Bulan Ramadhan Momentum Istimewa Dalam Berinfak di Jalan Allah ﷻ

oleh -493 views

Syaichona.net- Bulan Ramadhan selain disebut bulan penuh ampunan dan semua pahala amal kebajikan dilipat gandakan serta doa-doa akan dikabulkan, bulan Ramadhan juga menjadi momentum istimewa bagi siapa pun yang ingin menginfakan harta di jalan Allah ﷻ.

Syaikh Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar as-Suyutihiy (w. 911 h) dalam al-Jami’ ash-Shaghir Min Ahditsi al-Basyar an-Nadzir menyampaikan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

انْبَسِطُوا فِي النَّفَقَةِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ ، فَإِنَّ النَّفَقَةَ فِيهِ كَالنَّفَقَةِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ (اﺑﻦ ﺃﺑﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﻲ ﻓﻀﺎﺋﻞ ﺭﻣﻀﺎﻥ) ﻋﻦ ﺿﻤﺮﺓ ﻭﺭاﺷﺪ ﺑﻦ ﺳﻌﺪ ﻣﺮﺳﻼ

“Lapangkan nafkah di bulan Ramadhan. Sebab melapangkan nafkah di dalamnya seperti jihad di jalan Allah”. (HR. Ibnu Abi ad-Dunya dalam bab Fadhilu Ramadhan dari riwayat Dhamirah dan Rasyid bin Sa’ad berupa hadits Mursal).

Kemudian Syaikh Muhammad Abdurrauf al-Manawiy (w. 1031 h) dalam Faidhu al-Qadir menjelaskan kandungan hadits ini, beliau mengatakan: “Maksud dari kalimat “melapangkan nafkah” adalah perbanyaklah melapangkan nafkah kepada kelurga dan handai taulan begitu juga kepada fakir miskin jika telah lebih dari menafkahi mereka. Sedangkan yang maksud kalimat “nafkah di dalamnya seperti jihad di jalan Allah” adalah banyaknya pahala dan lebur dosa-dosa sebanding dengan pahala nafkah atas jihad di jalan Allah ﷻ, yaitu memerangi musuh agar panji-panji Allah ﷻ tetap luhur dan paji-paji kekafiran runtuh. Pernyataan ini sebagai jawaban dari pertanyaan seseorang bahwa Jihad baginya tidak lebih penting dari pada menafkahkan hartanya di bulan Ramadhan.”

Sementara mengenai para perawi hadits ini, Syaikh al-Manawiy mengatakan; “Para perawi hadits ini terbilang Tsiqah (dapat dipercaya) yaitu diriwayatkan dari Dhamirah dan Rasyid bin Sa’ad al-Muqra’i al-Himshiy. Banyak hadits Mursal ditemukan bersumber dari mereka berdua dan mereka tergolong perawi hadits tingkatan ketiga atau mereka adalah Tabi’it-tabi’in. Mereka banyak me-mursal-kan hadits dari Sa’ad dan ‘auf bin Malik, gugur sebagai syahid di perang Shiffin. Nama yang disebut terakhir menurut Adz-Dzahabiy tergolong perawi Tsqah wafat pada tahun 113 H. Waallahu A’lamu

Penulis : Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

✍️ Syaikh Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar as-Suyuthiy| Al-Jami’ ash-Shaghir Min Ahditsi al-Basyar an-Nadzir| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 1 hal 162.

✍️ Syaikh Muhammad Abdurrauf al-Manawiy| Faidhu al-Qadir Syarah Al-Jami’ ash-Shaghir Min Ahditsi al-Basyar an-Nadzir| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 3 hal 62.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.