SUKA DUKA HIDUP DI DUNIA

oleh -1,778 views

Romantika hidup di dunia selalu diwarnai dengan suka dan duka secara silih berganti. Namun yang terpenting bagi kita adalah, bagaimana cara menghadapi romantika hidup dengan bijak.

Bagaimana ketika kita tengah mendapatkan nikmat dari Allah untuk selalu bersyukur, dan saatnya ketika diberi cobaan, kita bisa bersabar.

Inilah nasihat bijak dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailani cara menghadapi romantika hidup, agar hati tetap tenang walau apapun yang terjadi.

لَا تَخْتَرْ جَلْبَ النَّعْمآءِ وَلَا دَفْعَ اْلبَلْوٰى، فَإِنَّ النَّعْمآءَ وَاصِلَةٌ إِلَيْكَ بِاْلقِسْمَةِ اسْتَجْلَبْتَهَا أَمْ لَا، وَاْلبَلْوٰى حَالَّةً بِكَ وَإِنْ كَرِهْتَهَا، فَسَلِّمْ لِلهِ فِى اْلكُلِّ يَفْعَلُ مَا يَشآءُ، فَإِنْ جآءَتْكَ النَّعْمآءُ فَاشْتَغِلْ بِالذِّكْرِ وَالشُّكْرِ، وَإِنْ جآءَتْكَ اْلبَلْوٰى فَاشْتَغِلْ بِالصَّبْرِ وَالْمُوَافَقَةِ، وَإِنْ كُنْتَ أَعْلىٰ مِنْ ذٰلِكَ فَالرِّضَا وَالتَّلَذُّذُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اْلبَلِيَّةَ لَمْ تَأْتِ الْمُؤْمِنَ لِتُهْلِكَه۫، وَإِنَّمَا أَتَيْهُ لِتَخْتَبِرَه۫

“Jangan pernah dirimu berkeinginan untuk menarik kenikmatan dan menolak bahaya. Karena kenikmatan akan sampai kepadamu susuai bagiannya, baik itu kau harapkan atau tidak. Dan bahaya pun juga akan menimpamu (kalau sudah takdirnya) kendatipun kau membencinya. Maka berpasrahlan kepada Allah didalam semua yang dikehendakiNya.

Yakni ketika datang kepadamu kenikmatan, sibuklah dengan mengingat Allah dan bersyukur padaNya. Dan tatkala datang sebuah cobaan, sibuklah dengan bersabar dan memantaskan diri (dengan berusaha mencari jalan keluar). Namun apabila kau ingin yang lebih utama dari itu, maka relakan dan nikmatilah (cobaan tersebut). Ketahuilah, cobaan datang kepada orang-orang yang beriman bukan untuk membinasakannya, hanya saja ia datang sebagai pelajaran.”

Dalam kesempatan lain beliau juga pernah berkata:

وما أحب البلاء وتلذذ به إلا من عرف المبلى

“Dan tidak seorang pun suka dengan yang namanya cobaan, apalagi mau menikmatinya, kecuali orang-orang yang telah kenal dengan Tuhan Sang Pemberi cobaan.”

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Referensi : Al-Lujainud Dani Fi Dzikri Manaqibi Quthbir Rabbani, Sayudi Syaikh Abdil Qadir al-Jailani | Manaqib ke- 5 | Sayid Syaikh Ja’far Bin Hasan al-Barzanji

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.