Dapat Ilmu Ladunni Berkat ziarah Kubur

oleh -678 views

Syaichona.net- Diceritakan, dulu ketika Syaichona Moh. Cholil Bangkalan (selanjutnya ditulis Syaichona) mondok di salah satu pondok di tanah jawa, lebih tepatnya di desa Winongan, Pasuruan, kyainya yang bernama Kyai Abu Dzarrin sudah wafat beberapa hari sebelum kedatangan Syaichona.

Namun karena dari inginnya beliau belajar kepada sang guru, meskipun sang gurunya sudah meninggal dunia, beliau akhirnya berziarah ke makam calon gurunya tersebut.

Di atas maqbarah itu Syaichona berkata, “Kadhih napah panjhenengan ampon sedheh, kiaeh, kauleh ghilok ngajhih, ghik terro ngajhieh.” (Kenapa jenengan sudah wafat, kyai, padahal aku belum belajar dan masih mau belajar)

Kemudian Syaichona bertawassul kepada calon gurunya tersebut dan membaca al-Quran selama empat puluh satu hari (41 hari).

Diakhir ziarah ke 41 harinya, beliau tertidur dan bermimpi diajari oleh gurunya yang sudah meninggal tersebut pelajaran ilmu Nahwu. Setelah terbangun dari tidurnya beliau langsung mendapatkan ilmu Ladunni, sehingga hafal kitab Alfiyah, Jurumiyah dan ‘Imrithi.

Kejadian tersebut diabadikan, sampai sekarang di makam Syaikh Abu Dzarrin tertulis sebagai berikut :

هذا قبر المرحوم الشيخ أبو ذر ولي الله نال العلم اللدني المرحوم شيخنا محمد خليل بن عبد اللطيف دمغان بنكلان ولي الله بسب الإعتكاف فى هذا المحل

“Ini makam Syaikh Abu Dzarrin waliyullah, telah mendapatkan ilmu Ladunni Syaichona Moh. Cholil bin Abdul Lathif Demangan Bangkalan waliyullah, berkat beri’tikaf di tempat ini.”

Rupanya hal demikian, dahulu juga pernah dilakukan oleh Imam asy-Syafii, bertabarruk kepada Imam Hanafi, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tarikh Baghdad 1/123 berikut :

إني لأتبرك بأبي حنيفة وأجيء إلى قبره في كل يوم يعني زائرا فإذا عرضت لي حاجة صليت ركعتين وجئت إلى قبره وسألت الله تعالى الحاجة عنده فما تبعد عني حتى تقضى

“Sesungguhnya aku akan bertabarruk dengan Abu Hanifah. Aku akan datang ke kuburnya setiap hari yaitu untuk berziarah. Apabila aku mempunyai satu hajat, aku pun shalat dua raka’at lalu datang ke kuburnya untuk berdoa kepada Allahta’ala tentang hajat tersebut di sisinya. Maka tidak lama setelah itu, hajatku pun terpenuhi.”

Semoga kita mendapat barakah semua guru-guru kita.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Publisher : Fakhrul

Referensi : Dari berbagai sumber

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.