KARENA TAKUT PADA ALLAH SWT, AKU TINGGALKAN CINTAKU

oleh -1,025 views

Syaichona.net- Dikisahkan ada seorang laki-laki yang tertambat hatinya kepada seorang gadis. Pada suatu hari sang gadis keluar dari rumah bersama rombongan Kafilah karena sebuah keperluan. Tanpa diajak sang laki-laki itu ikut serta bersama rombongan hingga sampailah mereka di sebuah Badiyah (pedalaman) dan bermalam di sana.

Tatkala malam menjelang dan semua orang larut dalam buaian mimpinya. Sang laki-laki mengutarakan niat jeleknya pada sang gadis. Pucuk dicinta ulam tiba, sang gadis sepertinya menyambut ajakan sang laki-laki.

“Lihatlah dulu!!! Apakah orang-orang sudah tidur semua?” Tanya sang gadis.

Mendengar ucapan tersebut, sang laki-laki riang bukan kepalang, mengira sang gadis akan memenuhi keinginannya.Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, sang laki-laki bergegas memeriksa keadaan dan situasi sekitar. Setelah diperiksa dengan seksama, ternyata semua orang sudah tidur pulas.

Melihat keadaan aman terkendali, sang laki-laki bergegas kembali menemui sang gadis semabari berkata: “Iya, orang-orang sudah tidur semua”.

Lantas sang gadis bertanya: “Bagaimana pendapatmu dengan Allah SWT, apakah saat ini Allah SWT juga tidur?”.

Laki-laki itu menjawab: “Sesungguhnya Allah SWT tidak pernah ngantuk dan tidak tidur”. Jawab laki-laki itu.

“Jika Dzat yang tidak pernah tidur dan tidak ditidurkan itu melihat kita sakali pun orang-orang tidak melihat kita, maka Dia (Allah SWT) yang layak kita takuti dibanding mereka”. Sambung sang gadis.

Mendengar hal itu sang laki-laki bak disambar petir di siang bolong, ia lantas pergi meninggalkan sang gadis karena malu bercampur rasa takut yang mendalam. Pada hari itu juga sang laki-laki bertaubat dan memutuskan kembali ke daerah asalnya.

Singkat cerita terdengar kabar bahwa akhirnya sang laki-laki tersebut meninggal dunia dan banyak orang-orang bermimpi tentangnya. Salah satunya, dikatakan di dalam mimpi itu “Apa yang Allah SWT perbuat padamu”.

Laki-laki itu menjawab: “Allah SWT telah mengampuni dosa-doaku sebab rasa takutku (pada Allah SWT) dan sebab aku meninggalkan perbuatan dosa itu”. Waallahu A’lamu.

Penulis : Rido Santoso al-Bangkawi.

Editor : Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

𝑲𝒊𝒔𝒂𝒉 𝒊𝒏𝒊 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒅𝒖𝒓 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝑴𝒖𝒌𝒂𝒔𝒚𝒂𝒇𝒂𝒕𝒖𝒍 𝑸𝒖𝒍𝒖𝒃 𝒌𝒂𝒓𝒚𝒂 𝑰𝒎𝒂𝒎 𝑮𝒉𝒂𝒛𝒂𝒍𝒊 𝒃𝒂𝒃 𝑰𝑰 𝒇𝒊 𝒂𝒍-𝒌𝒉𝒂𝒖𝒇𝒊 𝒎𝒊𝒏𝒂𝒍𝒍𝒂𝒉, 𝒉𝒂𝒍: 7.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.