NIKMAT YANG BESAR ATAS ALAM SEMESTA KARENA KELAHIRAN BAGINDA NABI MUHAMMAD ﷺ

oleh -6,677 views

Syaichona.net- Syaikh Ibnu Hajar al-Haitamiy (w. 974 h) menulis kitab khusus tentang sejarah kelahiran Baginda Nabi muhammad ﷺ dan hukum merayakannya, berikut penulis kutip sebagaian isinya:

فَصْلٌ فِي بَيَانِ فَضْلِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قال ابو بكر الصديق رضي الله عنه (مَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا عَلَى قِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ رَفِيْقِيْ فِي الْجَنَّة) وقال عمر رضي الله عنه (مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ أَحْيَا اْلإِسْلاَمَ) وقال عثمان رضي الله عنه (مَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا عَلَى قِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَأَنَّمَا شَهِدَ غَزْوَةَ بَدْرٍ وَ حُنَيْنٍ) وقال علي رضي الله عنه وكرّم الله وجهه (مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ سَبَبًا لِقِرَاءِتِهِ لا يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ بِاْلإِيْمَانِ وَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ).

(Fasal) menjelaskan keutamaan merayakan Maulid Nabi ﷺ.

Sayyidina Abubakar Shiddiq ra berkata : “Barangsiapa yang berinfaq satu dirham untuk membaca Maulid Nabi ﷺ (kisah kelahiran Nabi ﷺ) niscaya orang tersebut kawan karibku didalam Surga.”

Sayyidina ‘Umar bin Khaththab ra berkata : “Barangsiapa yang membesarkan (mengagungkan) Maulid Nabi ﷺ maka sungguh orang tersebut telah menghidupkan agama Islam.”

Sayyidina ‘Utsman bin ‘Affan ra berkata: “Barangsiapa yang berinfaq satu dirham untuk membaca Maulid Nabi ﷺ (kisah kelahiran Nabi ﷺ) maka seakan-akan orang tersebut telah syahid pada perang Badar dan perang Hunain.”

Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib ra berkata: “Barangsiapa yang membesarkan (mengagungkan) Maulid Nabi ﷺ dan orang tersebut menjadi penyebab terhadap bacaan kisah Maulid niscaya orang tersebut tidak keluar dari dunia ini kecuali bersama iman dan masuk surga dengan tanpa hisab.”

 وقال حسن البصريّ رضي الله عنه (وَدِدْتُ لَوْ كَانَ لِيْ مِثْلُ جَبَلِ أُحُدٍ ذَهَبًا فَأَنْفَقْتُهُ عَلَى قِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) وقال جنيد البغداديّ قدّس الله سرّه (مَنْ حَضَرَ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَظَّمَ قَدْرَهُ فَقَدْ فَازَ بِاْلإِيْمَانِ) وقال معروف الكرخيّ قدّس الله سرّه (مَنْ هَيَّأَ طَعَامًا ِلأَجْلِ قِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَمَعَ إِخْوَانًا وَأَوْقَدَ سِرَاجًا وَلَبِسَ جَدِيْدًا وَتَعَطَّرَ تَعْظِيْمًا لِمَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَشَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ الْفِرْقَةِ اْلأُوْلَى مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَكَانَ فِي أَعْلَى عِلِّيِّيْنَ)

Imam Hasan Bashriy ra berkata: “Aku bernuat jika aku memiliki emas sebesar gunung Uhud maka akan aku infaqkan untuk membaca kisah Maulid Nabi ﷺ.”

Syaikh Junaidi Al-Baghdadi ra berkata: “Barangsiapa yang hadir pada acara Maulid Nabi ﷺ dan membesarkan (mengagungkan) kemuliaannya maka sungguh ia mendapat keberuntungan dengan iman.”

Syaikh Ma’ruf Al-Kurkhiy ra berkata: “Barangsiapa yang mempersiapkan makanan untuk pembacaan Maulid Nabi ﷺ, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru dan wangi-wangian karena mengagungkan Maulid Nabi ﷺ niscaya Allah ﷻ mengumpulkan orang tersebut pada hari kiamat bersama golongan yang pertama dari para Nabi-Nabi, dan orang tersebut tempat yang paling tinggi.”

 وقال وحِيْد عصره وفرِيْد دهره الإمام فخر الدين الرّازيّ (مَا مِنْ شَخْصٍ قَرَأَ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلْحٍ أَوْ بُرٍّ أَوْ شَيْءٍ آَخَرَ مِنَ الْمَأْكُوْلاَتِ إِلاَّ ظَهَرَتْ فِيْهِ الْبَرَكَةُ وَ فِيْ كُلِّ شَيْءٍ وَصَلَ إِلَيْهِ مِنْ ذَلِكَ الْمَأْكُوْلِ فَإِنَّهُ يَضْطَرِبُ وَلاَ يَسْتَقِرُّ حَتَّى يَغْفِرَ اللهُ لَآَكَلِهِ، وَاِنْ قُرِئَ مَوْلِدُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَآءٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْ ذَلِكَ الْمَآءِ دَخَلَ قَلْبَهُ أَلْفُ نُوْرٍ وَرَحْمَةٍ وَخَرَجَ مِنْهُ أَلْفُ غِلٍّ وَغِلَّةٍ وَلاَ يَمُوْتُ ذَلِكَ الْقَلْبُ يَوْمَ تَمُوْتُ الْقُلُوْبُ، وَمَنْ قَرَأَ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى دَرَاهِمَ مَسْكُوْكَةٍ فِضَّةٍ كَانَتْ أَوْ ذَهَبًا وَخَلَطَ تِلْكَ الدَّرَاهِمَ بِغَيْرِهَا وَقَعَتْ فِيْهَا الْبَرَكَةُ وَلاَ يَفْتَقِرُ صَاحِبُهَا وَ لاَ تَفْرُغُ يَدُهُ بِبَرْكَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ).

Seorang yang tunggl di masanya yaitu Imam Fakhruddin Ar-Raziy ra berkata: “Tiada seseorang yang membacakan Maulid Nabi ﷺ atas makanan yang asin, gandum, sesuatu yang lain dari macam makanan kecuali nyata padanya keberkahan. Dan segala sesuatu dari makanan tersebut yang sampai kepadanya maka bergoncang dan tidak tenang sehingga Allah ﷻ mengampuni dosa orang-orang yang memakannya. Jika dibacakan Maulid Nabi ﷺ pada air maka siapa pun yang minum air tersebut niscaya telah masuk kedalam hatinya seribu cahaya dan rahmat Allah ﷻ, keluar darinya seribu dendam dan dengki dan hatinya tidak akan mati pada saat semua hati mati. Dan barangsiapa yang membaca Maulid Nabi ﷺ pada Dirham yang ditempa (cetak) dari Perak atau Emas lalu dicanpulkan dengan Dirham yang niscaya keberkahan juga akan mengena  pada yang lainnya dan pemiliknya tidak akan kekurangan dan tangannya tidak sepi dari Dirham berkah Nabi ﷺ.”

 وقال الشافعي رحمه الله (مَنْ جَمَعَ لِمَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِخْوَانًا وَهَيَّأَ طَعَامًا وَأَخْلَى مَكَانًا وَعَمِلَ إِحْسَانًا وَصَارَ سَبَبًا لِقِرَاءِتِهِ بَعَثَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ الصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَيَكُوْنُ فِيْ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ) وقال السِّرِّيُّ السَّقَطِيُّ قدّس الله سرّه (مَنْ قَصَدَ مَوْضِعًا يُقْرَأُ فَيْهِ مَوْلِدُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ قَصَدَ رَوْضَةَ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، لِأَنَّهُ مَا قَصَدَ ذَلِكَ الْمَوْضِعَ إِلاَّ لِمَحَّبَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (مَنْ أَحَبَّنِيْ كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنَّةِ).

Al-Imam Syafi’i ra berkata: “Barangsiapa yang mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi ﷺ, mempersiapkan makanan, menghiasi tempat, melakukan kebaikan dan hal itu semua menjadi penyebab membaca Maulid Nabi ﷺ niscaya Allah ﷻ akan membangkitkannya pada hari kiamat bersama para Shidiqin, para Syuhuda’ dan orang-orang para Shalihin di dalam surga yang penuh nikmat.”

Syaikh As-Sirriy Saqathiy ra berkata: “Barangsiapa yang menuju suatu tempat yang di dalamnya bacakan Maulid Nabi ﷺ maka sungguh ia laksana menuju satu kebun dari kebun-kebun surga, karena sesungguhnya tiada seseorang yang menuju tempat tersebut kecuali karena kecintaannya kepada Nabi ﷺ. Dan sungguh Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang mencintaiku, maka ia bersamaku didalam surga.”

 وقال سلطان العارفين الإمام جلال الدين السُّيُوطي قدّس الله سرّه ونوَّر ضريحه، في كتابه المسمى بالوَسَائِلْ فِي شَرْحِ الشَّمَائِلْ (مَا مِنْ بَيْتٍ أَوْ مَسْجِدٍ أَوْ مَحَلَّةٍ قُرِئَ فِيْهِ مَوْلِدُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا حَفَّتِ الْمَلاَئِكَةُ ذَلِكَ الْبَيْتَ أَوِ الْمَسِجْدَ أَوِ الْمَحَلَّةَ، وَصَلَّتِ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى أَهْلِ ذَلِكَ الْمَكَانِ، وَعَمَّهُمُ اللهُ تَعَالَى بِالرَّحْمَةِ وَالرِّضْوَانِ، وَأَمَّا الْمُطَوَّقُوْنَ بِالنُّوْرِ يَعْنِيْ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيْلَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ فَإِنَّهُمْ يُصَلُّوْنَ عَلَى مَنْ كَانَ سَبَبًا لِقِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) وقال أيضا: (مَا مِنْ مُسِلِمٍ قَرَأَ فِي بَيْتِهِ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلاَّ رَفَعَ اللهُ سُبْحَانَهُ وتعالى الْقَحْطَ وَالْوَبَاءَ وَالْحَرْقَ وَالْغَرْقَ وَاْلآفَاتِ وَالْبَلِيَّاتِ وَالْبَغْضَ وَالْحَسَدَ وَعَيْنَ السُّوْءِ وَاللُّصُوْصَ عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْبَيْتِ، فَإِذَا مَاتَ هَوَّنَ اللهُ عَلَيْهِ جَوَابَ مُنْكَرٍ وَنَكِيْرٍ، وَيَكُوْنُ فَي مَقْعَد صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُقْتَدِرٍ، فَمَنْ أَرَادَ تَعْظِيْمَ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْفِيْهِ هَذَا الْقَدْرُ، وَمَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ تَعْظِيْمُ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ مَلَأْتَ لَهُ الدُّنْيَا فِي مَدْحِهِ لَمْ يُحَرَّكْ قَلْبُهُ فِي الْمَحَبَّةِ لَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ).

Sulthan ‘Arifin Imam Jalaluddin ‘Abdurrahman As-Suyuthi ra dalam kitab Beliau yang diberi nama alAl-Wasaail fi Syarhi asy-Syamaail berkata: “Tiada dari suatu rumah atau masjid atau perkampungan yang dibacakan Maulid Nabi ﷺ kecuali para Malaikat mengelilingi rumah, masjid dan kampung tersebut, para Malaikat memintakan ampunan dosa terhadap semua penghuni tempat itu, Allah ﷻ membagi rata mereka dengan rahmat dan keridhaan-Nya. Adapun Malaikat yang dipenuhi dengan cahaya adalah Malaikat Jibril As, Mikail As, Israfil As dan ‘Izrail As memintakan ampunan dosa terhadap orang-orang yang menjadi penyebab pembacaan Maulid Nabi ﷺ.

Beliau  (as-Suyuthiy) juga berkata: Tidak dari seorang Muslim yang membacakan rumahnya dengan Maulid Nabi ﷺ kecuali Allah ﷻ mengangkat (menghilangkan) paceklik, wabah, kebakaran, karam, penyakit, bala, murka, dengki, mata yang jahat dan pencuri dari ahli rumah tersebut. Jika orang tersebut meninggal dunia niscaya Allah ﷻ memudahkan baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir, dan ia berada di tempat yang disenangi di sisi Tuhan yang maha kuasa. Barangsiapa yang berkehendak mengagungkan Maulid Nabi ﷺ maka cukuplah baginya sesuai dengan ketentuan ini, dan bukanlah termasuk mengagungkan Maulid Nabi ﷺ walaupun penuh puja-puji baginya didunia ini, namun hatinya tidak bergerak untuk mencintai Nabi ﷺ.

 

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِمَّنْ يُعَظِّمُهُ وَيَعْرِفُ قَدْرَهُ وَمِنْ أَخَصِّ خَآصِّ مُحِبِّيْهِ وَأَتْبَاعِهِ آمِيْنَ يَارَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita dan kalian semua sebagai bagian dari orang–orang mengagungkan Maulid Nabi ﷺ dan orang yang mengenal keagungannya, dan termasuk dari orang yang khusus dari orang yang khusus dalam mencintainya dan mengikutinya. Amin Ya Rabb Alamin. Semoga rahmat Allah ﷻ tercurahkan kepada Sayidina Muhammad ﷺ, keluarganya serta shahabatnya sekalian hingga hari kiamat. Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

𝑫𝒊𝒂𝒍𝒊𝒉 𝒃𝒂𝒉𝒂𝒔𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒌𝒊𝒕𝒂𝒃: “𝑵𝒊’𝒎𝒂𝒕𝒖 𝒂𝒍-𝑲𝒖𝒃𝒓𝒐 𝒂𝒍𝒂 𝒂𝒍-𝑨𝒍𝒂𝒎 𝒇𝒊 𝑴𝒂𝒖𝒍𝒊𝒅𝒊 𝑺𝒂𝒚𝒚𝒊𝒅𝒊 𝑾𝒂𝒍𝒂𝒅𝒊 𝑨𝒅𝒂𝒎 ﷺ” (𝑵𝒊𝒌𝒎𝒂𝒕 𝒀𝒂𝒏𝒈 𝑩𝒆𝒔𝒂𝒓 𝑨𝒕𝒂𝒔 𝑨𝒍𝒂𝒎 𝑺𝒆𝒎𝒆𝒔𝒕𝒂 𝑷𝒂𝒅𝒂 𝑲𝒆𝒍𝒂𝒉𝒊𝒓𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒏𝒈𝒉𝒖𝒍𝒖 𝑲𝒆𝒕𝒖𝒓𝒖𝒏𝒂𝒏 𝑨𝒅𝒂𝒎 ﷺ. 𝑲𝒂𝒓𝒚𝒂 𝑰𝒎𝒂𝒎 𝑰𝒃𝒏𝒖 𝑯𝒂𝒋𝒂𝒓 𝑨𝒍-𝑯𝒂𝒊𝒕𝒂𝒎𝒊 𝑨𝒔𝒚-𝑺𝒚𝒂𝒇𝒊’𝒊. 𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒃𝒊𝒕, 𝑯𝒂𝒌𝒊𝒌𝒂𝒕 • 𝑲𝒊𝒕𝒂𝒃𝒆𝒗𝒊 • 𝑰𝒔𝒕𝒂𝒎𝒃𝒖𝒍 𝑻𝒖𝒓𝒌𝒊, 𝒉𝒂𝒍 5-7.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.