IKAN PUN TURUT MENDOAKAN SEORANG GURU

oleh -945 views

Syaichona.net- Guru adalah seseorang yang patut digugu dan ditiru, karena telah mengajarkan kepada manusia ilmu yang bermanfaat dan mengamalkannya.

Guru adalah seorang pejuang dalam memberantas kebodohan, namun keberadaannya sering kali dilihat sebelah mata oleh masyarakat.

Lalu bagaimana syariat memandang seorang guru?

وَلۡتَكُن مِّنكُمۡ أُمَّةࣱ یَدۡعُونَ إِلَى ٱلۡخَیۡرِ وَیَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَیَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِۚ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran 104)

Menyeru, menunjukkan dan mengajarkan kebaikan adalah perintah dari Allah ﷻ. Termasuk juga dalam kategori orang yang menyeru kepada kebaikan adalah para penulis; baik penulis di media cetak maupun penulis di media sosial, serta orang-orang yang ikut membagikan seruan kebaikan itu.

Maka hadiah bagi orang yang menyeru kebaikan itu adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ di bawah ini.

وقال صلى الله عليه وسلم : من دل على خير كان له من الأجر مثل فاعله

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang mengerjakan kebaikan itu.”

وقال عليه الصلاة والسلام : الخلق كلهم يصلون على معلمي الناس الخير حتى الحيتان فى الماء

Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Semua makhluk memintakan ampunan untuk orang yang telah mengajari manusia kebaikan, hingga ikan di lautan juga ikut mendoakan.”

Lalu bagaimana jika seorang murid atau seorang santri yang tidak pernah mendoakan gurunya, akankah dia kalah dengan ikan lautan?

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Publisher : Fakhrul 

Referensi : Risalatul Mu’awanah wal Mudzaharah wal Muazarah| al-Imam asy-Syaikh al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad Hal 15.

 

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.