Keistimewaan Hari Jumat

oleh -788 views

Syaichona.net- Ada beberapa perbedaan terkait nama hari Jum’at, ada yang menyebutnya Jumu’ah, Juma’ah dan Jum’ah. Sedangkan orang Indonesia menyebutnya hari Jum’at.

Hari Jum’at adalah hari rayanya orang Mu’min. Ia lebih mulia dari ‘Aidul Fitri dan ‘Aidul Adha. Dan di dalamnya terdapat banyak keistimewaan.

Antara lain yang disebutkan dalam hadits Nabi ﷺ :

إن لله عز وجل فى كل جمعة ستمائة ألف عتيق من النار وقال ﷺ : من مات يوم الجمعة أوليلة الجمعة كتب له أجر شهيد ووقى فتنة القبر

“Sesungguhnya bagi Allah pada setiap hari Jum’at terdapat seribu enam ratus hamba yang dibebaskan dari api Neraka. Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Barang siapa meninggal pada hari atau malam Jum’at, maka dicatat memperoleh pahala orang yang mati syahid dan diselamatkan dari fitnah kubur.””

Selain keistimewaan, pada hari Jum’at juga terdapat waktu istijabah, yaitu terkabulnya sebuah doa. Imam al-Ghazali berkata :

وفيه ساعة مبهمة لا يوافقها عبد مسلم يسأل الله إلا أعطاه إياها

“Pada hari Jum’at terdapat waktu yang dirahasiakan. Tidaklah seorang muslim memohon kepada Allah yang bertepatan dengan waktu tersebut, kecuali Allah akan mengabulkan hajatnya.”

Sebagian ulama menyebutkan waktu ijabah tersebut terjadi pada penghujung hari Jum’at, karena Allah menciptakan Nabi Adam setelah waktu Ashar pada hari Jum’at.

Akan tetapi menurut al-Qadi Iyadh, waktu ijabah itu terjadi sangat sebentar, yaitu ketika duduknya iman di atas mimbar sampai salamnya imam dari shalat Jum’at.

Agar mendapatkan waktu istijabah di hari Jum’at, seseorang dianjurkan untuk menyambutnya mulai dari waktu Ashar pada hari Kamisnya dengan membersihkan pakaian, memperbanyak tasbih dan istighfar serta bacaan dan amalan yang lainnya.

Wallahu A’lam

Oleh :Shofiyullah el_Adnany

Referensi : Syarhu Muraqil Ubudiyah | Syaikh Nawawi al-Banteni | halaman 53

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.