DISPENSASI UNTUK ABU LAHAB DI MALAM KELAHIRAN NABI ﷺ

oleh -95 views

Syaichona.net- Siapa yang tidak tahu dengan nama Abu Lahab, namanya sangat viral, lebih viral dari Abu Jahal. Sebab namanya diabadikan di dalam al-Quran yang akan terus dibaca sepanjang masa.

تَبَّتۡ یَدَاۤ أَبِی لَهَبࣲ وَتَبَّ ۝  مَاۤ أَغۡنَىٰ عَنۡهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ ۝  سَیَصۡلَىٰ نَارࣰا ذَاتَ لَهَبࣲ ۝  وَٱمۡرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ ۝  فِی جِیدِهَا حَبۡلࣱ مِّن مَّسَدِۭ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.” (QS. Al-Lahab 1 – 5)

Ketika Rasulullah ﷺ lahir ke dunia Abu Lahab sangat gembira dengan lahirnya keponakannya itu, hingga gembiranya itu ia buktikan dengan memerdekakan budak yang telah memberi kabar kepadanya.

فقالت له : أشعرت أن آمنة ولدت غلاما لأختك عبد الله، فقال لها : إذهبى فأنت حرة

Tsuwaibah (Budaknya Abu Lahab) mengabarkan, “Ketahuilah, bahwa Aminah telah melahirkan seorang anak laki-laki dari saudaramu yang bernama Abdullah.” Mendengar itu Abu Lahab sangat gembira sekali, lalu menjawab, “Pergilah, sekarang kamu saya merdekakan.”

Namun kemudian, setelah Rasulullah ﷺ diutus, Abu Lahab sangat memusuhi beliau, sehingga dengan itu dia divonis masuk neraka selamanya.

وقد روى أن أخاه العباس رآه بعد سنة من موته، فقال : ما حالك؟ قال : فى عذاب إلا أنه يخفف عنى في كل ليلة إثنين وأمص من بين أصبعى ماء بقدر هذا – وأشار إلى نقرة إبهامه – وإن ذلك باعتاقى لثويبة عند ما بشرتنى بولادة محمد وبأمرى بارضاعها له

Diceritakan, bahwa saudaranya Abu Lahab bernama Abbas bermimpi Abu Lahab setelah setahun dia mati. Lalu Abbas bertanya,

“Bagaimana keadaanmu?” Abu Lahab menjawab, “Tengah menjalani siksaan. Akan tetapi aku mendapat keringanan setiap malam Senin, dan aku menghisap air dari jariku sebanyak ini – dia menunjukkan jempolnya. – Semua itu lantaran aku yang telah memerdekakan Tsuwaibah ketika dia memberi kabar gembira tentang lahirnya Muhammad ﷺ, dan juga sebab aku memerintahkan kepadanya untuk menyusui Muhammad ﷺ.”

Dengan cerita di atas, orang kafir seperti Abu Lahab yang jelas-jelas memusuhi Rasulullah ﷺ, sehingga divonis selamanya di dalam neraka, tapi mendapat kemurahan lantaran gembira dan senang dengan lahirnya Rasulullah ﷺ, lalu bagaimana dengan orang-orang Islam yang secara kontinu bergembira dan merayakan kelahiran Rasulullah ﷺ setiap tahun bahkan lebih?

Al-Hafidh asy-Syams ad-Dimsyiqi berkata dalam syairnya yang tersusun dari Bahar Thawil. :

قال الحافظ الشمس الدمشقى من بحر الطويل :

إذا كان هذا كافرا جاء ذمه

                              وتبت يداه فى الجحيم مخلدا

أتى أنه في يوم الإثنين دائما

                               يخفف عنه للسرور بأحمدا

فما الظن بالعبد الذى طول عمره

                               بأحمد مسرور ومات موحدا

Ketika Abu Lahab yang kafir ini tercela # dan binasa kedua tangannya di dalam neraka selamanya.

Kemudian setiap malam senin dia # mendapat kemurahan karena senang atas kelahiran Nabi kita.

Lalu bagaiman kiranya bagi seorang hamba yang selama hidupnya # selalu senang dengan lahirnya Rasulullah ﷺ dan mati dalam keadaan iman kepadanya.

Jadi, orang-orang Islam yang secara kontinu merayakan Maulid Nabi ﷺ lantaran senang dan gembira atas kelahirannya, lalu wafat dalam iman dan Islam, tentu lebih berhak mendapat kemurahan dari Allah melebihi kemurahan yang diberikan kepada Abu Lahab yang kafir itu.

Semoga kita semua mendapatkan syafa’at dari Nabi kita Muhammad ﷺ kelak di hari kiamat. Amin.

أهلا وسهلا ومرحبا بحضور مولد النبي محمد ﷺ

 

* *

Tambahan : Niat Menyambut Bulan Maulid Nabi ﷺ

نوينا كما نوى مشايخنا و أسلافنا الصالحون فى إستقبال وعند دخول شهر ربيع الأول ونوينا قراءة سيرة الحبيب صلى الله عليه واله وصحبه وسلم وإتباعه ظاهرا وباطنا فى كل الأحوال والأعمال وكثرة الصلاة عليه صلى الله عليه واله وصحبه و سلم..

ونوينا أن نحضر المولد مثل ما نوى به أسلافنا الصالحون وبنيۃ تعظيم شهر ولادۃ النبي صلى ﷲ عليه وسلم وبنيۃ زيادۃ الإيمان والتقوى والمحبۃ والقرب إلى ﷲ وإلى الرسول صلى ﷲ عليه وسلم وإلى أسلافنا الصالحين…

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Publisher : Fakhrul

Referensi : Madarijus Su’ud Ila Iktisabil Burud, Wa Asawirul Asjadi Ala Jauhari ‘Aqdi| Syaikh Nawawi Bin Umar al-Banteni1 Hal 22.

banner 700x350