Syaikh Syadi Arbasy Datang ke-Bangkalan untuk Menjadi Santri Syaikhona Kholil

oleh -2,030 views

Syaichona.net- Seorang ulama besar asal Damaskus Suriah, Syaikh Dr. Muhammad Syadi Mustofa Arbasy ad-Dimasyqi (Muhaqqiq Turots & Majmah al-Fath al-Islamy Suriah) mengatakan dalam mauidzotul hasanahnya bahwa datang ke Bangkalan untuk menjadi orang Bangkalan, untuk menjadi salah satu murid Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

“Ketahuilah para hadirin saya datang dari Syam ke Bangkalan bukan untuk sesuatu yang lain melainkan saya datang ke Bangkalan untuk menjadi orang Bangkalan, untuk menjadi murid dari orang Bangkalan dengan berkhidmah daripada turost atau peninggalan-peninggalan Syaichona Moh. Cholil”,. Ungkapnya.

Beliau Menyampaikan hal ini pada Malam Senin 28 Ramadhan 1445. acara haul akbar Syaichona Moh. Cholil yang ke-102 tahun dan 40 Hari Wafatnya Nyai Hj. Muthmainnah Aschal sekaligus Launching Kitab Basatinul Imdad wal Is’aad min Mukhtarati Risalati Sayyidi Syaikh Ahmad Amin bin Sa’duddin Al-Murad.

“Kami beberapa hari yang lalu melihat salah satu manuskrip yang ditulis langsung oleh Syaichona Moh. Cholil dan kami meminta kepada salah satu dzurriyah Syaichona Moh. Cholil yaitu Syaikh Usman untuk memberikan satu dari beberapa manuskrip Syaichona Cholil, alhamdulillah beliau memberikan karya Syaichona Moh. Cholil yaitu Syarah Alfia Ibnu Malik maka kami meminta restu dan doa kepada kalian semua yang hadir agar Allah SWT. Memberikan taufik dan pertolongannya sehingga kami mendapat berkah dengan mentahqiq manuskrip tulisan tangan Syaichona Moh. Cholil,”. Tutur Syaikh Syadi

Sebenarnya kami ingin lanjutnya, agar kitab yang yang kami tahqiq itu bisa di launching malam ini akan tetapi ada beberapa hal maka kami memohon doa kepada kalian agar semoga tahun depan kami bisa menyelesaikan pekerjaan tahqiq manuskrip Syarah Alfia Ibnu Malik yang ditulis oleh Syaichona Moh. Cholil.

“Memperingati haul Syaichona Moh. Cholil ke-102 tahun yang bintannya muncul dari Pulau Madura dan bersinar di langit luas yang cahayanya dirasakan oleh semua orang Indonesia bahkan diluar negeri lihat saja orang-orang yang telah di didik oleh Syaichona Moh. Cholil salah satunya ulama besar Syaikhul Islam pendiri jam’iyah nahdlatul ulama Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari yang setiap kali saya membaca dari kitabnya, aku semakin yakin bahwa Indonesia diberikan karunia oleh Allah SWT. Dengan orang-orang besar yang akan menjaga Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia ini,”. Ungkap Syaikh Dr. Muhammad Syadi Mustofa Arbasy ad-Dimasyqi.

Beliau juga mengatakan bahwa Bangkalan menjadi kiblat bagi orang-orang yang ingin mencari ilmu agama, menjadi titik sentral peradaban islam pada zamannya.

“Lihatlah Bangkalan tidak bisa disebut kecuali kita langsung mengingat dari Syaichona Moh. Cholil dengan berkah daripada Syaichona Moh. Cholil Bangkalan menjadi kiblat yang dituju oleh para tolabul ilmi dari segala penjuru dunia Syam, Yaman, Magribi, Mesir semua datang hanya karena Syaichona Moh. Cholil. Allah SWT. Merubah suatu daerah yang mungkin tidak ada yang tau apa itu namanya, dengan berkah Syaichona Moh. Cholil menjadikan Bangkalan masyhur diketahui oleh semua orang,”. Tuturnya.

“Itu semua yang diberikan Syaichona Moh. Cholil maka kita sekarang sebagai penerus dari Syaichona Moh. Cholil apa yang dapat kita berikan, ketahuilah tidak ada yang bisa lebih Syaichona Moh. Cholil ridho pada kita kecuali apabila kita mengikuti daripada jejak langkah Syaichona Moh. Cholil, “. Imbuhnya.

Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa di zaman modern ini kita harus berpegang teguh kepada ulama-ulama terdahulu “Kita semua hidup di zaman dimana siapapun yang memegang teguh dari pada agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Maka dianggap orang yang aneh maka dianggap orang yang asing, kenapa?, karena sebagian besar orang adalah sudah jauh dari nilai-nilai ke-Islaman yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dan untuk menghadapi itu semua maka jalannya hanyalah satu yakni kita kembali kepada jalan pendahulu-pendahulu kita, kembali kepada jalan Syaichona Moh. Cholil.

 (62) اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ

Ketahuilah bahwa sesungguhnya (bagi) para wali Allah itu tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih. Surat Yunus ayat 62.

Siapakah wali-wali Allah SWT. Itu yaitu :

(63) ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

Mereka adalah orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa. Surat Yunus ayat 63.

Kunci seseorang mencapai derajat wilayah dekat dengan Allah SWT. Hanyalah dua hal. yang pertama adalah iman dan yang kedua adalah taqwa, kita mengimani dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah setelah itu kita bertaqwa kepada Allah SWT. Dengan menjalankan semua yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dan menjauhi daripada larangannya.

“Tidak ada orang yang bertaqwa kepada Allah tanpa menggunakan ilmu kecuali dia hanya mengaku-ngaku saja tanpa ada haqiqoh didalam dirinya, maka kewajiban kita dengan mempelajari apa yang membenarkan daripada aqidah kita setelah itu belajar apa yang diperintahkan Allah SWT. Agar kita tahu apa yang wajib kita lakukan begitu juga mempelajari apa yang diharamkan oleh Allah SWT. Agar kita tahu apa yang harus kita jauhi dari larangan Allah SWT, “.tutur Syaikh Dr. Muhammad Syadi Mustofa Arbasy ad-Dimasyqi

Penulis : Fakhrul

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.