Tetap Semangat Merebut Keberkahan Bulan Suci Ramadhan

oleh -64 views

Syaichona.net- Alangkah beruntungnya orang-orang yang terus semangat beribadah, merebut keberkahan bulan suci Ramadhan sebelum Ramadhan benar-benar meninggalkannya.

Rasulullah ﷺ sendiri pernah menegaskan;

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي هَذَا الشَّهْرِ مِنَ الْخَيْرَاْتِ لَتَمَنَّوْا أَنْ يَكُوْنَ رَمَضَاْنُ اَلسَّنَةَ كُلَّهَا

“Sekiranya manusia benar-benar menyadari kebaikan-kebaikan yang ada di Bulan Ramadhan ini, pastinya mereka akan mengharapkan supaya sepanjang tahun adalah Ramadhan”. (Riwayat Ibnu Abi Dunya).

Syaikh Ismail bin Muhammad bin al-Fadhil bin Ali al-Qursyiy al-Asbahaniy (W. 535 H) yang dikenal dengan sebutan al-Qawwam dalam kitabnya at-Targhib wa at-Tarhib menyebutkan:

Abdul Aziz bin Marwan berkata: “Umat Islam ketika datang Bulan Ramadhan, mereka berdoa:

اَللّٰهُمَّ قَدْ أظَلَّنَا شَهْرُ رَمَضَانَ وَحَضَرَ، فَسَلَّمْهُ لَنَا وَسَلَّمْنَا لَهُ، وَارْزُقْنَا صَيَامَهُ وَقِيَامَهُ، وَارْزُقْنَا فِيْهِ الجَدَّ وَالْاِجْتِهَادَ، وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ، وَأَعِذْنَا فِيْهِ مِنَ الْفِتَنِ

Artinya: Ya Allah, sungguh Bulan Ramadhan telah menaungi kami dan telah hadir, serahkan dia kepada kami dengan selamat, dan serahkan kami dengan selamat kepadanya, karuniakan kepada kami (mampu melaksanakan) puasa dan ibadah malamnya, karuniakan kepada kami kesungguhan dan usaha, kuat dan semangat serta hindarkan kami dari fitnah didalamanya.

Dalam hadits lain disebutkan, bahwa Beliau bersabda:

قَدْ آتََاكُمْ رَمَضَانُ سَيِّدُ الشُّهُوْرِ فَمَرْحَبًا بِهِ وَاَهْلاً جَاءَ شَهْرُ الصِّيَامِ بِبَرَكَاتٍ فَأكْرِمْ بِهِ مِنْ زَائِرٍ هُوَاَتٍ

Artinya: “Telah datang kepadamu Bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka hendaklah engkau mengucapkan selamat datang kepadanya. Telah datang bulan puasa dengan segenap berkah didalamnya, maka hendaklah engkau memuliakan tamu yang datang itu”. (HR Ath-Thabrani).

Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ berdoa saat datang Bulan Ramadhan dan Beliau ketika memasuki Bulan Rajab berdoa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan Bulan Ramadhan.”

Ma’la bin al-Fudhail ra. berkata: “Para ulama Salaf berdoa selama 6 tahun, agar bisa dipertemukan dengan Bulan Ramadhan. Kemudian berdoa lagi selama 6 tahun agar puasa Ramadhan mereka dikabulkan.”

Lalu Yahya bin Katsir ra. berkata: “Diantara doa mereka para ulama Salaf yang panjatkan:

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً

Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di Bulan Ramadhan.”

Ramadhan datang sebagai ladang ibadah untuk mensucikan mereka dari segala kerusakan. Sungguh Bulan Ramadhan datang sebagai jaminan keamanan (dari api neraka), membebaskan dan memberi keberuntungan dengan hunian surga. Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Didalam penuh perolehan apa yang diinginkan. Bulan Ramadhan adalah sulaiman indah pada kerah zaman. Barang siapa yang tidak bisa memperoleh laba keutungan di bulan ini, maka kapan lagi ia bisa meraup keuntungan? Alangkah beruntungnya orang-orang yang bisa menjamu Bulan Ramadhan dengan amal sholeh dan mensucikan segenap jiwa raganya dari dosa-dosa dan kejelekan. Waallahu A’lamu

Penulis : Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

✍️ Syaikh al-Fadhil Sulaiman bin Abdurrahman al-Umriy| Wadhaifu Ramadhan| Mansyurat al-Muassatu al-Saidiyah ar-Riyadh, halaman 15-16

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.