Doa dan Sholawat Agar Hajat Terkabul

oleh -442 views

• Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash beliau berkata: “Barang siapa yang punya hajat kepada Allah ﷻ, maka hendaklah puasa pada Hari Rabu dan Kamis. Ketika tiba pada Hari Jumat, maka bersesucilah (mandi dan wuhdu’ lalu berangkat ke Masjid untuk menunaikan sholat Jumat dan sebelum melaksanakan sholat Jumat hendaklah bersedekah sedikit atau banyak. Kemudian setelah selesai melakukan sholat Jumat berdoalah dengan doa dibawah ini :

 

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، الْحَيُّ الْقَيُّومُ، الَّذِي لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ، الَّذِي مَلَأَتْ عَظَمَتُهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَأَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، الَّذِي عَنَتَ لَهُ الْوُجُوهُ، وَخَضَعَتِ لَهُ الْأَبْصَارُ، وَوَجِلَتِ الْقُلُوبُ مِنْ خِشْيَتِهِ؛ أَنْ تُصَلِّيَ عَلٰى مُحَمَّدٍ ﷺ، وَأَنْ تُعْطِيْنِي حَاجَتِيْ – وهي كذا وكذا

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pada-Mu dengan asma-Mu, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang tiada tuhan selain dia, yang hidup kekal, yang berdiri, yang tidak mengantuk dan tidak pula tidur, yang kemuliaan-Nya memenuhi langit-langit dan bumi. Aku memohon pada-Mu dengan asma-Mu, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang tiada tuhan selain dia, yang wajah-wajah hamba tertunduk pada-Nya, pandangan-pandangan mata khusyuk pada-Nya, hati-hati hamba merendah karena takut pada-Nya. berilah shalawat (rahmat) pada Muhammad ﷺ serta kabulkanlah hajatku.” Sembari menyebut hajat yang diinginkan.

 

• Dari Wuhaib ibn al-Wardi beliau berkata: “Telah sampai kepadaku sebuah doa (amalan) yang ampuh tidak tertolak, yaitu: Hendaklah sholat 12 rakaat. Setiap rakaat membaca Ummu al-Qur’an (Surat al-Fatihah), Ayat Kursi dan Surat al-Ikhlas. Setelah selesai sholat, sujudlah sembari membaca doa:

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ الْعِزَّ وَقَالَ بِهِ سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالْمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي أَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ بِعِلْمِهِ سُبْحَانَ الَّذِي لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحَ إِلَّا لَهُ سُبْحَانَ ذِي الْمَنِّ وَالْفَضْلِ سُبْحَانَ ذِي الْعِزِّ وَالتَّكَرُّمِ. سُبْحَانَ ذِي الطَّوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ عِزِّكَ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابَتِكِ وَبِاسْمِكَ الْأَعْظَمِ، وَجَدِّكَ الْأَعْلَى وَبِكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ، أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ ﷺ

Artinya: “Mahasuci Dzat yang mengenakan keagungan dan berfirman dengannya. Mahasuci Dzat yang berbelas kasih dengan sifat keluhuran dan menjadi mulia menjadi, mulia dengannya. Mahasuci Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Dzat yang menghitung segala sesuatu karena ilmu-Nya. Mahasuci dzat yang tidak seyogyanya bacaan Tasbih kecuali karenanya. Mahasuci Dzat yang memiliki karunia. Aku memohon dengan tempat-tempat duduk kemuliaan-Mu dari Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durhaka, berilah shalawat (rahmat) pada Muhammad ﷺ”.

Kemudian setelah itu memohon kepada Allah ﷻ sesuatu yang bukan kemaksiatan.

• Dari Abu Sulaiman ad-Daraniy beliau berkata: “Barang siapa mengingikan agar Allah ﷻ mengabulkan hajatnya. Maka (hendaklah memulai doanya dengan sholawat, lalu memohon hajat yang diinginkan dan akhiri doanya dengan sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Karena sesungguhnya Allah ﷻ akan menerima sholawat dan Allah ﷻ adalah Dzat paling dermawannya orang yang membalas sesuatu diantara dua sholawat (awal doa dan akhir doa). Waallahu A’lamu

Penulis : Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Muhammad bin Abdurrahman bin Ali an-Numiriy| Al-‘Ilamu bi Fadhli ash-Shalati ala an-Nabi wa as-Salam| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 105-107

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.