SYAIKH ABU AL-MUWAHIB ASY-SYADZILIY DAN SHALAWAT PADA RASULULLAH SAW (1)

oleh -3,484 views

Syaichona.net- Syaikh Abu al-Mawahib Asy-Syadzili (820 H – 882 H) adalah waliyullah yang masyhur di zamannya. Nama lengkapnya Syaikh Jamaluddin Abu al-Mawahib Abu Abdullah Abu Hamid Muhammad bin Ahmad bin al-Hajj Daud Salamah al-Balitani at-Tunisi al-Qahiri al-Malikiy Asy-Syadzili yang dikenal dengan sebutan Ibnu Zaghradan.

Syaikh Abdul Wahhab asy-Sya’rani dalam karyanya  ath-Thabaqat al-Kubro mengatakan: Syaikh Abu al-Mawahib Asy-Syadzili adalah ulama besar, penulis sufi yang handal dan produktif, pemilik masterpiece kitab “(al-Qanun fi Ulumi ath-Thaifah” yang diberi nama “Qawnaini Hukmi al-Isyraq fi Qawaidi ash-Shufiyah bi Jami’i al-Afaq” dengan format penulisan yang tidak pernah dikarang oleh para penulis sebelumnya. Kitab ini membuktikan kedalam dan kesempurnaan ilmu dan intuisinya. Dia salah satu ulama yang sering berjumpa dengan Baginda Nabi Muhammad ﷺ baik dalam keadaan terjaga atau melalui mimpi. Dalam satu catatan miliknya, dia berkata:

ألبسني رسول الله صلى الله عليه وسلم خرقة التصوف

“Rusulullah ﷺ memakaikanku baju tasawwuf”

Lalu dia bercerita: “Saat bertemu Rasulullah ﷺ aku mengadu: “Ya Rasulullah! Orang-orang tidak percaya dan mendustai kebenaran bahwa aku bisa melihatmu”. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

وعزة الله وعظمته من لم يؤمن بها أو كذبك فيها لايموت إلا يهوديا أو نصرانيا أو مجوسيا

“Demi kemulian dan keagungan Allah ﷻ, barang siapa yang tidak mempercayai dan mendustakanmu tentang hal itu. Dia tidak akan mati kecuali dalam keadaan Yahudi, Nasrani atau Majuzi”.

Dia pernah mengatakan: “Aku melihat Rasulullah ﷺ berada di lantai atas Universitas Al Azhar pada tahun 825 H, lalu Beliau meletakkan tangannya di dadaku dan bersabda: “Wahai anakku, ghibah itu haram hukumnya. Tidakkah kau mendengar firman Allah ﷻ:

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

“Janganlah sebagian kamu membicarakan keburukan (ghibah) sebagian yang lain.” [Al-Hujurat: 12].

Pada saat itu, sedangkan duduk disampingku sekelompok orang yang asyik membicarakan keburukan orang lain. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku:

وإن كان لابد من سماعك غيبة الناس فاقراء سورة الإخلاص والمعوذتين واهد ثوابها للمغتاب فإن الغيبة والثواب يتوافقان

“Jika kamu tak bisa menghindari untuk mendengar orang-orang berghibah, maka bacalah Surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas, lalu hadiahkanlah pahalanya kepada orang yang dighibah (dibicarakan keburukannya), karena (mendengarkan) ghibah dan pahala dari bacaan tersebut berimbang.” Bersambung….

Waallhu A’lamu

Penulis; Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

Referensi:

?  At-Thabaqati al-Kubra al-musammat bi Lawaqiḥi al-anwar fi Thabaqati al-ahyar| Daru al-Kutub al-Ilmiyah| Syaikh Abdul Wahhab asy-Sya’raniy| Juz 1 hal 139.

? Afdhalu ash-Shalawat ala Sayyidi as-Sadat| Daru al-Kutub al-Ilmiyah| Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabahaniy| hal 68-69.

? Thabaqati asy-Syadziliyah al-Kubra al-Musamma Jami’u al-Karamat al-‘Aliyah fi Thabaqati as-Sadati asy-Syadziliyah| Daru al-Kutub al-Ilmiyah| Syaikh Abi Ali al-Kauhaniy al-Fasiy al-Maghribiy| hal 36.

? Manahilu ash-Shafa fi Mura’i al-Mushthafa ﷺ| Syaikh Qaddur bin Muhammad al-Jazair al-Mustaghanamiy| Book Publisher| hal 121].

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.