KETAULADANAN SIKAP LEBIH BISA DITERIMA DARIPADA NASIHAT KATA-KATA

oleh -1,252 views

Syaichona.net- Tertangkap sebuah kamera, RKH. Muhammad Fakhruddin Abdullah Schal tengah beramah tamah ditrotoar pinggir jalan, tempat sepeda motor berjejer diparkir di sana.

Sebuah pemandangan yang kurang elok menurut kaca mata kita, ketika seorang ulama, Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil duduk di tempat itu, bersebab kemuliaannya.

Namun menjadi contoh ketauladanan sikap kepada kita, bahwa tindakan tersebut menjadi pilihan dari tingginya sifat ketawadhu’an beliau yang seharusnya dipakai oleh kita para santrinya.

Dulu, guru saya dikampung berpesan dengan memakai Bahasa Arab yang dipadu dengan Bahasa Maduranya:

كن – فاديا، ولا تكن – فاكيسا

Artinya: “Jadilah dirimu seperti padi, dan jangan jadi seperti pohon pakis.”

Sebuah filosofi yang membawa pesan nasihat bagi para penuntut ilmu, agar tetap rendah diri dan tidak jumawa kendati sudah mengantongi banyak ilmu.

Semakin banyak ilmu seseorang seharusnya semakin rendah perangainya, layaknya pohon padi, merunduk. Bukan malah sebaliknya, tambah sombong seperti pohon pakis.

Pohon pakis ketika sudah lebat buahnya, ia akan semakin menjulang ke atas mencakar langit. Inilah sebuah perumpamaan bagi orang yang sombong.

Hujjatul Islam Imam Al-Ghozali, menuqil sebuah syair dalam salah satu kitabnya:

العلم حرب للفتى المتعالي* كالسيل حرب للمكان العالي

“Ilmu tidak suka terhadap pemuda yang tinggi hati (sombong) sebagaimana air yang mengalir yang tidak suka tempat yang tinggi.”

Kerena sombong bukanlah sifat manusia, tapi sombong adalah milik Allah semata yang harus kita jauhi.

Asy-Syaikh az-Zarnuji dalam Ta’limul Muta’allim mengatakan:

والكبرياء لربنا صفة به * محصوصة فتجنبنها واتقى

“Sifat sombong merupakan sifat terkhusus bagi Tuhan kita, maka jauhilah sifat tersebut dan bertakwalah.”

Allah juga berfirman dalam Surah al-Isra ayat 37 berikut:

وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّكَ لَن تَخۡرِقَ ٱلۡأَرۡضَ وَلَن تَبۡلُغَ ٱلۡجِبَالَ طُولٗا

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al-Isra 37)

Allahumma Yarham RKH. Fakhrillah Aschal acap kali memberi nasihat, “Jangan pernah merasa jadi orang besar. Tapi selalulah merasa jadi orang kecil agar dibesarkan oleh Allah.”

Semoga kita para santri bisa menauladani sikap tawadhu’ beliau dan guru-guru kita yang lain. Wallahu A’lam.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Publisher : Fakhrul

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.