
Majelis Keluarga Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil menerima silaturahmi dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen Provensi Jawa Tengah, setelah melakukan ziarah ke Makam Syaichona Mohammad Cholil di Bangkalan pada Sabtu, (28/12/24)
Rombongan Pergunu Kecamatan Sempor terlebih dahulu melakukan ziarah ke Makam Syaichona Mohammad Cholil, yang sering disebut Makam Mbah Cholil. Kemudian, mereka bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil di Kelurahan Demangan Barat.
Salah satu pengurus Pergunu Kecamatan Sempor menyatakan bahwa rombongan tersebut tidak seluruhnya dari Pergunu Sempor, melainkan juga terdiri dari pengurus MWCNU dan teman-teman yang ingin bergabung.

Dalam sambutan Ketua Pergunu Sempor menyampaikan banyak banyak terima kasih karna sudah mau meluangkan waktunya untuk menyambut mereka dan mereka meminta maaf karna sudah merepotkan para pengurus Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil.
“Kami sangat berterima kasih karna para Durriyah Syaichona Moh. Cholil dan para pengurus sudah mau menerima kami dengan lapang dada untuk bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren ini dan merupakan anugerah bagi kami bisa menginjakkan kaki kami di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil serta kami minta maaf karna kedatangan kami membuat para majlis keluarga dan pengurus harus meluangkan waktunya untuk menyambut kami”, Ibu Khotimantun (Ketua Pergunu sekaligus ketua rombongan)
Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Majelis Keluarga Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, KH. Makki Nasir bin Nasir bin Nyai Asma bin Syaichona Moh. Cholil, yang merupakan generasi ke-4. Beliau juga memperkenalkan Pengasuh Pondok Pesantren, RKH. Fakhruddin Aschal bin RKHS. Abdullah Schal bin Nyai Romlah bin RKH. Imron bin Syaichona Mohammad Cholil, generasi ke-5 yang pada hari ini beliau tidak bisa menyambut para tamunya karna masih berda di Makkah sedang melaksanakan Umrah.
KH. Makki Nasir menyampaikan beberapa hal tentang Syaichona Mohammad Cholil dan peninggalannya.
“Bangunan pesantren yang masih asli adalah Musholla ini. Bangunan lainnya, seperti dhalem dan kamar santri, telah direnovasi. Musholla ini tetap dipertahankan tapi bungkus dengan bangunan modern.” Terangnya KH. Makki Nasir (Majlis Keluarga Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil)
Beliau juga menceritakan perjalanan Syaichona Moh. Cholil ketika menuntut ilmu, mulai dari Pantura bagian Barat hingga Banyuangi kemudian melanjutkan ke Makkah.
Syaichona Moh. Cholil ini sejak kecil beliau sudah terkenal dengan sosok yang haus dengan ilmu dimana ada kiyai dan ulama beliau akan hampiri untuk menuntut ilmu kepadanya, dimulai dari pantura bagian barat sampek ke Banyuangi setelah itu beliau melanjutkan ke Makkah dengan penuh ketawaduan, akhirnya suatu ketika beliau di suruh pulang oleh gurunya, maka beliau pulang ketanah kelahirannya yang pada saat itu beliau masih haus akan ilmu, saat itu beliau mendengar bahwa ada pusat pengetahuan di Messir yaitu Al-Azhar beliau ingin menuntut ilmu kesana karna beliau sangat tawaduk pada gurunya maka akhirnya beliau pulang ketanah kelahiran beliau untuk menyebarkan ilmunya, karna berkat ketawaduannya inilah beliau mendapatkan derajat yang sangat tinggi di sisi Allah SWT”, Tuturnya
Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Makki Nasir dan diakhiri dengan ramah tamah.
Reporter : Abdussalam


