Nilai-nilai Kebangsaan Karya Syaichona Moh. Cholil

oleh -1,823 views

Bedah kitab oleh Lajnah Turost Ilmi Syaichona Moh. Cholil (25/09/2022) dengan mengusung tema “Nilai-Nilai Kebangsaan Dalam Karya Syaichona Moh. Cholil” menjadi rangkaian acara Mubes ke-2 Asschol yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil.

Seminar kebangsaan tersebut dimoderatori oleh Ust. Mufti Shohib serta dinarasumberi oleh Gus Ahmad Kholili Kholil Pengurus LBM PBNU, dan Kiai Ahmad Najib AR selaku Ketua LTN PWNU Jawa Timur.

Gus Kholili Kholil menyampaikan perihal sejarah alternatif Syaikhona Cholil, tentang ayahanda beliau yakni Kiai Abdul Latif yang merupakan pemuda dan berasal dari keraton Cirebon berangkat ke Jawa Tengah untuk mengikuti Perang Jawa (1825-1830).

Mereka dipimpin oleh Pangeran Diponegoro yang mengalami kekalahan lalu dijebak dan diintrik sehingga diasingkan ke Manado, membuat santri-santrinya menyebar ke penjuru Indonesia, sebab pemimpinnya ditangkap, mereka membangun pesantren-pesantren dan berdakwah, termasuk Kiai Abdul Latif yang pergi ke Bangkalan Madura.

Karena Kiai Abdul Latif tampan dan pinter, maka diangkat mantu oleh seorang bangsawan lalu menikah lantas lahirlah dua orang anak yaitu: (1) Nyai Maryam, (2) Muhammad Kholil, yang dikenal dengan Syaichona Muhammad Cholil bin Abdul Latif.

Sehingga darah-darah pejuang dan hubbul wathon minal iman mengalir terwarisi dalam tubuh Syaichona Cholil.

Lalu Gus Kholili Kholil menyampaikan : di akhir abad 19, Syaichona Cholil yang bertemu dan mengaji bahkan berbaiat thariqoh kepada Syaikh Abdul Qodir al-Jazair seorang pejuang yang ditakuti dan diakui dunia, bahkan sangat harum namanya bagi orang-orang Barat.

“Saya menduga diantara keduanya terjadi pertukaran ideologi,” ucap Gus Kholili Kholil.

Lalu Syaichona Cholil pulang ke Bangkalan atas perintah gurunya Syaikh Ali ar-Rahbini.

“Saya rasa dari dua cerita tersebut sudah cukup menunjukkan bahwa darah-darah pejuang baik secara biologis dan ideologis sudah diwarisi oleh Syaichona Cholil, maka bagi kita santri dan simpatisan beliau harus melanjutkan perjuangan beliau.” Ucap Gus Kholili Kholil

 

Penulis : M. Rosul & Muhlis J

Editor : Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.