Bagi Imam Sunnah Diam Sejenak Dalam Empat Keadaan

oleh -592 views

Syaichona.net- Bagi anda yang bertugas sebagai imam shalat, baik di masjid bersama para jamaah, atau di rumah bersama keluarganya, terutama bagi kaum jomblo yang menjadi imam shalat di depan calon mertuanya,, hendaknya memperhatikan apa-apa yang wajib atau yang sunnah bagi seorang imam.

Di antara yang disunnahkan bagi seorang imam pada waktu shalat Jahriyah (shalat yang dinyaringkan bacaannya, yakni shalat Maghrib, Isya’ dan Subuh) adalah “Diam.”

Diam yang dimaksud adalah tidak membaca apapun sesuai aturannya, karena ada maksud tertentu. Dan diamnya imam tersebut sebagai pemisah dari dua bacaannya imam, dan hukumnya sunnah.

Al-Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarafuddin an-Nawawi asy-Syafi’i atau yang kita kenal dengan sebutan Imam Nawawi berkata dalam kitab at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran, halaman 104 berikut ini :

قال أصحابنا : يستحب للإمام فى الصلاة الجهرية أن يسكت أربع سكتات فى حال القيام

Para ulama Syafiiyah berkata, “Disunnahkan bagi seorang imam pada shalat Jahriyah (shalat yang dinyaringkan bacaannya) untuk diam empat (4) kali diam dalam waktu berdiri.

إحداها – بعد تكبيرة الإحرام ليقرأ دعاء التوجه، وليحرم المأمومون

Pertama, diam setelah melakukan takbiratul ihram, untuk membaca doa Iftitah, dan memberi waktu kepada ma’mumnya untuk melakukan takbiratul ihram.

والثانية – عقيب الفاتحة سكتة طويلة جدا بين آخر الفاتحة وبين آمين، لئلايتوهم أن آمين من الفاتحة

Kedua, diam yang sangat panjang setelah selesai membaca surah al-Fatihah (dengan diam lebih panjang dari diam yang pertama), yaitu diam antara selesai membaca surat al-Fatihah dan membaca Amin, supaya tidak ada yang mengira bahwa Amin adalah bagian dari surah al-Fatihah.

والثالثة – بعد آمين سكتة طويلة بحيث يقرأ المأمومون الفاتحة

Ketiga, diam setelah selesai membaca Amin dengan diam yang panjang juga, ukuran panjangnya sekiranya ma’mum selesai membaca surah al-Fatihah.

والرابعة – بعد الفراغ من السورة يفصل بها بين القراءة وتكبيرة الهوي إلى الركوع

Keempat, diam setelah selesai membaca surah al-Quran setelah membaca al-Fatihah, sebagai pemisah antara membaca surah al-Quran dengan takbir turun untuk melakukan ruku’.

Demikian itu diamnya imam di dalam shalat yang remeh pekerjaannya, namun mendapat pahala bagi yang melakukannya.

Wallahu A’lam, semoga bermanfaat.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.