RKH. Moh. Nasih Aschal : M3 Wadah untuk Mengasah Otak Menjadi Orang Hebat

oleh -269 views

Syaichona.net- Rabu malam kamis, (09/06/22). Ketua Umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil RKH. Moh. Nasih Aschal dalam sambutannya pada acara pembukaan Majlisul Munadhoroh wal Maktabah yang disingkat dengan M3 Syaichona, Ia menyampaikan bahwa salah satu tujuan diadakannya M3 Syaichona yaitu agar lebih memfungsikan otaknya untuk terus berfikir mengkaji kitab-kitab salaf.

“Di dalam pembukaan M3 ini selain semangat belajar, M3 ini dibentuk salah satu tujuannya agar lebih memfungsikan lagi keberadaan otak kita, agar kita menjadi santri-santri yang terus berfikir, berfikir dan terus berfikir  sehingga santri Syaichona Moh. Cholil ini bisa menjadi orang hebat melalui pemikiran-pemikirannya,’’ tuturnya.

Jika di Pesantren ini, lanjutnya kalian mau untuk berfikir maka bukan tidak mungkin melalui pemikiran-pemikiran kalian itu akan lahir karya-karya yang bermanfaat maslahah bagi umat di masa yang akan datang. Syaichona Moh. Cholil ini memiliki karya-karya yang begitu banyak, dan jika santrinya seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahhab Chasbullah, KH. As’ad Syamsul Arifin mereka juga memiliki karangan kitab, itu semua karena mereka berfikir, berfikir dan terus berfikir.

Tak hanya itu Ra. Nasih Sapaan akrab Ketua umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Jawa Timur juga menjelaskan bahwasanya di M3 tersebut tidak hanya bisa mengetahui kitab kuning saja akan tetapi lebih dari itu juga diajarkan untuk berfikir mengkaji memahami serta memaknai isi yang terkandung dari al-Qur’an sehingga bagaimana al-Qur’an ini bisa selalu menjadi pegangan hidup bisa menjadi solusi dari semua persoalan-persoalan disekitar kita.

Dalam Pembukaan M3 ini, dihadiri oleh Anggota Dewan LBM PBNU sekaligus Direktur Aswaja Center PWNU KH. Makruf Khozin yang menjadi Pemateri pada acara tersebut.

KH. Makruf Khozin menyampaikan pada santri bahwa dalam berbahtsul masa’il sebelum memulainya maka bertawassul terlebih dahulu kepada guru-guru karena dengan bertawassul dapat memudahkan kita dalam menjawab sebuah problematika

“Sebelum berbatsul masa’il kita perlu sadar diri, kita ulama bukan, Mujtahid bukan, untuk menjawab sebuah persoalan itu bukan tingkatan kita. Tapi karena sudah tidak ada lagi, maka menjadi fardu kifayah bagi kita untuk menjawabnya dan agar lebih mudah, maka kita perlu wusul terlebih dahulu. Orang yang bertawasul terlebih dahulu maka akan ada kemudahan,

Pusiri selaku Ketua M3 Syaichona dalam sambutannya menyampaikan. “M3 selain kepanjangan dari Majlisul Munadhoroh wal Maktabah juga bisa diartikan membaca memahami dan menyampaikan jadi maksudnya M3 ini sebagai wadah bagi teman-teman untuk bagaimana belajar membaca kitab sampai betul-betul mahir setah membaca baru kemudian belajar untuk memahami dan setelah memahami baru kemudian belajar untuk menyampaikan,” Ungkapnya.

Selain belajar membaca dan memahami lanjutnya, M3 ini diajarkan juga untuk melatih mental dalam berbicara didepan umum, melatih untuk berbahtsul Masail sehingga bagaimana bacaan kitab dan pemahamannya itu benar.

“Harapan saya dengan adanya M3 ini, bisa dimanfaatkan dengan baik oleh santri dalam meningkatkan dan memperluas bacaan kitab dan memperdalam pemahamannya serta kiranya para santri ini bisa mempunyai mental dalam berbahtsul masail, “ harapan Ketua M3 Pusiri.

Reporter : Fakhrul

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.