Ra Nasih : Ketika Kak Fakhri Ngabuleh di Sidogiri

oleh -1,696 views

Syaichona.net- Ahad, 25 September 2022. RKH. Muhammad Nasih Aschal membedah buku karya tulisnya yang mengulas tentang perjalanan hidup al-Marhum wal-Maghfurlah RKH. Fakhrillah Aschal, yang mana acara bedah buku tersebut merupakan salah satu rangkaian acara pada Mubes kedua ini.

Buku yang berjudul “RKH. Fakhrillah Aschal Perjuangan dan Keteladanan” itu mengulas banyak sekali kisah-kisah RKH. Fakhrillah Aschal, mulai dari sejak lahir hingga wafatnya.

Dalam bedah buku tersebut Ra Nasih menyampaikan beberapa hal terkait perjalan hidup RKH. Fakhrillah Aschal, beliau mengatakan bahwa RKH. Fakhrillah Aschal dalam menimba ilmu di Pondok Pesantren Sidogiri selalu mencari ruang untuk mendapatkan barokah dari para gurunya.

“Masyhur bahwa Kiai Fakhri ketika di Pondok Pesantren Sidogiri dikenal dengan ngabulehnya (Madura;red), Kiai Fakhri dalam ngabuleh tidak ada yang menyuruh dan tidak ada yang memerintahnya, beliau berangkat dari kemauannya sendiri,” ujarnya.

Ra Nasih juga menyampaikan bahwa RKH. Fakhrillah Aschal sangat menjaga rasa hormat dan takdzim kepada guru-gurunya, baik ketika di Pondok Pesantren Sidogiri maupun di Makkah al-Mukarromah.  Bahkan diceritakan konon ketika RKH. Fakhrillah Aschal ingin menghadap gurunya, jika nominal uang yang akan di bawa nyabis (Madura ; Red) kepada gurunya itu kurang, maka beliau tidak berangkat.

Selain itu, menurut Ra Nasih sosok kakaknya itu adalah seorang tokoh ulama yang fenomenal, disaat yang lain tidak berani melakukan suatu dakwah, beliau berani bergerak, di saat yang lain takut di jelek jelekkan, beliau tetap bergerak maju dengan niat lillahi ta’ala.

“Di saat yang lain tidak berani untuk berdakwah, beliau Kiai Fakhri tanpa ragu bergerak melakukan dakwah,”

Dalam buku tersebut, Ra Nasih juga mengulas tentang perjuangan RKH. Fakhrillah Aschal ketika menuntut ilmu di Pesantren, setelah dari Pondok Pesantren Sidogiri, beliau melanjutkan rihlah ilmiahnya ke Makkah al-Mukarromah.

Namun menurut Ra Nasih, seorang kiai Fakhri itu ternyata berada di Pondok Pesantren Sidogiri hanya untuk mencari barokah, sedangkan proses belajar yang sesungguhnya itu ketika berada di Makkkah al-Mukarromah.

“Kak Fakhri pernah mengatakan bahwa saya di Sidogiri rasanya bukan nyari ilmu, tapi nyari barokah, sedangkan mencari ilmunya itu ketika ada di Makkah,” Tutur Ra Nasih.

Diceritakan pula bahwa RKH. Fakhrillah Aschal adalah sosok santri yang sangat rajin muthola’ah, terlebih ketika menuntut ilmu di Makkah al-Mukarromah.

“Ketika mondok di Makkah beliau setiap tahun pasti membeli puluhan kitab, dan tentunya bukan untuk dikoleksi, tapi untuk dibaca semuanya.” Jelasnya.

dan dibalik kemasyhurannya, rupanya RKH. Fakhrillah Aschal setelah mondok di Makkah, beliau tidak serta merta langsung turun berdakwah kepada masyarakat, namun beliau hanya mengajar santri di Demangan, baru setelah ada intruksi dari abahnya, yakni KH. Abdullah Schal untuk berdakwah, beliau turun kepada masyarakat.

“Awal mula beliau pulang dari Makkah beliau tidak langsung turun ke masyarakat, akan tetapi hanya mulang mengajar santri di Demangan, hingga akhirnya diperintah oleh KH. Abdullah Schal untuk turun ke masyarakat.” Ucap Ra Nasih di akhir penyampaianya.

Penulis : Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.