Perbaiki Tekat dan Semangat, Sebelum Ramadhan Benar-benar Meninggalkan Kita

oleh -950 views

Syaichona.net- Tidak terasa sudah di pertengahan jalan Ramadhan menemani kita, banyak pahala, keberkahan dan ampunan yang ditebarkan agar kita bisa meraihnya sebagai bekal menyambut hari kemenangan yang fitri dan memanin sepenuhnya di akhirat nanti.

Namun kadang kita masih berleha-leha berpangku tangan, terlego dalam tidur seharian dan sibuk dengan menyiapkan makanan enak ketika berbuka dan sahur maski melihat orang lain berlomba-lomba meraih berkah Ramadhan siang dan malam dengan ibadah. Kita masih sering membiarkan hari-hari Ramadhan berlalu begitu saja seperti tidak ada yang istimewa di bulan suci ini. Padahal Rasulullah ﷺ telah bersabda:

أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Artinya: “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.” (HR. Ibnu Abi ad-Dunya, al-Khatib al-Baghdadi dan Ibn ‘Asakir.)

Dikesempatan yang lain di bulan Ramdhan Rasulullah ﷺ bersabda:

لو يعلمُ العبادُ ما رمضانُ لتمنَّت أمَّتي أن تكونَ السَّنةُ كلُّها رمضانَ فقال رَجُلٌ من خزاعةَ يا نبيَّ اللهِ حدِّثْنا فقال إنَّ الجنَّةَ لتُزيَّنَ لرمضانَ من رأسِ الحوْلِ إلى الحوْلِ فإذا كان أوَّلُ يومٍ من رمضانَ هبَّت ريحٌ من تحتِ العرشِ فصفَّقت ورقُ أشجارِ الجنَّةِ فتنظرُ الحورُ العينُ إلى ذلك فيقلن يا ربَّنا اجعلْ لنا من عبادِك في هذا الشَّهرِ أزواجًا نقرُّ بهم وتقرُّ أعينُهم بنا قال فما من عبدٍ يصومُ يومًا من رمضانَ إلَّا زُوِّج زوجةً من الحورِ العينِ في خيمةٍ من درَّةٍ كما نعت اللهُ عزَّ وجلَّ { حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ } على كلِّ امرأةٍ منهنَّ سبعون حُلَّةً ليس منها حُلَّةٌ على لونِ الأخرَى وتُعطَى سبعين لونًا من الطِّيبِ ليس منه لونٍ على ريحِ الآخرِ لكلِّ امرأةٍ منهنَّ سبعون ألفَ وصيفةٍ لحاجتِها وسبعون ألفَ وصيفٍ مع كلِّ وصيفٍ صفحةٌ من ذهبٍ فيها لونُ طعامٍ يجِدُ لآخرِ لُقمةٍ منها لذَّةً لم يجدْه لأوَّلِه ولكلِّ امرأةٍ منهنَّ سبعون سريرًا من ياقوتةٍ حمراءَ على كلِّ سريرٍ سبعون فراشًا بطائنُها من إستبرقٍ فوق كلِّ فراشٍ سبعون أريكةً ويُعطَى زوجُها مثلَ ذلك على سريرٍ من ياقوتٍ أحمرَ موشَّحًا بالدُّرِّ عليه سُوران من ذهبٍ هذا بكلِّ يومٍ صامه من رمضانَ سوَى ما عمِل من الحسناتِ

Artinya: “Seandainya para hamba tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, maka sungguh mereka akan berharap satu tahun itu Ramadhan penuh.”

Lalu seorang dari Khuza’ah berkata, “Wahai Nabi Allah! Kabarilah kepada kami (keutamaan Ramadhan tersebut)!”.

Rasulullah ﷺ pun bersabda, “Sesungguhnya surga dihiasi untuk (menghadapi) bulan Ramadhan dari permulaan tahun ke tahun (berikutnya). Maka apabila masuk hari pertama di bulan Ramadhan, bertiuplah angin dari bawah ‘Arsy, dan berdesirlah dedaunan pohon-pohon surga. Kemudian para bidadari melihatnya , dan mereka berkata, Wahai Rabb kami, jadikanlah untuk kami dari hamba-hamba-Mu yang shalih di bulan ini sebagai para suami yang kami berbahagia dengan mereka dan mereka pun berbahagia dengan kami”.

Beliau pun kembali bersabda, “Tidaklah seorang hamba pun berpuasa satu hari di bulan Ramadhan, melainkan ia pasti akan dinikahkan dengan isteri dari kalangan bidadari di dalam kemah yang terbuat dari mutiara, sebagaimana Allah ﷻ sifatkan mereka dalam firman-Nya: (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah (kemah). [QS. Ar-Rahman: 72]. Setiap orang dari bidadari-bidadari tersebut memiliki tujuh puluh jubah, yang masing-masingnya berwarna berbeda dari warna jubah yang lainnya. Para bidadari itu pun diberi tujuh puluh jenis parfum, yang masing-masingnya beraroma berbeda dari yang lainnya. Mereka pun memiliki tujuh puluh ribu pelayan, yang masing-masing dari pelayan tersebut membawa nampan dari emas yang di atasnya terdapat makanan yang setiap suapan dari makanan tersebut memiliki kelezatan yang berbeda dari kelezatan suapan-suapan berikutnya. Kemudian para bidadari itu pun memiliki tujuh puluh ranjang terbuat dari permata berwarna merah, yang di atas setiap ranjang tersebut terdapat permadani yang bantalannya terbuat dari sutera . Dan di atas setiap permadani tersebut terdapat dipan-dipan. Demikianlah para suami mereka pun diberi hal yang sama. Mereka berada di atas ranjang yang terbuat dari permata merah yang dihiasi oleh mutiara, dan berpagarkan emas. Ini adalah balasan untuk satu harinya di bulan Ramadhan, belum termasuk pahala lainnya dari amal-amal baik yang ia kerjakan”. (Hadits ini kami riwayatkan dari Abu al-Khattab Ziyad bin Yahya al-Hasaniy, Sahal bin Hammad Abu Uttab, Said bin Abi Yazid, Muhammad bin Abi Yusuf dari Jarir bin Ayyub al-Bajaliy dan dari asy-Sya’biy dari Nafi’ bin Burdah).

So, sebelum Ramadhan benar-benar meninggalkan kita sepenuhnya, marilah kita perbarui lagi tekat dan semangat kita dalam beribadah puasa untuk meraup berkah Ramadhan agar kita nanti tidak menjadi yang orang menyesal dan rugi di hari fitri. Amin

Penulis : Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

Referensi:

✍️ Syaikh Abdurrauf al-Manawiy| Faidhu al-Qadir Syarah al-Jami’ ash-Shaghir| Daru al-Ma’rifah juz 3 hal 86.

✍️ Syaikh Ali bin Sulthan Muhammad al-Qariy| Miraqtu al-Mafatih| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 4 hal 401.

✍️ Syaikh Ahmad Ibnu Hajar al-Haitamiy| Ithafu Ahlu al-Islam bi Khususiyati ash-Shiyam| Maktabah ath-Tayyibah hal 49.

✍️ Syaikh Abu Bakar bin Ishak bin Khuzaimah as-Sullamiy an-Naisaburi| Shahih Ibnu Khuzaimah| al-Maktabah al-Islami juz 3 hal 190-191.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.