Lebih Utama Menyambung Bacaan al-Fatihah Atau Diwakafkan?

oleh -1,456 views

Syaichona.net- Saat kita menunaikan sholat, sendirian atau berjemaah, menjadi imam atau menjadi makmum. Ketika membaca Surat al-Fatihah, adakalanya washal (menyambung bacaan) antara Basmalah dengan permulaan Ayat al-Fatihah atau menyambung antara satu Ayat dengan ayat yang lain dalam al-Fatihah dan adakalanya membaca waqah (berhenti) disetiap permulaan Ayat. Mulai dari Basmalah sampai akhir surat al-Fatihah.

Lalu manakah yang lebih utama antara washal (menyambung bacaan) al-Fatihah dengan waqaf (berhenti) disetiap permulaan Ayat?

Untuk mengetahui jawabnya, mari kita simak penjelas ulama berikut:

Dalam beberapa literatur fikih madzhab Syafi’i terdapat keterangan sebagai berikut salah satunya dalam kitab Fathu al-Mu’in dan Syarah Hasyiyah I’anatu ath-Thalibin dijelaskan:

ويسن وقف على رأس كل آية حتى على آخر البسملة خلافا لجمع منها أي من الفاتحة وإن تعلقت بما بعدها للاتباع والأولى أن لا يقف على {أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ} لأنه ليس بوقف ولا منتهى آية عندنا فإن وقف على هذا لم تسن الإعادة من أول الآية

“Sunah wakaf didepan setiap Ayat dari al-Fatihah walaupun diakhir Basmalah—berbeda pendapat dengan kelompok ulama yang mengatakan sebaliknya—meskipun Ayat tersebut masih berkaitan dengan ayat setelahnya (dalam hal makna), alasannya karena sebab Ittiba’ (ikut kepada Nabi ﷺ). Yang lebih utama adalah tidak wakaf pada Ayat: ” أنعمت عليهم “, sebab menurut kita (Asy-Syafi’iyah) tidak ada wakaf disini dan dan bukan akhir Ayat. Jika terpaksa wakaf pada ayat itu, maka tidak disunahkan mengulang dari awal Ayat, yaitu: “صراط الذين”.

Dan Syaikh Abu Bakar Syatho dalam kitab I’anah Tholibinnya, menambahkan: “Perintah washal (menyambung bacaan) di atas berdasarkan hadist shahih:

أنه صلى الله عليه وسلم كان يقطع قراءته آية آية يقول: * (بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ) * ثم يقف، * (ٱلْحَمْدُ للَّهِ رَبّ ٱلْعَـٰلَمِينَ) * ثم يقف، * (ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ) * ثم يقف

“Bahwa Rasulullah ﷺ memutus (berhenti) bacaanya dalam setiap Ayat ke Ayat. Beliau membaca: “Bismillahir rahmanir rahim” kemudian berhenti. Lalu membaca: “alhamdulillahi rabbal Alamin” lalu berhenti. Setelah itu membaca: arrahmanir rahim.” Kemudian berhenti.”

Sementara menurut sekelompok ulama sebagainama yang dijelaskan Syaikh Abdul Aziz al-Maribariy dimuka, disunahkan washal (menyambung bacaan) al-Fatihah. Bahkan Syaikh Said bin Muhammad Ba’asyin ad-Daw’aniy al-Hadramiy dalam kitabnya Busyro al-Karim Syarah Masaili at-Ta’lim mengatakan:

ويندب وصل البسملة بالحمدلة للإمام وغيره، لماورد “أن من فعل ذلك غفر له، وقبلت حسناته، وتجوز عن سيئاته، وأعيذ من عذاب النار، وعذاب القبر، وعذاب يوم القيامة، ومن الفزع الاكبر”. قال في شرحي “الإرشاد”: نعم؛ الوقف على رؤوس الآي أفضل؛ للإتباع

“Dan dsisunahkan washal (menyambung bacaan) Basmalah dengan Alhamdulillah (pada bacaan fatihah) bagi imam ataupun selainnya karena ada keterangan hadits yang mangatakan: “Bahwa barang siapa yang melakukan hal tersebut, maka dosanya diampuni, diterima segala amal kebaikannya, dihilangkan segala kesalahannya, dijaga dari siksa neraka, dari siksa kubur, dari siksa hari Kiamat dan dari kepanikan yang besar.

(Syaikh Ibnu Hajar al-Haitamiy dalam dua Syarahnya (al-Imdad dan Fathu al-Jawad) mengatakan: “Iya, Tapi yang paling utama adalah waqaf (berhenti) pada setiap permulaan Ayat itu karena Ittiba’ (ikut kepada Nabi ﷺ).

Kesimpulannya, kesunahan waqaf (berhenti) pada setiap permulaan Ayat lebih utama dari washal (menyambung bacaan) dalam al-Fatihah karena sumbernya lebih valid dan kuat. Waallahu A’lamu.

Penulis : Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

Referensi:

✍️ Syaikh Abdul Aziz al-Maribariy| Fathu al-Mu’in| Al-Maktabah asy-Syamilah hal 104.

✍️ Sayyid Abi Bakr Syattha| Hasyiyah I’anatu ath-Thalibin| Al-Maktabah asy-Syamilah juz 1 hal 172.

✍️ Syaikh Said bin Muhammad Ba’asyin ad-Daw’aniy al-Hadramiy| Busyro al-Karim Syarah Masaili at-Ta’lim| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 228-229.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.