Syaikhona Moh Kholil Bagaikan Imam Sibawaih

oleh -1,878 views

Syekh Qusyairi mengatakan “Syaikhona Moh Kholil itu dalam ilmu nahwu seperti Imam Sibawaih dan dalam ilmu fiqih seperti Imam Nawawi” ungkapan tersebut disampaikan oleh RKH. Fakhrillah Aschal dalam kitab Risalatul Lathaif yang berisi tentang manakib Syaikhona Moh Kholil.

Dan lebih lengkapnya dalam manuskrip Syeikh Qusairi tersebut tertulis bahwa Syaikhona Moh Kholil dalam kewalian serta ilmu kasyafnya seperti Syeikh Abdul Qadir al-Jilany, sufi besar pendiri tarekat Qadiriyah, wafat 561 H.

Mungkin sudah masyhur bahwa Syaikhona Moh Kholil alim dalam ilmu nahwu, terlebih dalam kitab Alfiah Ibnu Malik karya Syeikh Muhammad bin Abdullah bin Malik al-Andalusy.

Saking alimnya, sampai-sampai setiap masalah yang ditanyakan kepada beliau sering dijawab dengan bait Alfia Ibnu Malik, baik itu berkaitan dengan shorof, fiqih ataupun masalah tauhid.

Dan dalam kitab Risalatul Lathaif tersebut juga diceritakan bahwa suatu ketika Syaikhona Moh Kholil ditanya tentang hukum makan menggunakan sendok, langsung saja beliau menjawab dengan bait Alfia yang berbunyi :

وَفِي اخْتِيَارٍ لاَ يَجِيء الْمُنْفَصِلْ
إذَا تَــــأَتَّى أنْ يَجِيء الْمُتَّــصِلْ

Artinya: “Di waktu ikhtiar, sebaiknya tidak mendatangkan dhomir munfashil (yang terpisah), Jika masih memungkinkan mendatangkan dhomir muttashil (yang tersambung)”

Dari jawaban Syaikhona Moh Kholil tersebut orang yang bertanya menjadi paham bahwa lebih utama makan tanpa menggunakan sendok selagi tidak dibutuhkan, dan apabila dibutuhkan, seperti karena panas maka boleh menggunakan sendok.

Selain itu, dalam kitab yang sama dikisahkan bahwa Syaikhona Moh Kholil juga pernah melantunkan satu bait Alfia tatkla ada sekelompok orang sowan kepadanya. Semuanya bersalaman dengan menyisipkan uang cabisen (Madura;red) kecuali satu orang yang tidak bersalaman dengan Syaikhona Moh Kholil karena malu tidak punya uang untuk disisipkan. Maka spontan langsung saja Syaichona Moh Cholil membaca bait Alfia yang berbunyi:

والــمــفـــرَدُ الــجـــامِـــدُ فــــــــارغٌ وإِنْ
يُـشْــتَــقَّ فَــهْـــوَ ذُو ضَـمــيــرٍ مُـسْـتَـكِــنْ

Artinya: Khobar mufrod yang jamid itu sunyi (dari dlomir), dan jika musytaq maka punya dlomir yang disimpan

Dari bait Alfia tersebut secara majas dapat diartikan bahwa ada satu orang yang bersikukuh untuk tidak bersalaman dengannya walaupun dalam hatinya dia ingin sekali bersalaman. Allahu a’lam.

Author : Fakhrullah

Editor : Fakhrul

 

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.