HARI SANTRI DAN TRADISI MENULIS

oleh -1,378 views

Syaichona.net- Di hari santri nasional ini, seharusnya kita sebagai santri lebih semangat lagi menulis, karena kegiatan menulis adalah warisan para pendahulu kita kaum santri.

Para imam panutan seorang santri kebanyakan adalah seorang penulis produktif, sehingga karyanya dapat dinikmati hingga sekarang.

Dari pentingnya menulis, Imam al-Ghazali sampai menyatakan, “Kalau kau bukan anak raja, dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka jadilah penulis.”

Mensejajarkan seorang penulis dengan anak seorang raja dan anak seorang ulama besar, tentu bukan dari segi ketenarannya, namun lebih kepada kebermanfaatannya untuk orang banyak. Sebab ingin menjadi tenar adalah sifat buruk yang nyaris mustahil dianjurkan oleh ulama sekelas Imam al-Ghazali.

Penulis sendiri belum menemukan sumber asli, dari mana quotes yang disandarkan kepada Imam al-Ghazali di atas berasal, tapi yang jelas mudah sekali menemukannya di buku-buku panduan menjadi penulis atau internet.

Bagaimana jadinya andai para ulama pesantren itu tidak menulis, mungkin ilmu mereka akan hilang bersama lamanya usia, dan tidak akan sampai kepada kita.

Dari itu, mereka sangat gigih didalam menulis dan berkarya. Melihat butuhnya generasi selanjutnya terhadap ilmu pengetahuan, terlebih ilmu agama.

Perihal kegigihan dan semangat belajar tersebut, adalah Imam Ahmad bin Hambal, pendiri madzhab fikih al-Hambali pernah berkata,

مع المحبرة إلى المقبرة

“Bersama pena hingga tak bernyawa.”

Ketika itu, beliau ditanyakan oleh salah seorang sahabatnya, “Sampai kapan engkau akan terus belajar, padahal engkau sudah menjadi ulama besar, bahkan telah menjadi seorang Imam?” Beliau menjawab, “Bersama pena sampai ke liang lahat.” Maksudnya akan terus membaca dan menulis (belajar) hingga masuk ke kuburan.

Banyak nasehat-nasehat penting para ulama yang berserakan di kitab-kitab mereka yang berjilid-jilid dan tebalnya yang luar biasa, dan notabeni berbahasa Arab, sehingga tidak bisa sampai kepada masyarakat mellenial sekarang ini dan calon generasi kita, lantaran kesibukan mereka dengan urusan lain.

Maka menjadi tugas kita sebagai santri yang sudah sejak lama belajar dan bergumul dengan karya-karya ulama tersebut, untuk kemudian menukil yang penting-penting dari kitab-kitab tersebut dan disebarkan di sosial media. Karena masyarakat sekarang hampir 100% pengguna sosial media, dan tidak mungkin masyarakat kita itu akan membuka kitab-kitab tersebut.

Ada orang bilang, Indonesia tidak kekurangan penulis tapi kekurangan pembaca. Padahal sebenarnya, menulis dan membaca sangat erat hubungannya, artinya kalau tidak ada yang menulis wajar kalau tidak ada yang membaca, sebab apa yang akan dibaca. Sebenarnya dengan menulis, secara otomatis orang itu akan banyak membaca, dan semakin banyak penulis tentu semakin banyak pembaca.

Menulis sekarang tidak harus dicetak menjadi buku, tapi menulis sekarang cukup di genggaman kita lewat HP, lalu dikirim ke teman-teman kita di sosial media. Praktis, tidak membutuhkan biaya dan tidak menguras tenaga.

Kalau kaum santri tidak ikut andil menulis di sosial media, maka masyarakat Dunia Maya akan menikmati tulisan-tulisan serampangan yang tidak tahu dari mana rujukannya. Dan itu sangat riskan dan bahkan membahayakan aqidah masyarakat kita.

Maka menulislah wahai kaum santri, sebarkan ilmu dengan pena, karena Allah juga mengajari manusia dengan pena.

ٱلَّذِی عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ

“Yang mengajar (manusia) dengan pena.” (QS. Al-‘Alaq 4)

Tirulah ulama-ulama kita; ada Imam as-Syafi’i, Imam an-Nawawi, Imam al-Ghazali, Syaikh Nawawi al-Banteni, Syaikhana Khalil al-Maduri, Syaikh Hasyim Asy’ari dan ulama-ulama lainnya yang mengabdikan hidupnya untuk menulis agar banyak memberi manfaat terhadap ummat.

Syaikh Nawawi bin Umar al-Banteni pernah mengutip syair motivasi dalam salah satu muqaddimah kitabnya.

فتشبهوا إن لم تكونوا مثلهم * إن المتشبه بالرجال فلاح

“Menirulah, jika kamu bukan bagian dari mereka, karena meniru seorang pakar adalah kemenangan.”

Oleh: Shofiyullah El-Adnany

Publisher : Fakhrul

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 2021

SELAMAT MEMBACA, MENULIS DAN BERKARYA

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.