Dr. KH. Ginanjar: Syaichona Cholil Lebih Dari Sekedar Pahlawan Nasional

oleh -1,992 views

Sosok Syaichona Cholil menurut DR. KH. Ginanjar Sya’ban menjadi embrio dari lahirnya para ulama-ulama besar yang ikut berkiprah dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa, seperti yang disampaikannya pada acara Talk Show dalam rangka Musyawaroh Besar 2 Alumni Santri dan Simpatisan Syaichona Moh. Cholil, 26 Sep 2022.

Sosok guru dari para ulama inspirator di Nusantara yang memberikan pengaruh besar terhadap integrasi negara menjadikannya tokoh yang sangat krusial dan berjasa. Bagaimana tidak, tokoh-tokoh yang dibentuk oleh Syaichona Cholil menjadi pilar terang di wilayahnya masing.

Gus Ginanjar mengungkapkan bahwa banyak dari murid-murid Syaichona Cholil yang sudah dianugrahkan sebagai pahlawan nasional dengan kelebihan dan kontribusi mereka masing-masing yang mana hal tersebut tidak lepas dari peran seorang guru sebagai inisiator.

“Murid-murid Syaichona Cholil yang sudah menjadi pahlawan nasional diantaranya adalah KH. Hasyim As’ari, KH. Wahhab Hasbullah dari Jawa Timur, KH. As’ad Samsul Arifin dari situbondo, di Jawa Barat ada KH. Ahmad Sanusi dari Sukabumi. Mereka semua adalah murid-murid Syaichona Cholil,” ujarnya.

Peraih santri award 2021 itu pun juga menjelaskan, bahwa kealiman Syaichona Cholil sudah tidak diragukan lagi. Hal ini dipertegas dengan karya KH. Ahmad Husyairi bin Siddiq al-Pasuruani (santri Syaikhona Cholil) dan diakui oleh mufti Mazhab Maliki, Sayyid Muhammad ‘Ali bin Husain al-Maliki al-Makki yang pernah berjumpa dengan Syaichona Cholil.

“Syaichona Cholil itu kapasitas keilmuan Nahwunya seperti Imam Syibawaih, keilmuan Fiqhnya seperti Imam Nawawi, ilmu Tasawwufnya seperti Imam Ghozali, dan keramatnya seperti Syekh Abdul Qodir al-Jailani,” jelasnya.

Filolog Islam Nusantara itu juga menambahkan, Syaichona Kholil adalah satu-satunya ulama yang pasa saat itu yang berhasil menghimpun murid-murid dari berbagai suku bangsa.

“Murid-muridnya pada saat itu berasal dari berbagai plosok negeri, mulai dari Jawa, Sunda, dan sebaran dari beberapa orang yanh pakai bahasa melayu. Pada zaman itu hampir tidak pernah ditemukan ulama nusantara yang menghimpun murid-murid dari berbagai suku bangsa,” tegasnya.

 

Penulis : Imam Syafi’i

Editor : Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.