Batalkah Wudhu Jika Menyentuh Mantan Mertua?

oleh -7,510 views

Syaichona.net- Ada empat belas macam orang yang menjadi mahram (haram dinikahi) dalam madzhab Syafi’i, diantaranya adalah mahram sebab Mushaharah yaitu sebab menjadi mertua atau menantu.

Oleh karena itu hukum bersentuhan antara mertua dan menantu tidak membatalkan wudhu’. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Raudlah at-Thalibinnya :

النَّاقِضُ الثَّالِثُ: لَمْسُ بَشَرَةِ امْرَأَةٍ مُشْتَهَاةٍ، فَإِنْ لَمَسَ شَعْرًا، أَوْ سِنًّا، أَوْ ظُفُرًا، أَوْ عُضْوًا مُبَانًا مِنِ امْرَأَةٍ، أَوْ بَشَرَةَ صَغِيرَةٍ لَمْ تَبْلُغْ حَدَّ الشَّهْوَةِ، لَمْ يَنْتَقِضْ وُضُوءُهُ، عَلَى الْأَصَحِّ. وَإِنْ لَمَسَ مُحَرَّمًا بِنَسَبٍ، أَوْ رَضَاعٍ، أَوْ مُصَاهَرَةٍ، لَمْ يَنْتَقِضْ عَلَى الْأَظْهَرِ
[النووي، روضة الطالبين وعمدة المفتين، ٧٤/١]

Namun hal itu menjadi problem bagi sebagian orang ketika telah berpisah dengan pasangannya, apakah masih berstatus mahram dengan mantan mertuanya ?

Dalam hal ini, Syekh Abu bakar Syato ketika mensyarahi Fathul Mu’in karya Syeikh Zainuddin al-Malibary menyampaikan bahwa diantara hal-hal yang tidak dapat membatalkan wudhu’ selamanya adalah bersentuhan antara mertua dan menantu. Sebagaimana redaksi kitab I’anah at-Talibinnya :

(ونواقضه) أي أسباب نواقض الوضوء أربعة: – إلى أن قال – (و) رابعها: (تلاقي بشرتي ذكر وأنثى) ولو بلا شهوة، وإن كان أحدهما مكرها أو ميتا، -إلى أن قال -(لا) تلاقي بشرتيهما) (مع محرمية) بينهما، بنسب أو رضاع أو مصاهرة، لانتفاء مظنة الشهوة.قوله: أو مصاهرة أي توجب التحريم على التأبيد كأم الزوجة، بخلاف ما إذا كانت توجب التحريم لا على التأبيد كأخت زوجته، فإن الوضوء ينتقض بلمسها.
[البكري الدمياطي ,إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين ,1/79]

Dari redaksi yang disampaikan oleh syekh Abu bakar Syato tersebut sudah jelas bahwa hukum bersentuhan antara mertua dan menantu tidak membatalkan wudhu’ selamanya.

Baca juga : Bolehkah Membawa HP Saat Melaksanakan Sholat ?

Artinya meskipun menyentuh mantan mertua atau mantan menantu maka tetap tidak membatalkan wudhu’. Allahu a’lam.

Author : Fakhrullah

Publisher : Fakhrul

Referensi:

– Raudlah at-Thalibin | Imam Nawawi | Maktabah Syamilah.

– I’anah at-Talibin | Syekh Abu bakar Syato | Maktabah Syamilah.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.