SYARAT-SYARAT DITERIMANYA SEBUAH DOA

oleh -173 views

Syaichona.net- Saat tukang kebun sering kehilangan buah mentimunnya, dia mendatangi Syaikhana Khalil seraya meminta doa agar bisa menangkap maling.

Waktu itu tengah berlangsung proses belajar mengajar di pesantren. Syaikhana sedang memberi pelajaran ilmu Nahwu kepada santri-santrinya.

Tanpa pikir panjang Syaikhana langsung memberikan doa “Qama Zaidun.” kepada si tukang kebun, sesuai pelajaran yang tengah diajarkan kepada santri-santrinya kala itu.

Wal hasil, maling yang sering mencuri buah mentimun tiba-tiba diam berdiri di kebun, dan tidak bisa duduk juga tidak bisa bergerak, setelah dibacakan doa Qama Zaidun yang artinya, “Zaid telah berdiri” oleh tukang kebun itu.

Semudah itu terkabulnya sebuah doa yang keluar dari lisan Syaikhana Khalil. Tidak harus memakai doa-doa tertentu yang diambil dari al-Quran atau Hadits.

Tapi kenapa setelah kita yang berdoa, sulit untuk terkabulnya, meski doa yang kita baca itu diambil dari al-Quran dan Hadits?

Ternyata berdoa itu punya tata cara dan syarat-syaratnya untuk mudah terkabul, yang mungkin kita belum melakukannya. Seperti apa tata cara dan syarat-syarat itu?

Sayid Abi Bakar ibni Sayid Muhammad Syatha ad-Dimyathi mengatakan di dalam kitab Kifayatul Atqiya Wa Minhajul Ashfiya, tata cara dan syarat berdoa ialah:

Pertama, adalah memperbaiki batin kita dengan makanan halal. Baik halal secara datiyahnya atau halal dalam prosesnya.

وقد قيل الدعاء مفتاح السماء وأسنانه لقمة الحلال

“Dikatakan, doa adalah kunci langit, sedangkan gigi-giginya adalah makanan halal.”

Kedua, berdoa dengan hati yang ikhlas dan hati yang hadir. Sebagaimana firman Allah ﷻ di dalam al-Quran dan firmanNya kepada Nabi Musa Alaihis Salam

فَٱدۡعُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ

“Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.” (QS. Ghafir 14)

يا موسى إن أردت أن يستجاب لك دعاؤك فصن بطنك عن الحرام وجوارحك عن الأثام

“Wahai Musa, jika kau ingin diistijabah doa-doamu, maka jagalah perutmu dari makanan haram, dan jaga anggota tubuhmu dari perbuatan dosa.”

Syaikhana Muhammad Khalil adalah seorang kekasih Allah yang telah melakukan tata cara dan syarat-syarat doa di atas secara istikamah sebelum dan sesudah beliau berdoa, maka sangat wajar, apa pun bentuk doa beliau dan dengan menggunakan bahasa mana pun tetap mudah terkabulkan.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Publisher : Fakhrul

Referensi : Sayid Abi Bakar ibni Sayid Muhammad Syatha ad-Dimyathi | Kifayatul Atqiya Wa Minhajul Ashfiya | Hal 04.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.