MUNGKINKAH MALAIKAT MAUT MENCABUT SERIBU NYAWA SEKALIGUS DI WAKTU YANG BERSAMAAN?

oleh -265 views

Syaichona.net- Masalah ruh atau nyawa hanya Allah ﷻ yang mengetahui, sedikit sekali manusia yang mampu menyibak misteri tentangnya. Allah ﷻ berfirman:

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِ ۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا ﴿الإسراء : )۸۵

Artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.” (QS. Al-Isra’: 85).

Di antara sesuatu yang masih menjadi pertanyaan publik hingga era Milenial ini adalah bagaimana cara Malaikat maut mencabut ribuan nyawa manusia dengan serentak di tempat yang berbeda? Jangan-jangan Malaikat maut memiliki semacam tombol-tombol tertentu yang terhubung dengan semua nyawa manusia lalu ketika manusia sudah sampai pada ajalnya, Sang Malaikat tinggal menekan tombol yang dikehendaki.

Nah, untuk memecahkan misteri ini kita butuh pengetahuan para pakar. Yaitu para ulama yang sangat faham luar dalam isi al-Qur’an dan al-Hadits dan telah teruji keilmuannya dari zaman ke zaman.

So, dari beberapa pendapat yang mereka sampaikan berkaitan dengan masalah ini bisa kita disimpulkan menjadi dua kelompok:

1- Malaikat maut tidak sendirian dalam mencabut nyawa manusia.

Dalam hal ini Al-Hafidz Ibnu Katsir ad-Damsyiqi (w. 774 h) dalam Tafsir al-Qur’an al-Adzim saat menafsiri Ayat:

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهٖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً ۗحَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُوْنَ ﴿الأنعام : ﴾۶۱

Artinya: Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya. (QS. Al-An’am: 61) menjelaskan:

وقوله: توفته رسلنا) أي: ملائكة موكلون بذلك.
قال ابن عباس وغير واحد: لملك الموت أعوان من الملائكة، يخرجون الروح من الجسد، فيقبضها ملك الموت إذا انتهت إلى الحلقوم.

Yang dimaksud kalimat: “Ia diwafatkan oleh utusan-utusan Kami’ adalah malaikat-malaikat yang ditugaskan mencabut nyawa. Ibnu Abbas dan ulama lainnya mengatakan, ”Malaikat maut memiliki beberapa teman di kalangan malaikat. Mereka mengeluarkan ruh dari jasad. Hingga ketika ruh sudah mencapai tenggorokan, Malaikat maut yang mencabutnya.”

Syaikh Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabariy (w. 310 h) dalam Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an menambahkan:

فإن قال قائل: أو ليس الذي يقبض الأرواح ملك الموت، فكيف قيل: “توفته رسلنا”، “والرسل” جملة وهو واحد؟ أو ليس قد قال: قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ [سورة السجدة: ١١] ؟
قيل: جائز أن يكون الله تعالى ذكره أعان ملك الموت بأعوان من عنده، فيتولون ذلك بأمر ملك الموت، فيكون”التوفي” مضافًا—وإن كان ذلك من فعل أعوان ملك الموت—إلى ملك الموت إذ كان فعلهم ما فعلوا من ذلك بأمره، كما يضاف قتلُ من قتل أعوانُ السلطان وجلدُ من جلدوه بأمر السلطان، إلى السلطان، وإن لم يكن السلطان باشر ذلك بنفسه، ولا وليه بيده.

Jika ada yang menanyakan, “Bukankah malaikat pencabut nyawa itu hanya satu, lalu bagaimana bisa diungkapkan dengan bentuk jamak “malaikat-malaikat Kami akan mencabut nyawanya (QS. Al -An’am : 61)”. Sementara rusul (yang diterjemahkan Malaika-malaikat, pent) menunjukkan sejumlah malaikat. Padahal malaikatmaut itu hanya satu?”

Jawabannya adalah: Tidakah Allah ﷻ talah berfirman:

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ ﴿السجدة : ﴾۱۱

Artinya: Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan”. (QS. As-Sajadah: 11).

Dikatakan: “Boleh-boleh saja Allah ﷻ menyebutnya sebagai para pembantu Malaikat maut, yang telah Allah ﷻ siapkan dari sisi-Nya. Sehingga para malaikat pembantu menyabut nyawa itu melaksanakan tugasnya atas perintah Malaikat maut. Sehingga pekerjaan menyabut nyawa dinisbatkan kepada Malaikat maut. Sebagaimana pembunuhan yang dilakukan oleh prajurit seorang raja, dinisbatkan kepada Sang Raja. Atau cambukan Raja, padahal yang mencambuk adalah prajuritnya. Meski Raja tidak melakukannya secara langsung atau dengan tangannya sendiri.

2- Malaikat maut sendirian dalam mencabut nyawa manusia.

Syaikh Jalaludin Abdurrahman bin Abu Bakar as-Suyuthiy (w. 911 h) dalam Ad-Durru al-Mantsur fi Tafsiri al-Ma’tsur saat menjelaskan Ayat:

قُلْ يَتَوَفّٰىكُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ ﴿السجدة : ﴾۱۱

Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan.” (QS. As-Sajdah: 11) mengatakan:

أخرج ابن أبي الدنيا في ذكر الموت وابن أبي حاتم وأبو الشيخ في العظمة عن ابن عباس رضي الله عنهما أنه سئل عن نفسين اتفق موتهما في طرفة عين. واحد في المشرق، وواحد في المغرب. كيف قدره ملك الموت عليهما ؟ قال: ما قدرة ملك الموت على أهل المشارق والمغارب والظلمات والهواء والبحور إلا كرجل بين يديه مائدة يتناول من أيها شاء.

Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab “al-Maut”, Ibnu Abi Hatim dan Abu asy-Syaikh dalam kitab “al-‘Udzmah” meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas ra bahwa beliau pernah ditanyakan tentang dua orang yang mati seketika. Satu di Timur dan yang satu di Barat. Bagaimana Malaikat maut mencabut kedua nyawa tersebut secara bersamaan? Ibnu Abbas ra mengatakan: Tidaklah Malaikat maut kuasa mencabut nyawa penduduk Timur, penduduk Barat, yang ada di kegelapan, di udara dan di laut kecuali seperti seorang pria di depan aneka hidangan yang bisa mengambilnya sesuai keinginan.

وأخرج ابن أبي حاتم عن زهير بن محمد رضي الله عنه قال: « قيل يا رسول الله ملك الموت واحد، والزحفان يلتقيان من المشرق والمغرب وما بينهما من السقط والهلاك! فقال: إن الله حوى الدنيا لملك الموت حتى جعلها كالطست بين يدي أحدكم، فهل يفوته منها شيء؟»

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan hadits dari Zahir bin Muhammad ra berkata: “Dikatakan (ada sahabat yang bertanya), Ya Rasulullah Malaikat maut hanya satu sedangkan dua kubu yang berperang dari Timur dan Barat saling bertemu dan korban dari keduanya berguguran (mati). Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah ﷻ (memberi kuasa) pada Malaikat maut untuk meliputi dunia sehingga menjadikannya seperti sebuah piring di depan kalian semua. Adakah sesuatu yang tersisa darinya?”.

Al-Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (w. 505 h) dalam kitab Ihya’ Ulumiddin menambahkan:

قال أشعث بن أسلم رضي الله عنه قال: سأل إبراهيم عليه السلام ملك الموت—واسمه عزرائيل وله عينان في وجهه، وعين في قفاه—فقال: يا ملك الموت ما تصنع إذا كانت نفس بالمشرق ونفس بالمغرب، ووضع الوباء بأرض، والتقى الزحفان كيف تصنع؟ قال أدعو الأرواح بإذن الله فتكون بين أصبعي هاتين. وقال قد دحيت له الأرض فتركت مثل الطشت بين يديه يتناول منها ما شاء.

Asy’ats bin Aslam ra berkata: “Nabi Ibrahim As pernah bertanya kepada Malaikat maut. Namanya Izrail As, ia memiliki dua mata di wajah dan satu mata di belakang lehernya (tengkuk).” Lantas Nabi Ibrahim As bertanya: “Ya Malaikat maut apa yang Anda lakukan jika ada satu nyawa di Timur dan satu nyawa di Barat dan (saat) bencana di Bumi sedang melanda serta jika ada dua kubu yang berperang? Malaikat maut berkata: “Aku panggil nyawa-nyawa itu dengan idzin Allah ﷻ, maka nyawa-nyawa itu berada di antara jari-jemariku ini”. Asy’ats bin Aslam ra berkata: “Bumi telah dihamparkan untuk Malaikat maut kemudian Bumi tersisa seperti piring yang bisa mengambil apapun yang diinginkan darinya”.

Waallahu A’lamu

Penulis : Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

Referensi:

✍️ 𝐀𝐥-𝐇𝐚𝐟𝐢𝐝𝐳 𝐈𝐛𝐧𝐮 𝐊𝐚𝐭𝐬𝐢𝐫 𝐚𝐝-𝐃𝐚𝐦𝐬𝐲𝐢𝐪𝐢| 𝐓𝐚𝐟𝐬𝐢𝐫 𝐚𝐥-𝐐𝐮𝐫’𝐚𝐧 𝐚𝐥-𝐀𝐝𝐳𝐢𝐦| 𝐃𝐚𝐫𝐮 𝐚𝐥-𝐅𝐢𝐤𝐫 𝐣𝐮𝐳 2 𝐡𝐚𝐥 159.

✍️ 𝐈𝐦𝐚𝐦 𝐀𝐛𝐮 𝐉𝐚’𝐟𝐚𝐫 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝 𝐛𝐢𝐧 𝐉𝐚𝐫𝐢𝐫 𝐚𝐭𝐡-𝐓𝐡𝐚𝐛𝐫𝐢𝐲| 𝐉𝐚𝐦𝐢’ 𝐚𝐥-𝐁𝐚𝐲𝐚𝐧 𝐟𝐢 𝐓𝐚’𝐰𝐢𝐥 𝐚𝐥-𝐐𝐮𝐫’𝐚𝐧| 𝐃𝐚𝐫𝐮 𝐚𝐥-𝐊𝐮𝐭𝐮𝐛 𝐚𝐥-𝐈𝐥𝐦𝐢𝐲𝐚𝐡 𝐣𝐮𝐳 5 𝐡𝐚𝐥 214.

✍️ 𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡 𝐉𝐚𝐥𝐚𝐥𝐮𝐝𝐢𝐧 𝐀𝐛𝐝𝐮𝐫𝐫𝐚𝐡𝐦𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐧 𝐀𝐛𝐮 𝐁𝐚𝐤𝐚𝐫 𝐚𝐬-𝐒𝐮𝐲𝐮𝐭𝐡𝐢𝐲| 𝐀𝐝-𝐃𝐮𝐫𝐫𝐮 𝐚𝐥-𝐌𝐚𝐧𝐭𝐬𝐮𝐫 𝐟𝐢 𝐓𝐚𝐟𝐬𝐢𝐫𝐢 𝐚𝐥-𝐌𝐚’𝐭𝐬𝐮𝐫| 𝐃𝐚𝐫𝐮 𝐚𝐥-𝐊𝐮𝐭𝐮𝐛 𝐚𝐥-𝐈𝐥𝐦𝐢𝐲𝐚𝐡 𝐣𝐮𝐳 5 𝐡𝐚𝐥 214.

✍️ 𝐀𝐥-𝐈𝐦𝐚𝐦 𝐀𝐛𝐮 𝐇𝐚𝐦𝐢𝐝 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝 𝐛𝐢𝐧 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝 𝐚𝐥-𝐆𝐡𝐚𝐳𝐚𝐥𝐢| 𝐈𝐡𝐲𝐚’ 𝐔𝐥𝐮𝐦𝐢𝐝𝐝𝐢𝐧| 𝐃𝐚𝐫𝐮 𝐚𝐥-𝐀𝐫𝐪𝐚𝐦 𝐣𝐮𝐳 1 𝐡𝐚𝐥 587.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.