PENCIPTA NADHOM KALAMUN QADIMUN

oleh -6,840 views

كَلاَمٌ قَدِيْمٌ لاَّ يُمَلُّ سَمَاعُهُ تَنَزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَّفِعْلٍ وَّنِيَّةٍ

Al-quran adalah kalam Allah yang dahulu, tidak bosan mendengarnya
Bersih dari ucapan, perbuatan dan niatan

بِهِ أَشْتَفِيْ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَّنُوْرُهُ دَلِيْلٌ لِّقَلْبِيْ عِنْدَ جَهْلِيْ وَحَيْرَتِيْ

Dengan Al-quran saya mohon disembuhkan dari segala penyakit dan cahaya Al-quran
Petunjuk hati saya dikala kebodohan dan disaat kebingungan

فَيَا رَبِّ مَتِّعْنِيْ بِسِرِّ حُرُوْفِهِ وَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِيْ وَسَمْعِيْ وَمُقْلَتِيْ

Wahai Tuhanku, senangkan diriku dengan rahasia huruf Al-quran
Dan dengan Al-quran terangkan hatiku, pendengaranku dan penglihatanku

وَسَهِّلْ عَلَيَّ حِفْظَهُ ثُمَّ دَرْسَهُ

Dan dengan Al-quran mudahkanlah kepadaku menghapal dan mempelajarinya

بِجَاهِ النَّبِيِّ وَاْلآلِ ثُمَّ الصَّحَابَةِ

Dengan pangkat ( Kemuliaan ) Nabi saw, keluarga dan para sahabatnya.

=====================================

Mendengar atau membaca nadhom diatas tentu tidak asing lagi bagi kaum Santri tidak terkeculi saya. Nadhom ini biasa dilantunkan sebelum atau setelah mengaji al-Qur’an di Pondok atau disurau-sarau dipedesaan namun sebagaian orang tentu masih bertanya-tanya siapa pencipta Nadhom ?

Dari berbagai sumber yang saya dapatkan ternyata senandung nadhom ditulis oleh Sayyid Nuruddin Ali bin Muhammad bin Ali bin Abdurrohman bin Iroq al-Kinàni, yang populer dengan panggilan Ibn Iroq Al- Kinàni, yang lahir pada tahun 907 H. dan wafat pada tahun 963 H. Sejarawan Al-Zarkali menerangkan bahwa Ibn Iroq Al-Kinani adalah orang àlim dibidang fiqih, tasawuf, hadits dan sebagai kritikus sastra. Dia sangat produktif dalam menulis kitab dan syair-syair. Salah satu karya besarnya adalah Senandung Kalamun Qodimun tersebut.

Al-Kinani itu punya silsilah keilmuan sufi yang bersambung kepada Sayyid Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli, penulis kitab kumpulan sholawat yang berjudul “Dalailul Khoirot”, kitab yang sangat populer dikalangan kiai dan santri NU.

Al-Jazuli dan Al-Kinani itu penganut madzhab Maliki dalam fiqih dan madzhab Asy’ari dalam ilmu kalam. Keduanya juga penganut Thoriqoh Syadziliyah, yaitu thoriqoh yang didirikan oleh Syekh Abul Hasan Syadzili, thoriqoh yang berkembang pesat di Indonesia. As-Syadzili mempunyai murid Syekh Abul Abbas Al-Mursi. Al- Mursi mempunyai murid Ibn Athoillah As-Sakandari penulis kitab Al-Hikam yang sohor itu. Kesinambungan Al-Kinani dengan para masyayikh itulah yang menyebabkan senandung Kalamun Qodimun menjadi populer di kalangan muslimin ahlussunnah di Indonesia.

الأبيات شيخ الإسلام شمسُ الدين محمدُ بن عليِّ بنِ عبدِ الرحمن بنِ عِرَاق الكِناني الدمشقي (878-933)

VERSI LAIN :

كَلاَمٌ قَدِيْمٌ لاَ يُمَلُّ سَمَاعُهُ تَنَزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ وَنِيَّةٍ

Kalam Allah yang tidak pernah bosan untuk mendengarnya,
Disucikan dari perkataan, perbuatan, bahkan niat yang jelek.

بِهِ أَشْتَفِيْ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَنُوْرُهُ دَلِيْلٌ لِقَلْبِيْ عِنْدَ جَهْلِيْ وَحَيْرَتِيْ

Dengan berkahnya aku memohon kesembuhan dari segala penyakit,
Cahayanya menerangi hatiku dikala aku bodoh dan bingung.

فَيَارَبِّ مَتِّعْنِيْ بِسِرِّ حُرُوْفِهِ وَنَوِّرْ بِهِ سَمْعِيْ وَقَلْبِيْ وَمُقْلَتِيْ

Ya Allah, hiasilah aku dengan rahasia-rahasia hurufnya,
Limpahkanlah cahaya kepada pendengaran hati dan mataku dengan berkatnya.

وَهَبْ لِى بِهِ فَتْحًاوَعِلْمًا وَحِكْ وَآنِسْ بِهِ يَارَبِّ فِي الْقَبْرِ وَحْشَتيْ

Anugerahkanlah kepadaku kegembiraan, ilmu dan hikmah,
Jadikanlah ia penghibur didalam kuburku dan kegalauanku.

وَصَلِّ وَسَلِّمْ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ عَلَى مَنْ بِهِ الرَّحْمَنُ يَقْبَلُ تَوْبَتِيْ

Salam sejahtera tiap hari dan tiap malam,
Semoga tercurah kepada seorang manusia yang karenanya Allah Menerima taubatku

وَآلٍ وَأَصْحَابٍ كِرَامِ أَئِمَّةٍ بِهِمْ يَغْفِرُ الْغَفَّارُ ذَنْبِى وَزَلَّتِى

Juga kepada keluarga dan para sahabatnya, paling mulianya ummat,
Semoga dengan berkah mereka Allah. mengampuni dosa-dosa dan kesalahan.

: أراد الناظم أن يقول في البيت الأول

ـ إن كلام الله ليس بحرف ولا صوت.
ـ وإلى أنه غير مخلوق.
ـ وإلى أنه غير حال في شيء مخلوق.

فأشار إلى ذلك كله بقوله: “قديم” ثم فصل وأكد تنزهه عن الحرف والصوت بقوله : “تنزه عن قول” وأشارة إلى الثاني بقوله: “وفعل” وأشار إلى الثالث بقوله: “ونيتي” .

وأما البيت الأخير فصوابه حذف الواو من كلمة “أئمة” فهي بلا واو، ومقصده واضح في هذا البيت وهو التوسل بمن ذكرهم من الآل والأصحاب.

Penulis : Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

#Semoga_Manfaat

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.