Istri Ngidam dan Hukum Suami Menurutinya

oleh -861 views

Syaichona.net- Ngidam sering kali menjadi tanda bagi wanita sedang hamil. Sampai saat ini medis belum menemukan korelasi yang ilmiah antara wanita hamil dan ngidam.

Hanya saja, mungkin itu adalah perubahan hormon dalam tubuh wanita hamil, yang membuat indra perasa dan penciumannya lebih sensitif, sehingga wajar kalau kadang menginginkan yang manis, asam atau asin.

Yang menjadi tidak wajar ketika menginginkan sesuatu yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan indra perasa dan penciuman. Semisal ngidam Hp Black Berry.

Ini terjadi ketika istri saya mengandung anak pertama. Dia ngidam Hp Black Berry, dan mengancam saya kalau tidak dituruti anaknya bakal ngileran.

Saya pun berusaha memenuhi permintaannya. Alasannya, pertama agar dia senang. Kedua, agar nanti kalau anak ngileran tidak menyalahkan saya.

Dan yang paling lucu, ada salah satu teman saya yang senang sekali dengan baunya kotoran sapi. Dia betah sekali kalau ada di kandang sapi, hanya demi menghirup bau kotorannya.

Selain menginginkan sesuatu yang tidak biasa, orang hamil kadang juga benci atau jijik pada sesuatu yang biasanya disenanginya.

Ada orang hamil jijik dengan bau makanan-makanan tertentu, ada yang benci air sehingga tidak mandi-mandi, ada yang benci mata hari sehingga tidak mau keluar rumahnya, bahkan ada yang benci suaminya sendiri sehingga suaminya diusir.

Lalu bagaimana hukum menuruti kemauan orang yang sedang ngidam? Dalam kitab Hasyiatul Bujairomi alal Khatib dijelaskan sebagai berikut :

ينبغى أن يجب ما تطلبه المرأة عند ما يسمى بالوحم من نحو ما يسمى بالملوحة اذا اعتيد ذلك

“Sebaiknya suami menuruti selera perempuan hamil yang dikenal dengan ngidam seperti halnya ketika menginginkan yang asam-asam sebagaimana yang menjadi adat kebiasaan.”

Karena itu dapat menyenangkan hatinya, yang sangat berpengaruh pada kondisi janin yang dikandungnya. Dengan catatan barang yang diinginkan bisa dijangkau dan tidak membahayakan pada diri dan janinnya.

Dalam kondisi hamil dengan rasa sakit yang tidak tertahankan karena hendak melahirkan, Siti Maryam hampir putus asa, hingga mengharapkan kematian.

Lalu malaikat Jibril menyeru seraya menghiburnya dan menyuruhnya makan, minum dan bersenang hati.

فَكُلِی وَٱشۡرَبِی وَقَرِّی عَیۡنࣰاۖ

“Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau.” (QS. Maryam: 26)

Dengan demikian, wanita hamil memang dianjurkan makan, minum dan senang hati. Untuk itu, menuruti permintaannya adalah sebagai bentuk menyenangkan hatinya.

Wallahu A’lam

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.