Mungkinkah Melihat Alm. RKH. Fakhrillah Aschal di Majelisan?

oleh -1,033 views

Syaichona.net- Pada acara Harlah Fakher’s Mania ke-11 yang diadakan di timur Alun-alun kota Bangkalan, 22 Februari 2023, seorang anak usia 5 tahunan bernama M. Yusril Azro (putra dari Ketua Fakher’s Mania Konang) mengaku melihat RKH. Fakhrillah Aschal rahimahullah.

Katanya beliau masih hidup, ikut sholawatan bersama Fakher’s Mania, dan duduk bersebelahan di samping Lora Muhammad Asyrof Uwais al-Qorni, beliau berpakaian baju putih.

Menurut akal, anak seusia itu sulit untuk berbohong, namun tentang kebenaran sejatinya hanya Allah dan dia yang tahu.

Tapi rupanya yang pernah melihat beliau hadir di tengah-tengah majelis, bukan hanya anak itu. Ada beberapa orang yang pernah mengalami hal serupa, melihat al-Marhum hadir di majelis sholawatnya Fakher’s Mania. Bahkan ada yang mengaku pernah dihadiri beliau ketika orang itu (tidak disebut namanya) sedang mengendarai speda motor. Al-Marhum memboncenginya, terlihat jelas dari kaca spionnya. Lalu karena orang itu penasaran, tangannya ditaruh ke belakang, sembari memastikan, apakah itu benar-benar beliau. Tapi seketika itu beliau menghilang.

Kejadian semisal di atas, sangat mungkin terjadi menurut para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, kalau ditinjau dari bab karamatul auliya. Bisa saja karamahnya al-Marhum RKH. Fakhrillah Aschal oleh Allah ditampakkan kepada beberapa orang pecintanya setelah beliau wafat.

Karena batinnya orang saleh akan terhubung dengan muridnya sehingga muridnya mendapatkan keberkahan dari itu, sebagaimana dikutip oleh Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes Sayid Ahmad Zaini Dahlan berikut ini :

قال سيدي العلامة أحمد دحلان رحمه الله في تقريب الأصول لتسهيل الوصول قد صرح كثير من العارفين أن الولي بعد وفاته تتعلق روحه بمريديه فيحصل لهم ببركاته أنوار وفيوضات

“Sayyid Ahmad Zaini Dahlan rahimahullah dalam Taqribul Ushul li Tashilil Wushul mengatakan, bahwa banyak orang saleh dengan makrifat kepada Allah menyatakan secara jelas bahwa batin seorang wali Allah sesudah ia wafat akan terhubung dengan para muridnya sehingga berkat keberkahan gurunya itu mereka mendapatkan limpahan cahaya dan aliran anugerah Allah.”

Bahkan menurut Sayid Abdullah bin Alawi al-Haddad, dan sangat sering disampaikan pula oleh RKH. Fakhrillah Aschal sewaktu hidupnya di pengajian-pengajian beliau, bahwa perhatian seorang wali setelah wafat kepada kerabat, santri dan pecintanya lebih besar dibanding perhatiannya ketika masa hidupnya.

وممن صرح بذلك قطب الإرشاد سيدي عبد الله بن علوى الحداد فإنه قال رضي الله عنه الولي يكون اعتناؤه بقرابته واللائذين به بعد موته أكثر من اعتنائه بهم في حياته لأنه كان في حياته مشغولا بالتكليف وبعد موته طرح عنه الأعباء والحي فيه خصوصية وبشرية وربما غلبت إحداهما الأخرى وخصوصا في هذا الزمان فإنها تغلب البشرية والميت ما فيه إلا الخصوصية فقط

“Salah seorang yang menjelaskan masalah ini adalah Quthbul Irsyad Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Ia mengatakan bahwa perhatian seorang wali setelah ia wafat terhadap kerabat dan orang-orang yang ‘bersandar’ kepadanya lebih besar dibandingkan perhatiannya terhadap mereka seketika ia hidup. Hal demikian terjadi karena ia saat hidup sibuk menunaikan berbagai kewajiban. Sementara setelah wafat, beban kewajiban itu sudah diturunkan dari pundaknya. Wali yang hidup memiliki keistimewaan dan memiliki sisi manusiawi. Bahkan terkadang salah satunya lebih dominan dibanding sisi lainnya. Terlebih lagi di zaman sekarang ini, sisi manusiawinya lebih dominan. Sementara seorang wali yang telah meninggal dunia hanya memiliki sisi keistimewaan.”

Sebagai karamah, apapun bisa dan mungkin terjadi, karena karamah adalah hadiah dari Allah yang diberikan kepada orang-orang tertentu, sebagai bukti kalau dia pengikut Nabi Muhammad ﷺ yang benar. Kalau para Rasul punya mu’jizat, para wali punya karamah.

Dengan mu’jizatnya, Nabi Muhammad ﷺ pernah bertemu dengan nabi-nabi terdahulu ketika peristiwa Isra Mi’raj. Bahkan Nabi menjadi Imam salat mereka secara nyata. Dan ketika mi’raj, Nabi Muhammad ﷺ berkali-kali berjumpa Nabi Musa ‘alaihis salam.

Kejadian senada juga pernah dialami oleh Sayidina Utsman radhiyallahu ‘anhu sahabat Nabi ﷺ. Beliau didatangi oleh Nabi ﷺ secara sadar, bahkan diberi minuman ketika para pemberontak mengepung beliau, dan Nabi ﷺ waktu itu sudah wafat.

Selain kejadian-kejadian di atas, Syaikh Amin bin Syaikh Sa’duddin al-Murad guru tarekat al-Marhum RKH. Fakhrillah Aschal juga menegaskan, bahwa al-Marhum memang selalu hadir di majelisan, dan memerhatikan para pecintanya. Bahkan beliau juga mengatakan, siap-siap para Fakher’s Mania mungkin saja akan didatangi al-Marhum secara yaqdatan wa manama (dalam sadar atau bermimpi).

Semoga kita diakui sebagai santrinya dan mendapatkan barakahnya. Amin.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Publisher : Fakhrul

Referensi : Syekh Ihsan M Dahlan Jampes, Sirajut Thalibin ala Minhajil Abidin juz I, halaman 466.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.