PENCIPTAAN MANUSIA, BUKTI KEHEBATAN TUHAN YANG MAHA ESA (3)

oleh -1,500 views

ثم انظر لخلق اليدين تهديان إلى جلب المقاصد ودفع المضار وكيف عرض الكف وقسم الأصابع الخمس، وقسم الأصابع بأنامل، وجعل الأربعة في جانب والإبهام في جانب آخر فيدور الإبهام على الجميع، فلو اجتمع الأولون والآخرون على أن يستطيعوا بدقة الفكر وجها آخر عن وضع الأصابع سوى ما وضعت عليه من بعد الإبهام عن الأربعة، وتفاوت الأربعة في الطول وترتيبها في صف واحد لم يقدروا على ذلك، وبهذا الوضع صلح بها القبض والإعطاء. فإن بسطها كانت طبقا يضع عليه ما يريد، وإن جمعها كانت آلة يضرب بها، وإن ضمها ضما غير تام كانت مغرفة له، وإن بسطها وضم أصابعه كانت مجرفة، ثم خلق الأظفار على رءوسها زينة للأنامل وعمادا لها من ورائها حتى لا تضعف بها ويلتقط الأشياء الدقيقة التي لا تتناولها الأنامل لولاها، وليحك بها جسمه عند الحاجة إلى ذلك.

Kemudian lihatlah pada penciptaan kedua tangan yang difungsikan untuk meraih suatu yang diinginkan dan menolak bahaya yang mengancam. Bagaimana Allah ﷻ telah melebarkan telapak tangan, memasang lima jari-jari lengkap dengan ujung-ujungnya. Lalu meletakan empat jari-jari di satu sisi dan ibu jari di sisi yang lain sehingga ibu jari-jari ini bisa berputar ke semua arah? Seandainya orang-orang zaman dahulu dan zaman akhir dikumpulkan agar mereka memberikan ide baru yang berbeda tentang letak jari-jemari selain apa yang telah diciptakan Allah ﷻ yaitu ibu jari diletakan menjauh dari empat jari lainnya lalu keempatnya berbeda dalam ukuran panjangnya, niscaya satu pun dari mereka tidak akan mampu melaksanakannya. Maka dengan letak posisi demikian, tangan bisa berfungsi menggenggam dan memberikan. Jika tangan dibentangkan, ia akan berfungsi menjadi wadah yang bisa diletakan sesuatu yang diinginkan (di atasnya). Jika dikepalkan ia akan berfungsi menjadi alat untuk memukul. Jika ditekuk secara tidak sempurna, ia akan berfungsi seperti gayung dan jika dibentangkan sembari memadukan jari-jemari ia akan berfungsi seperti sekop.

Kemudian Allah ﷻ menciptakan kuku di ujung jari-jari sebagai hiasan untuknya dan sebagai pilar penguat dari belakang serta untuk memungut benda-benda kecil yang tidak bisa dipungut dengan jari tanpa kuku. Juga berfungsi menggaruk badan jika diperlukan.

فانظر أقل الأشياء في جسمه لو عدمها وظهرت به حكة لكان أضعف الخلق وأعجزهم عن دفع ما يؤلمه، وجلب ما ينتفع به في ذلك ولم يقم له غير الظفر مقامه في حك جسده، لأنه مخلوق لذلك ولغيره فهو لا صلب كصلابة العظام ولا رخو كرخاوة الجلد يطول ويخلق ويقص ويقصر لمثل ذلك، ثم جعله يهتدي به إلى الحك في حالة نومه ويقظته ويقصد المواضع إلى جهتها من جسده، ولو احتاج إلى غيره واستعان به في حكمها لم يعثر الغير على مواضع الحاجة إلا بعد طول وتعب، ثم انظر كيف مد منه الفخذين والساقين وبسط القدمين ليتمكن بذلك من السعي، وزين القدمين بالأصابع، وجعلها زينة وقوة على السعي، وزين الأصابع أيضا بالأظفار وقواها بها، ثم انظر كيف خلق هذا كله من نطفة مهينة، ثم خلق منها عظام جسده فجعلها أجساما قوية صلبة لتكون قواما للبدن وعمادا له، وقدرها تبارك وتعالى بمقادير مختلفة وأشكال متناسبة، فمنها صغير وطويل ومستدير ومجوف ومصمت عريض ودقيق، ثم أودع في أنابيب هذه العظام المخ الرقيق مصونا لمصلحتها وتقويتها.

Renungkanlah (penciptaan kuku ini) yang tergolong suatu yang paling minim kebaradaanya ditubuh manusia! Seandainya tidak ada kuku dan manusia tertimpa rasa gatal yang menyiksa, tentu ia akan menjadi makhluk yang paling lemah dan tidak berdaya untuk menolak derita yang menderanya serta tidak bisa meraih kemanfaatan yang berguna baginya. Hingga detik ini, tidak ada sesuatu yang sempurna mengantikan fungsinya ketika tubuh tertimpa rasa gatal karena kuku sengaja diciptakan untuk keperluan ini di samping keperluan-keperluan lainnya.

Kuku diciptakan tidak keras seperti tulang dan tidak lembut (lunak) seperti kulit. Ia bisa memanjang, dipotong dan dipendekkan kemudian kuku bisa berfungsi sebagai petunjuk pada tubuh yang gatal saat tidur dan terjaga serta mengantarkan pada tempat-tempat yang gatal pada tubuh. Seandainya manusia menggunakan beda lain untuk menggantikan peran kuku, maka benda lain itu tidak akan serta merta bisa mengantarkannya pada tempat-tempat yang diinginkan kecuali setelah melewati proses panjang dan melelahkan.

Lalu lihatlah, bagaimana Allah ﷻ memanjangkan kedua paha dan betis serta membentang telapak kaki agar manusia bisa berjalan dan berlari. Lantas melengkapi telapak kaki dengan jari-jari dan memasangnya kuku-kuku yang indah sebagai hiasan dan penguat ketika digunakan untuk berjalan.

Kemudian renungkanlah, bagaimana Allah ﷻ menciptakan semua ini berasal dari setetes sperma yang hina? Lalu Allah ﷻ menciptakan kerangka tulang-tulang tubuh dengan kokoh dan kuat agar berfungsi sebagai penopang dan pilar sembari membuatnya dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi masing-masing. Ada yang pendek, panjang, bulat, berongga (cekung), pipih dan ada yang lebar serta ada yang sempit. Kemudian Allah ﷻ meletakkan pada saluran pipa-pipa tulang-tulang itu otak yang berfungsi menjaga kemaslahatan dan menguatkannya.

ولما كان الإنسان محتاجا إلى جملة جسمه، وبعض أعضائه لتردده في حاجاته لم يجعل اللّه سبحانه عظامه عظما واحدا بل عظاما كثيرة، وبينها مفاصل حتى تتيسر بها الحركة فقدر شكل كل واحد منها على قدر وفق الحركة المطلوبة بها.

ثم وصل مفاصلها وربط بعضها ببعض بأوتاد أثبتها بأحد طرفي العظم وألصق الطرف الآخر كالرباط، ثم خلق في أحد طرفي العظم زوائد خارجية منها، ومن الآخر نقرا غائصة فيها توافق لأشكال الزوائد لتدخل فيها وتنطبق، فصار الإنسان إذا أراد أن يحرك شيئا من جسده دون غيره لم يمتنع عليه، فلو لا حكمة خلق المفاصل لتعذر عليه ذلك.

Ketika manusia memerlukan pada sekian banyak anggota tubuh atau sebagiannya dalam beraktifitas, maka Allah ﷻ tidak menjadikan tulang tubuhnya hanya satu melainkan dengan jumlah yang banyak dan beragam. Sebagian di antara tulang itu ada yang berupa persendian sehingga memudahkan manusia untuk bergerak. Maka Allah ﷻ menciptakan masing-masing dari tulang itu dengan bentuk yang sesuai dengan kadar gerak yang dibutuhkan.

Allah ﷻ kemudian menyambung ruas-ruas sendi dan menghubungkannya satu dengan lainnya dengan urat-urat yang diikatkan pada salah satu ujung tulang dan menempelkan satu dengan yang lain seperti jalinan tali temali. Lalu pada salah satu sisi ujung tulang pesendian, Allah ﷻ menjadikan tulang tambahan, kemudian pada bagian sisi ujung yang lain Allah ﷻ menjadikan lubang cekung yang sesuai dengan bentuk tulang tambahan tersebut untuk bisa masuk dan menerapkannya sehingga manusia bisa leluasa menggerakkan salah satu organ tubuhnya tanpa harus mengerakkan organ yang lainnya. Seandainya penciptaan ruas-ruas sendi ini tidak ada hikmah, pastilah manusia kesulitan menggerakkannya dengan sedemikian rupa. 𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒃𝒖𝒏𝒈 𝑰𝒏𝒔𝒚𝒂𝒂𝒍𝒍𝒂𝒉…

Waallahu A’lamu

Penulis : Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

✍️ 𝑯𝒖𝒋𝒂𝒕𝒖 𝒂𝒍-𝑰𝒔𝒍𝒂𝒎 𝑨𝒃𝒖 𝑯𝒂𝒎𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅 𝒃𝒊𝒏 𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅 𝒂𝒍-𝑮𝒉𝒂𝒛𝒂𝒍𝒊 𝒂𝒕𝒉-𝑻𝒉𝒖𝒔𝒊𝒚| 𝑨𝒔𝒓𝒂𝒓𝒖 𝒂𝒍-𝑴𝒂𝒌𝒉𝒍𝒖𝒌𝒂𝒕 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒂𝒍-𝑯𝒊𝒌𝒎𝒂𝒉 𝒇𝒊 𝑴𝒂𝒌𝒉𝒍𝒖𝒌𝒂𝒕𝒊𝒍𝒍𝒂𝒉| 𝒂𝒍-𝑴𝒂𝒌𝒕𝒂𝒃𝒂𝒉 𝑼𝒕𝒔𝒎𝒂𝒏𝒊𝒚𝒂𝒉 𝑲𝒆𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒉𝒂𝒍 22-24.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.