Batas Wajah dan Sesuatu yang Wajib dibasuh Saat Wudhu’

oleh -2,815 views

Syaichona.net- Di antara fardhu dalam wudhu’ adalah membasuh wajah. Sedangkan batas wajah adalah sebagaimana yang disampaikan para ulama fikih karya-karya mereka, salah satunya termaktub dalam kitab Fathu al-Qarib al-Mujib karya al-Allamah Ibnu Qasim al-Qhazy ala Matan Syaikh Abi Suja’, Maktabah Syamilah hal 33 adalah :

وحدّه طولاً ما بين منابت شعر الرأس غالباً وآخر اللحيين، وهما العظمان اللذان ينبت عليهما الأسنان، السفلى يجتمع مقدمهما في الذقن، ومؤخرهما في الأذنين وحدّه عرضاً ما بين الأذنين

“Batasan panjang wajah adalah anggota di antara tempat-tempat yang umumnya tumbuh rambut kepala dan pangkal Lahyaini (dua rahang). Lahyaini adalah dua tulang tempat tumbuhnya gigi bawah. Ujungnya bertemu di janggut dan pangkalnya berada di telinga. Dan batasan lebar wajah adalah anggota di antara kedua telinga.

وإذا كان على الوجه شعر خفيف أو كثيف، وجب إيصال الماء إليه مع البشرة التي تحته

Jika di wajah terdapat bulu yang tipis atau lebat, maka wajib membasuh pada bulu tersebut beserta kulit yang berada di baliknya atau di bawahnya.

Adapun rambut (bulu-bulu) yang ada disekitar jumlahnya ada 20, sebagaimana dikutip dari kitab Hasyiyah al-Bajuriy juz 1 hal 92-94, Hasyiyah asy-Syarqawy juz 1 hal 99, hasyiyah I’anatu ath-Thalibin 49-51, Ghayatu al-Muna Syarah Safinatu an-Najah 139-141 :

Yang 5 tunggal:

1- al-Ghamam (الغمم): الشعر النابت على الجبهة

“Bulu yang tumbuh pada dahi”.

2- al-Lihyah (اللحية): الشعر نبت على الذقن

“Bulu yang tumbuh pada dagu”

4- al-Anfaqah (العنفقة): الشعر النابت على الشفة السفلى

“Bulu yang tumbuh di bibir bagian bawah”.

5- asy-Syarib (الشارب) : الشعر النابت على الشفة العليا

“Bulu yang tumbuh di atas bibir atas”.

Yang 15 berpasangan:

1- العذاران: الشعران النابتان بين الصدغ والعارض المحاذيان للأذنين

“Dua bagian bulu yang tumbuh di antara الصدغ (pelipis) (الصدغ) dan العارض (brengos) sejajar dengan telinga.”

2- الحاجبان: الشعران النابتان على أعلى العينين

“Bulu yang tumbuh di atas dua mata”.

3- الخدان: الشعران النابتان على الخدين

“Bulu yang tumbuh di bagian pipi kiri dan kanan”.

4- العارضان: الشعران المنخفضان عن الأذنين إلى الذقن

“Bulu yang tumbuh di bawah dua telinga sampai dagu.”

5- السبالان: وهما طرفا الشارب

“Dua sisi (ujung) kumis.”

6- الأهداب الأربعة: الشعور النابتة على جفون العينين

“Bulu yang tumbuh di empat kelopak mata”.

Imam al-Ghazali menambahkan:

المنفكتان: الشعران النابتان على الشقة السفلى حول العنفقة و ما ينبت على الشفة السفلى محاذبا للعنفقة من الجانبين

“Dua bagian bulu yang tumbuh di di bibir bagian bawah sekitar bulu Anfaqah atau bulu yang tumbuh di bibir bagian bawah sejajar dengan bulu Anfaqah dari dua sisinya.

Dan bukan termasuk bagian dari wajah sebagaimana yang disampaikan Syaikh Muhammad bin Ahmad asy-Syarbiny dalam kitab Iqna’ fi Hilli alfadhi Abi Syuja’, Maktabah Syamilah juz 1 hal 41-42 dan Syaikh Muhammad bin Ali bin Muhammad Ba’atiyah  ad-Du’any dalam kitab Ghayatu al-Muna Syarah Safinatu an-Najah hal 139-141 adalah :

1- At-Tahdzif (التحذيف):

ما ينبت عليه الشعر الخفيف بين ابتداء العذار والنزعة

“Bulu tipis yang terletak di antara permulaan jambang (العذار) dan permulaan Naz’ah.

2- An-Naz’ah (النزعتان): بياضان يكتنفان الناصية

“Dua putih (kosong) yang meliputi ubun-ubun.”

3- An-Nashiyah (الناصية) :

مقدم الرأس حال كونه من أعلى الجبين

“Kepala bagian depan yang terletak di atas dahi  atau disebut (ubun-ubun).

4- ash-Shadagh (الصدغان) :

فوق الاذنين متصلان بالعذارين لدخولهما في تدوير الرأس

“Sesuatu yang terletak di atas telinga bersambung dengan dua jambang (العذار) karena kedua termasuk bagian dari kepala.”

5- Maudhu’u al-Ashal’i (موضع الصلع) :

ما بين النزعتين إذا انحسر عنه الشعر الرأس

“Sesuatu yang terletak di antara dua Naz’ah ketika rambut kepala telah rontok atau botak.

Catatan : Menurut beliau berdua, selain membasuh wajah, orang wudhu juga diwajibkan membasuh sebagian dari kepala, tenggorokan, di bawah rahang dan dua telinga serta suatu yang tampak dari merah dua bibir dan hidung yang dipotong karena membasuh wajah tidaklah sempurna kecuali dengan membasuh bagian-bagian wajah tersebut. Sebagaimana kaidah fikih mengatakan:

ما لايتم الواجب إلا به فهو وجب

“Sesuatu yang perkara wajib tidak bisa sempurna kecuali dengannya maka suatu itu hukumnya wajib.”

Dan termasuk dari bagian wajah adalah suatu yang putih (tanpa ditumbuhi bulu) yang terletak antara jambang (العذار) dan telinga kerana masuk dalam batasan wajah. Sementara anak telinga, menurut pendapat yang Mu’tamad bukanlah termasuk wajah tetapi sunah dibasuh karena keluar dari pendapat ulama yang mewajibkan membasuhnya.

Bagi orang yang wudhu, juga disarankan agar memperhatikan sudut dan tepi sekitar mata dengan berusaha membasuhnya karena kadang ada kotoran mata (belek. Jawa) yang dapat menghalangi sampainya air padanya. Waallahu A’lam.

Penulis : Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

Untuk lebih jelasnya lihat Gamabar.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.