SEPUTAR KOPI DAN AWAL TRADISI PARA ULAMA MENGKONSUMSINYA

oleh -207 views

Syaichona.net- Menurut Syaikh Najimuddin Muhammad bin Muhammad al-Ghazziy (W. 1061 H.) dalam kitab al-Kawaqib as-Sairati bi A’yani al-Miah al-‘Asyarah mengatakan: Orang yang pertama kali yang menemukan dan mempopulerkan Bun (biji kopi) menjadi sebuah minuman yang populer dikalangan orang-orang sholih adalah al-Habib Abu Bakar bin ‘Abdullah asy-Syadzily (W. 904 H.) atau yang dikenal dengan sebutan Alydrus. Beliau seorang Syaikh yang sholih dan ma’rifat billah, seorang sufi dari kalangan thariqah asy-Syadiliy.

Konon, penemuan Bun (biji kopi) itu bermula dari sebuah perjalanan beliau disebuah kawasan di negara Yaman. Beliau melihat banyak pohon-pohon Bun (biji kopi) yang berserakan tidak dimanfaatkan kemudian beliau mengambilnya dan mencoba mengkonsumsinya. Ternyata Bun (biji kopi) memiliki efek dapat mengeringkan otak, bisa tahan melek dan membuat semangat beribadah. Lalu beliau menjadikan Bun (biji kopi) sebagai olahan makan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari serta menganjurkan pada segenap pengikut (murid-murid) beliau untuk mengkonsumsinya. Setelah itu tersebarlah di seantero negeri Yaman, kemudian di Hijaz, lalu di Syam, lalu Mesir, kemudian seluruh dunia.

Di abad ke-10 Hijriyah, ulama berbeda pendapat tetang hukum dan efek kopi bagi kesehatan hingga sebagian kelompok dari mereka ada yang menghukumi haram dengan alasan bahwa kopi dapat membahayakan bagi kesehatan. Sedangkan kelompok yang lain seperti Ayahanda guruku, Syaikh Syihabuddin al-‘Itsawaiy, dari kalangan madzhab Hanafiy seperti al-Qathbu bin Sulthan, di Mesir seperti Syaikh Ahmad bin Ahmad bin Abdul Haq as-Sanbathiy merujuk pendapat orang tuanya dan para ulama lain yang berpendapat bahwa hukum mengkonsumsi kopi itu boleh kemudian tercipta Ijma’ (konsensus para ulama) akan kebolehan mengkonsumsinya.

Sedangkan hukum kopi yang dicampur dengan suatu yang diharamkan, maka sangat jelas keharamannya dan keharaman suatu yang diharamkan tersebut tidak menjalar pada keharaman mengkonsumsi kopi yang secara hakikat diperbolehkan.

Penulis : Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

Rereferensi:

𝑺𝒚𝒂𝒊𝒌𝒉 𝑵𝒂𝒋𝒊𝒎𝒖𝒅𝒅𝒊𝒏 𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅 𝒃𝒊𝒏 𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅 𝒂𝒍-𝑮𝒉𝒂𝒛𝒛𝒊𝒚| 𝑨𝒍-𝑲𝒂𝒘𝒂𝒒𝒊𝒃 𝒂𝒔-𝑺𝒂𝒊𝒓𝒂𝒕𝒊 𝒃𝒊 𝑨’𝒚𝒂𝒏𝒊 𝒂𝒍-𝑴𝒊𝒂𝒕𝒊 𝒂𝒍-‘𝑨𝒔𝒚𝒊𝒓𝒂𝒕𝒊| 𝑫𝒂𝒓𝒖𝒍 𝒂𝒍-𝑲𝒖𝒕𝒖𝒃 𝒂𝒍-𝑰𝒍𝒎𝒊𝒚𝒂𝒉 𝒋𝒖𝒛 1 𝒉𝒂𝒍 115.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.