ Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Ba’alawiy al-Husainiy al-Hadhramiy| Bughiyatu al-Mustarsyidin| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 65.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.