GOBLOK ITU KRIMINAL

oleh -194 views

Syaichona.net- Punya ilmu tapi nakal, masih lebih baik daripada rajin ibadah tapi bodoh.

قال صلى الله عليه وسلم : العالم حبيب الله ولو كان فاسقا، والجاهل عدو الله ولو كان عابدا

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang alim adalah kekasih Allah sekali pun fasik, sedangkan orang bodoh adalah musuh Allah walau pun ahli ibadah.”

Karena orang bodoh tidak tahu apa yang dapat membahayakan ibadahnya. Beda halnya dengan orang alim, dia tahu tentang hakikat ibadah, tapi karena belum dapat hidayah, maka ia masih senang bermaksiat.

Diceritakan, ada sebagian orang yang masih ragu tentang hadits di atas, tentang lebih utama orang alim meskipun fasik daripada orang bodoh yang ahli ibadah. Untuk membuktikan hal itu, sebagian mereka mendatangi tempat peribadatan orang bodoh yang ahli ibadah tadi dengan bersembunyi. Kemudian orang itu bersuara seraya pura-pura menjadi Tuhan,

ياعبدى قبلت دعوتك وغفرت لك ذنبك فاترك العبادة واسترح. فقال العابد : إلهى إني أرجو منك هذا وإنى أحمدك وأشكرك وأعبدك من زمان كذا.

“Wahai hambaku, aku telah menerima doamu, mengampuni dosamu, maka beristirahatlah hentikan ibadahmu!” Orang bodoh yang ahli ibadah itu lalu menjawab, “Tuhanku, aku memang mengharapkan ini darimu, dan aku memang memujimu, bersyukur dan ibadah kepadamu sudah sejak lama.”

Setelah itu, orang tersebut mendatangi orang alim yang suka bermaksiat, dia mendapati orang alim fasik tadi sedang mabuk-mabukan dengan minuman keras. Dengan sembunyi orang tadi bersuara sembari berpura-pura sebagai Tuhan,

ياعبدى اتق منى وأنا ربك أستر ذنبك وأنت لاتستحى منى فإنى أريد أن أهلكك. فسل العالم الفاسق سيفه وخرج من مكانه، فقال : ياملعون أنت لا تعلم ربك، فإنى أعلمك ربك الآن.

“Wahai hambaku, takutlah kamu kepadaku, aku tuhanmu yang menutupi dosamu, sedangkan kamu tidak malu kepadaku, maka aku akan menghancurkanmu.”

Mendengar itu orang alim yang fasik tadi kaget lalu menghunus pedangnya, dan keluar dari tempatnya dan berkata, “Wahai terlaknat, kamu tidak mengetahui tentang Tuhanmu, sekarang akan aku ajari siapa itu Tuhanmu yang sebenarnya.”

Orang itu lari terbirit-birit ketakutan, dan dengan itu dia baru paham bahwa orang berilmu lebih baik meskipun fasik daripada orang bodoh walau pun ahli ibadah.

Kendati pun demikian bukan berarti orang alim itu boleh berlaku fasik dan bermaksiat, akan tetapi semua keterangan di atas itu kalau harus dibanding-bandingkan antara orang alim yang fasik dengan orang bodoh yang ahli ibadah, maka masih lebih baik orang alim yang suka bermaksiat.

قال الحسن البصرى رحمه الله تعالى : أطلبوا هذا العلم طلبا لا يضر بالعبادة، واطلبوا هذه العبادة طلبا لايضر بالعلم

Imam Hasan al-Bashri mengatakan, “Carilah ilmu ini sekiranya tidak menghilangkan ibadah, dan beribadahlah dengan tidak menghilangkan ilmu.”

بأن كان الطالب عاملا بمطلوبه الذى هو العلم وإلا دخل في الوعيد الشديد. بأن كان العابد عالما بأحوال عبادته، وإلا كانت أعماله مردودة

Maksud perkataan Imam Hasan al-Bashri tadi adalah, orang yang mencari ilmu harus mengamalkan ilmunya. Jika tidak, dia tergolong dalam ancaman siksa Allah. Dan orang yang ahli ibadah harus tahu tentang keadaan ibadahnya. Jika tidak, maka ibadahnya akan tertolak.

Jelas sudah, “goblok itu kriminal” kata Gus Baha’ karena goblok alias bodoh itu melanggar hukum, sebab itu amalnya ditolak.

Oleh : Shofiyullah el-Adnany

Publisher : Fakhrul

Referensi : Sirajut Thalibin ala Minhajil ‘Abidin Ila Jannati Rabbil ‘Alamin| Syaikh Ihsan Muhammad Dahlan al-Jampesi al-Kediri| Hal 76-77

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.