Tujuan Mencari Ilmu Dan Cara Memperolehnya

oleh -1,291 views

⊃Di antara tips sukses menuntut ilmu Allah ﷻ adalah dengan mengetahui cara memperolehnya dan niat baik semata-mata kerena mencari ridho Allah ﷻ, kebahagian di akhirat dan menghilangkan kebodohan.

Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Banten dalam karyanya Qami’u ath-Thughyan al-Mandhumati Sya’bi al-Iman mengatakan:

(واعلم) أن تحصيل العلم على نوعين كسبي وسماعي فالكسبي هو العلم الحاصل بمداومة الدرس والقراءة على الأستاذ، والسماعي هو التعلم من العلماء بالسماع في أمور الدين والدنيا وهذا لا يحصل إلا بمحبة العلماء والإختلاط معهم والمجالسة لهم والإستفسار منهم.

“Ketahuilah, bahwa keberhasilan ilmu dapat diraih dengan dua cara : Dengan cara Kasbiy dan sama’iy.

Cara kasab adalah ilmu yang dihasilkan dengan cara tekun belajar dan membaca di depan guru (dalam pesantren dikenal sistem sorogan dan bandungan).

Cara sama’i adalah belajar ilmu dari ulama dengan cara mendengarkannya, baik urusan dunia maupun akhirat dan cara ini tidak akan berhasil kecuali dengan adanya mahabah (kecintaan) pada ulama, bergaul bersamanya, duduk belajar bersamanya, mendengarkan penafsiran dan penjabarannya.

ويجب على المتعلم أن ينوي بتحصيل العلم رضا الله تعالى والدار الآخرة وإزالة الجهل عن نفسه وعن سائر الجهال وإحياء الدين وإبقاء الإسلام بالعلم وينوي به الشكر على نعمة العقل وصحة البدن ولا ينوي به إقبال الناس إليه واستجلاب متاع الدنيا والإكرام عند السلطان وغيره.

Dan wajib atas orang yang belajar (yang menuntut ilmu) menanamkan niat dalam menghasilkan ilmu itu untuk menggapai ridho Allah ﷻ, kebahagian di akhirat, menghilangkan kebodohan dari dirinya dan juga orang lain, menghidupkan syi’ar agama, mengokohkan Islam dengan ilmu, bersyukur atas nikmat karena diberikan akal yang sempurna dan atas kesehatan tubuh. Jangan punya niat berambisi dijadikan tokoh oleh masyarakat, menarik keuntungan duniawi atau materi, diberikan kedudukan dalam kepemerintahan dan tujuan-tujuan lainya yang menyalahi tujuan menuntut ilmu menurut pandangan syara’.”

Kemudian Syaikh Muhammad Nawawi Banten memetik firman Allah ﷻ:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ﴿المجادلة : ۱۱﴾

Artinya: “Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11).

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ ﴿الزمر : ۹

Artinya: Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9).

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Banten| Qami’u ath-Thughyan al-Mandhumati Sya’bi al-Iman| Hidayutu ath-Thullab Petuk Semen Kediri hal 7.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.