Gelar Syaikhona kepada Mbah Kholil

oleh -1,918 views

Syaichona.net- Gelar “Syaikh” (Guru/red) dalam tradisi Islam disematkan kepada seseorang karena kedalaman ilmunya dibidang agama seperti fiqh, nahwu, tasawuf, tafsir dan lain sebagainya, maka penyematan gelar Syaikh kepada KH. Moh. Kholil Bangkalan atau yang lebih akrab disapa Mbah Kholil bukan hanya dikarenakan hal tersebut.

Gelar “Syaikhona” (Guru Kami/red) yang disandingkan dengan nama KH. Moh. Kholil bin KH. Abdul Latif itu selain karena kedalaman ilmunya juga karena kontribusinya mencetak ribuan bahkan jutaan santri dari berbagai penjuru Nusantara hingga yang berasal dari luar negeri sebagaimana yang dicatat dari manuskrip Syaikh Yasin bin Isa al-Fadani tentang biografi Mbah Kholil Bangkalan.

Bahkan dalam sebuah manuskrip KH. Qusyairi pasuruan, salah satu santri Syaikhona Moh. Kholil, sebagai pengantar atas diterbitkannya kitab As-Silah fi Bayan al-Nikah karya Mbah Kholil, KH. Ahmad Qusyairi menulis kesaksian tentang gurunya sebagai berikut.

هذا كتاب السلاح في بيان النكاح تأليف من هو في علم نحو سيبويه وفي الفقه مثل الإمام النووي وفي الولاية والكشف وكثرة الكرامات مثل القطب الجيلاني بل وفي سنه ايضا فإنه  يكن من كراماته الا ان اغلب أهل جاوه مع اختلاف لغاته رضي الله عنه وعنهم ولد في نرغب ومات في كمال ولو لم يكن من كراماته الا ان اغلب أهل جاوه مع اختلاف لغاتهم من المريكي والمدوري والسندوي وشرذمة من الملايوي من تلاميذه شخصا وأبا على الأكثر بل وجدا أيضا على الأقل لكفى الا هو العلامة العمدة والصالح القدوة شيخنا الاستاذ العارف الرباني سيدي الشيخ خليل بن عبد اللطيف البنكلاني اعلى الله درجته في دار التهاني

Kitab ini adalah kitab As-Silah fi Bayan al-Nikah karangan seseorang yang dalam ilmu nahwu ibarat Imam Sibawaih, dalam ilmu fiqh ibarat Imam Nawawi, dalam hal kewalian kasyf dan karomah-karomah beliau ibarat Syaikh Abdul Qodir al-Jilani.

Pernyataan KH. Ahmad Qusyairi tentang Mbah Kholil dalam kutipan manuskrip diatas menunjukkan betapa Mbah Kholil memiliki andil besar dalam proses pendidikan di Nusantara dengan santri-santri mulai dari Madura, Jawa, Sunda dan Melayu sehingga dalam hal ada santri di Tanah Jawa yang merasa sudah mempuni ilmunya untuk mendirikan Pesantren sebelum mondok kepada Mbah Kholil maka akan segera direkomindasikan oleh gurunya untuk menuntaskan pengembaraan ilmiah dengan belajar kepada Mbah Kholil sebagai pemungkas.

Berikut adalah beberapa Santri-santri Mbah Kholil yang menjadi ulama pejuang dan pahlawan kemerdekaan RI :

  • ​Hadratus Syaikh Hasyim Asyari

Pendiri Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, mendapat gelar panggilan Hadratus Syaikh (Guru Mulia). pendiri organisasi islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) berdasarkan keputusan Presiden Nomer. 29/1964, ia diakui sebagai pahlawan kemerdekaan nasional

  • ​KH. Wahab Chasbullah

Pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang . ia merupakan salah satu ulama pencetus pertama ide untuk menggagas berdirinya nahdlatul ulama, diangkat sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 November 2014.

  • ​KH. As’ad Syamsul Arifin

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo Asembagus Situbondo.

  • KH. Abdul Karim

Pendiri Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. seorang figur ulama yang selalu mengingat terhadap gurunya, menjelang wafatnya ia berpesan terhadap santri-santrinya untuk selalu mendoakan agar ia di akui santri Syaikhona Moh. Kholil

  • ​KH. Nawawi bin Noer Hasan

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. termasuk salah satu tokoh ulama perintis organisasi jam’iyah nahdlatul ulama.

  • ​KH. Zainul Arifin Pohan

Ia dikenal sebagai ulama, politis, pejuang 1945, ketua DPR-GR (1960-1963). dan menjadi panglima tentara militer Hisbullah Masyumi.

  • KH. Bisri Syansuri

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar Jombang. Pendiri Syarikat Islam cabang Makkah.

  • ​KH. Masykur

Ia banyak berkiprah di bidang politik dan kenegaraan. Merupakan salah satu tokoh penting dalam jaringan paramiliter santri dengan mengomando Laskar Sabilillah yang merupakan titik jaringan pejuang pesantren dari level kiai dan pengasuh pesantren.

  • ​KH. Ridwan Abdullah

Sosok kiai yang bakat dalam bidang lukisan, ia merupakan pencipta lambang nahdlatul ulama. dimasa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, ia ikut bergabung dalam barisan Sabilillah.

  • ​Ir. H. Soekarno

Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Presiden Republik Indonesia (RI) pertama. biasa di panggil Bung Karno, jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Ia merupakan tokoh intelektual karismatik yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa penting pergerakan nasional.

  • ​KH. Ma’shum

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Lasem Rembang. umat Islam Nusantara, khususnya warga Nahdhiyyin tentu mengenal nama KH. Ma’shum atau lebih dikenal Mbah Ma’shum Lasem sebagai sosok Kyai yang alim dan banyak disegani oleh berbagai kalangan.

  • ​KH. Mustofa

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Rembang. Beliau dikenal sebagai mufassir al-Quran, kitab tafsirnya dapat dibaca sampai sekarang, berjudul “Al-Ibriz Fii Ma’rifati Tafsiril Quranil Aziz” sebanyak tiga jilid tebal berhuruf jawa pegon.

  • ​KH.R. Syamsul Arifin

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo Asem Bagus.

  • KH. Tholhah Rawi

Penerus Pondok Pesantren Sumur Nangka Modung Bangkalan yang dirintis ayahnya KH. Muhammad Rawi yang juga merupakan murid dari Syaichona Moh. Cholil Bangkala. KH. Tholhah Rawi merupakan murid yang mendampingi Syaichona Moh. Cholil pada saat mau wafatnya.

  • KH. Abdullah Mubarok

KH Abdullah Mubarok berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. beliau lebih dikenal sebagai Abah Sepuh, pendiri dan pemimpin Pesantren Suryalaya, Pagerageung, Tasikmlaya.

  • KH. Muhammad Hasan Genggong

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. seorang guru sufi yang terkenal sebagai salah satu Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah.

  • KH. Usmuni

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Usmuni Terate Sumenep. Beliau terkenal dengan karomahmya sepertinya mewarisi Karomah Syaichona Moh. Cholil Bangkalan gurunya. Sering kali ucapan dan perilakunya menjadi fakta.

  • KH. Abi Sujak

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Astatinggi Kebun Agung Sumenep. beliau merupakan salah satu laskar pejuang dalam mengusir penjajah dari Pulau Garam. Selain dikenal sebagai pejuang, dia tercatat sebagai pendiri Nadhlatul Ulama (NU) pertama di Sumenep.

  • KH. Asyari

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tholabah Wonosari Bondowoso. Gambaran seorang kiai yang sangat dekat dengan rakyat. Sering silaturrahmi kepada orang awam tanpa harus di undang.

  • KH. Abdul Fattah

Pendiri dan Pengasuh Pondok Psantren Al-Fattah Tulungagung. Beliau juga ikut berjuang dalam melawan penjajah. Dan meskipun pesantren ini berada di tengah kota tapi suasana salaf masih kental.

  • KH. Abdul Hamid bin Itsbat

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan. Pesantren ini terkenal dengan kepiawannya tentang ilmu alat. Begitu memasuki pesantren ini akan terasa suasana salafnya.

  • KH. Fakih Maskumambang

Salah satu ulama penting dalam berdirinya nahdlatul ulama yaitu menjadi wakil dari KH. Hasyim Asy’ari, ia pakar tentang ilmu fiqih. Sering kali terjadi perdebatan sengit tentang berbagai masalah dengan KH. Hasyim Asy’ari.

  • KH. Sayyid Ali Bafaqih

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Syamsul Huda Negara Bali. Pesantren Nurul Huda adalah benteng Islam di Bali Barat. Klungkung Benteng Islam di Bali Timur. Sedangkan benteng Islam di Bali utara berada di Singaraja.

  • KH. Romli Tamim

Penerus Pondok Pesantren Darul Ulum Paterongan Jombang. Beliau pencipta wirid Istighotsah membangun sebuah perguruan tinggi megah bernama Universitas Darul Ulum (UNDAR).

  • KH. Abdul Madjid bin Abdul Hamid

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata, Pamekasan. Selain terkenal kajian ilmu alat juga fiqih Syafii sangat ditekankan.

  • KH. Hasan Mustopa

Garut Jawa Barat . KH. Hasan Mustopa adalah seorang sastrawan yang produktif. Karyanya ditulis dengan bahasa melayu, sunda dan arab. Salah satu karyanya diterbitkan di Mesir pada tahun 1946 kitab bab adat-adat Urang Priangam Jeum Sunda Lianna, diterjemahkan kedalam bahasa Belanda oleh R.A. Kern.

  • KH. Makruf

Kedunglo Kediri Jawa Timur. Salah satu santri Syaichona Moh. Cholil yang memiliki mata bathiniyah yang kuat sekali. Dikalangan santrinya dipanggil dengan kehormatan arif billah (orang yang sangat mengenal Allah SWT).

  • KH. Muhammad Thoha Jamaluddin

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Sumber Gayam Pamekasan memiliki peran besar terhadap lahirnya Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pamekasan. Ia bersama-sama dengan ulama yang lain, memprakarsai kelahiran organisasi Ahlussunnah wal Jamaah pada tahun 1928 silam. Selain itu beliau sangat ahli tentang ilmu baca al-Quran.

  • KH. Djazuli Utsman

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. Sebuah pesantren salaf dipinggiran sungai brantas. Kini santri putra-putri banyak yang mengais ilmu di pesantren tersebut.

  • KH. Ahmad Qusyairi

Penerus Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan. seorang hafidz al-Quran mewarisi ilmu laduni dari gurunya. Menguasai beberapa bahasa asing. Karena alimnya KH. Ahmad Qusyairi mengajari ilmu fiqh empat madzhab.

  • KH. Maksum

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Lasem Rembang. Seorang kiai yang konservatif dengan wawasan luas dan mendalam dikenal sangat ketat dalam menerapkan hukum Islam.

​Hal itulah yang kemudian memuat dan populer dikalangan umat Islam tanah Jawa hingga menyematkan Gelar kehormatan kepada Mbah Kholil sebagai Maha Guru (Syaikhona/red) Ulama Nusantara.

Publisher : Fakrul

Referensi :

  • Buku Biografi Syaikhona Muhammad Kholil Guru Para Ulama dan Pahlawanan Nasional yang disusun oleh Tim Kajian Akademik dan Biografi
  • Biografi dan Karomah Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Surat Kepada Anjing Hitam.
banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.