Meluapnya Air Zamzam di Malam Nisfu Sya’ban

oleh -1,057 views

Syaichona.net- Dulu, guru dan orang tua mengajarkan kepada saya, ketika datang malam Nishfu Sya’ban untuk mengambil air sumur, bertepatan pada adzan Maghrib berkumandang.

Pasalnya, menurut mereka ketika datang malam Nishfu Sya’ban, semua sumberan di muka bumi dialiri air Zamzam. Karena pada waktu itu Allah menambah jumlah air Zamzam sehingga mengalir ke seluruh sumberan di dunia.

Sebagaimana keterangan dalam kitab Kanzun Najah was Surur yang dikutip dari kitab Tuhfatul Ikhwan :

قال : ومن عادة الله تعالى في هذه اليلة : أن يزيد فيها ماء الزمزم زيادة ظاهرة

Ulama mengatakan, “Sebagian dari kebiasaan Allah pada malam itu (Nishfu Sya’ban), menambah (jumlah) air Zamzam dengan tambahan yang jelas.”

Menurut ulama, jumlah air Zamzam pada malam Nishfu Sya’ban oleh Allah ditambah, sehingga mengalir ke semua sumberan yang ada di bumi.

Kalau di bulan Rajab sebaliknya, yaitu semua sungai mengalir kepada air Zamzan untuk memuliakan bulan Rajab, sebagaimana dikatakan oleh Wahab bin Munabbih :

قال وهب بن منبه رضي الله تعالى عنه : جميع أنهار الدنيا تزور زمزم في شهر رجب تعظيما لهذه الشهر

Berkata Wahab bin Munabbih radhiyallahu ‘anhu, “Semua sungai di dunia mengalir ke air Zamzam pada bulan Rajab, karena untuk mengagungkan bulan tersebut.”

Sedang keutamaan air Zamzam seperti disebutkan dalam hadits, sesuai dengan niat peminumnya. Rasulullah bersabda :

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air Zam-zam berkhasiat sesuai dengan niat peminumnya.” (HR. Ibn Majah)

Diantara khasiat dan air Zamzam, adalah dapat dikaruniai seorang keturunan yang alim dan ahli qiraah.

عالم القراءات المشهور إبن الجزري إسمه (محمد بن محمد بن محمد) كان أبوه تاجرا، فمكث أربعين سنة لا يولد له، ثم حج فشرب من ماء زمزم بنية أن يولد له ولد عالم (أخذا من الحديث : ماء زمزم لما شرب له) فولد له هذا العالم الجليل. (الضوء اللامع للسخاوى)

“Seorang ulama yang sangat alim, yang terkenal dengan nama Ibnu Jazari, bernama asli Muhammad bin Muhammad bin Muhammad. Orang tuanya adalah seorang pedagang, dimana selama empat puluh tahun tidak mempunyai keturunan. Kemudian itu melaksanakan ibadah haji, dan meminum air Zamzam dengan niat agar dikaruniai seorang anak yang alim (karena mengamalkan hadits “Air Zam-zam berkhasiat sesuai dengan niat peminumnya.”) Akhirnya dia (orang tuanya itu) diberi keturunan yang kelak menjadi ulama ahli qiraah.”

Wallahu A’lam

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.