Kenapa Hari Kelahiran Nabi ﷺ yang diperingati, Kok Bukan Hari Wafatnya?

oleh -1,843 views

Syaichona.net- Setiap datang Bulan Rabi’ul Awal yang didalamnya terdapat peringatan hari lahirnya Baginda Nabi Muhammad ﷺ, sebagian orang masih mempertanyakan:

“Kenapa hari kelahiran Nabi ﷺ yang diperingati, kok bukan hari wafatnya?”

Pertanyaan semacam ini telah lama dijawab oleh Syaikh Jaluddin Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthiy (w. 991 h) yang tertuang dalam kitabnya al-Hawi Lil Fatawa saat mengomentari pernyataan al-Imam Abu Amr bin al-Alla’.

Berikut pemaparan Syaikh Jaluddin as-Suyutiy selengkapnya:

ولقد أحسن الإمام أبو عمرو بن العلاء حيث يقول: لا يزال الناس بخير ما تعجب من العجب – هذا مع أن الشهر الذي ولد فيه رسول الله وهو ربيع الأول هو بعينه الشهر الذي توفي فيه، فليس الفرح بأولى من الحزن فيه

“Sungguh benar yang dinyatakan Imam Abu Amr bin al-Alla’, beliau mengatakan, “Masyarakat akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka masih merasa terheran. Mengingat bulan kelahiran Nabi ﷺ adalah Rabiul Awal, yang ini juga merupakan bulan wafatnya beliau. Sementara bergembira di bulan ini karena kelahirannya, tidak lebih istimewa dari pada bersedih karena wafatnya beliau.”

وقوله: مع أن الشهر الذي ولد فيه إلى آخره جوابه أن يقال : أولاً: أن ولادته ﷺ أعظم النعم علينا ووفاته أعظم المصائب لنا، والشريعة حثت على إظهار شكر النعم والصبر والسكون والكتم عند المصائب، وقد أمر الشرع بالعقيقة عند الولادة وهي إظهار شكر وفرح بالمولود ولم يأمر عند الموت بذبح ولا بغيره بل نهى عن النياحة وإظهار الجزع، فدلت قواعد الشريعة على أنه يحسن في هذا الشهر إظهار الفرح بولادته ﷺ دون إظهار الحزن فيه بوفاته وقد قال ابن رجب في كتاب اللطائف في ذم الرافضة حيث اتخذوا يوم عاشوراء مأتما لأجل قتل الحسين لم يأمر الله ولا رسوله ﷺ باتخاذ أيام مصائب الأنبياء وموتهم مأتماً فكيف ممن هو دونهم؟

Perkataan al-Imam Abu Amr bin al-Alla’: “Mengingat bulan kelahiran Nabi ﷺ adalah Rabiul Awal, yang ini juga merupakan bulan wafatnya beliau” dan seterusnya. Jawabannya adalah: “Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ merupakan kenikmatan terbesar untuk kita, sementara wafatnya beliau adalah musibah terbesar terhadap kita. Dan syariat memerintahkan kita untuk menampakkan rasa syukur atas nikmat dan bersabar serta diam dan merahasiakan atas cobaan yang menimpa. Terbukti agama memerintahkan untuk menyembelih kambing sebagai Aqiqah pada saat kelahiran anak, sementara hal itu termasuk bagian dari menampakkan rasa syukur dan kebahagiaan atas kelahiran. Dan syariat tidak memerintahkan menyembelih hewan disaat ada kematian, bahkan melarang adanya ratapan dan menampakkan kesedihan. Jadi, kaidah syariat menunjukkan bahwasannya yang baik dalam bulan maulid adalah menampakkan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, bukan menampakkan kesusahan atas musibah wafatnya beliau di bulan tersebut. Dan sungguh Imam Ibnu Rajab dalam kitabnya, al-Latho’if, bab tentang “Pencelaan terhadap kaum Syiah Rafidhah”, dimana mereka telah menjadikan Asyuro sebagai hari perayaan terbunuhnya Sayyidina al-Husain, beliau berkata: Allah dan Rasul-Nya ﷺ tidak memerintahkan agar menjadikan hari tertimpanya musibah dan wafatnya para nabi sebagai hari peratapan. Lalu bagaimana dengan orang yang derajatnya di bawah mereka?. Waallahu A’lamu.

Komentar Syaikh Jaluddin as-Suyutiy ini banyak dikutip oleh ulama setelahnya di antaranya oleh Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Malikiy al-Hasaniy dalam karya al-I’lamu bi Fatawa Aimatu al-Islam Haula Malidihi Alihi ash-Sholatu as-Salam, Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 40 dan Syaikh Muhammad Yusuf al-Islam bin Muhammad Rafiq al-Islam al-Azhariy al-Hanafiy al-Banjaladisyiy (Bangladish) dalam karyanya al-Qaul at-Tamma fi Syarhi Mulkhishu al-Imam fi Isbati al-Ihtifal bi Maulidi asy-Syarif wa al-Qiyam li Ta’dzumi Khairu al-Anam Alihi ash-Sholatu as-Salam, Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 35-36.

Penulis : Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Jaluddin Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthiy| Al-Hawi lil Fatawa fi al-Fiqhi wa Ulumi at-Tafsir wa al-Hadits wa al-Usul wa an-Nahwi wa al-I’rab wa Sairi al-Funun| Daru al-Kutub al-Ilmiyah Jilid 1 hal 184-185.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.