Karomah KHS. Abdullah Schal, Sadarnya Seorang Bajingan Kakap

oleh -2,749 views

Syaichona.net- Ada seorang bajingan besar yang sehari-harinya hanya bergelut dengan dosa dan kemaksiatan. Menurut penuturannya hampir semua dosa sudah ia kerjakan semua.

Sejak ada di Madura, ia mengaku sebagai pimpinan maling yang memiliki banyak anak buah, kelihaiannya dalam mencuri sama sekali tidak meninggalkan jejak sehingga tidak ada seorangpun yang mencurigainya.

Disamping itu, dia adalah seorang penjudi besar, terutama judi sabung Ayam jadi kesehariannya melekat dengan kemaksiatan. Suatu waktu bersama anak buahnya dia melakukan pencurian se-ekor Sapi disatu desa di Kabupaten Bangkalan. Seperti pepatah mengatakan sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga. Tidak seperti biasanya perbuatannya kali ini diketahui banyak orang sehingga dirinya terancam.

Karena tidak mau ditangkap dan dihakimi oleh warga dia segera berinisiatif kabur dari daerahnya. Diapun berhasil kabur kesuatu daerah diperantauan, tetapi kegemarannya dalam melakukan kemaksiatan belum hilang darinya. Ditempat yang baru tersebut ia lebih parah dari pada sebelumnya.

Penyakit main judinya semakin menjadi-jadi, tapi bukan harta berlebih yang ia dapatkan melainkan kemiskinan yang harus ia alami. Bukannya sadar, justru malah menjadi-jadi.

Kali ini ia menjadi pencopet di mana-mana, terutama dikeramaian umum menjadi target untuk melancarkan aksinya. Keahlian dalam mencopet menjadikan ia dijuluki sebagai raja copet oleh teman-temannya sehingga akhirnya ia diangkat sebagai raja copet didaerahnya.

Hasil dari mencopet yang ia lakukan lumayan besar penghasilannya namun hal itu hanya digunakan untuk berfoya-faya bersama anak buahnya sehingga harta yang dimiliki habis dalam seketika.

Baca juga :

seseorang menjadi kaya dan hidup tenang, justru menjadikannya hidup dalam kesumpekan, penuh tekanan hidup, jauh dari kedamaian.

Raja copet masih melekat dalam dirinya dan ditambah lagi kali ini ia menjadi seorang pembunuh bayaran yang sangat kejam tanpa prikemanusiaan. Menurut pengakuannya ia merasa nikmat ketika darah menyembur dari target, nikmat ketika korbannya menjerit kesakitan menjemput ajalnya.

Begitu menikmati sebagai pembunuh bayaran ia meskipun dibayar sedikit ia Terima. Menjadikannya semakin larut dalam pusaran maksiat dalam kekejaman seperti tiada berujung.

Meskipun demikian Allah SWT. Ternyata masih berkenan menerima si hamba yang bergelimang dosa itu keharibaannya. Allah SWT. Menginginkan si hamba yang kejam itu untuk menjadi hamba yang dikasihaninya. Rahasia Allah SWT. Memang tidak ada yang tau, dan cara Allah SWT. Menyadarkan hambanya dari maksiat Tidak ada yang tau, semua penuh misteri yang kadang diluar nalar makhluknya.

Ia yang bergelimang dosa, yang kejam, yang selama itu sangat jauh dari ulama’ bahkan membenci ulama’ selalu berkata kasar kepada orang yang ingin menyadarkannya, ternyata hatinya menjadi luluh ketika bertemu tanpa sengaja dengan KHS. Abdullah Schal.

Saat pertama kali bertemu dengan KHS. Abdullah Schal disuatu kesempatan yang tidak disengaja dia menjadi terpaku dan terpana memandang wajah teduh penuh karamah KHS. Abdullah Schal. Tubuhnya gemetar, keringat berkucuran membasahi tubuhnya, hatinya yang keras mendadak menjadi cair dan terasa sejuk.

Sehingga tanpa ada yang menyuruh dia mengulurkan tangannya yang berlumuran dosa untuk bersalaman dengan KHS. Abdullah Schal dan entah mengapa dia langsung mencium tangan KHS. Abdullah Schal.

Tubuhnya semakin bergetar ketika KHS. Abdullah Schal memegang tangannya mengajak hadir keacara pengajian, acara yang selama itu tidak disukainya bahkan diejeknya. Dia merasa heran karena tidak bisa menolak ajakan KHS. Abdullah Schal. diapun ikut kepengajian itu.

Hatinya menjadi sejuk dan nyaman ketika dalam pengajian itu KHS. Abdullah Schal menjelaskan tentang kenikmatan surga dan tentang kemurahan Allah SWT. Yang akan mengampuni segala dosa hambanya meskipun dosanya sebesar gunung. Timbul keinginan kuat dalam hatinya untuk berhenti dari semua perbuatan dosanya dan mempunyai harapan besar untuk menjadi orang baik.

Kini, ia sudah menjadi orang ahli ibadah, mempunyai usaha yang halal, sudah naik haji, anak-anaknya berada di Pondok Pesantren. Hidupnya tenang, damai, tentram, mengarungi sisi hidupnya dalam ibadah, menjadi pendukung setiap pengajian dan kegiatan keagamaan didaerahnya, menjadi penopang setiap ulama’ datang kedaerahnya.

Ia sudah benar-benar bertaubat menyesali segala perbuatan dosanya dan meninggalkan sepenuhnya dosa dan maksiat yang sudah pernah ia lakukan dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali. Semua itu karena jasa dan barokah dari KHS. Abdullah Schal

Diambil dari Biografi KHS. Abdullah Schal yang ditulis oleh KH. M. Toyyib Fawwas Muslim, Konseptor RKH. Fakhrillah Aschal

Publisher : Fakhrul

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.