SEDEKAH SEPANJANG MASA

oleh -150 views

Syaichona.net- Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam setiap mau makan, terlebih dulu beliau berjalan satu mil bahkan sampai dua mil guna mencari seseorang sebagai teman makan. Sebab itu, beliau dijuluki Abu Dlaifan (Bapaknya Tamu).

Karena saking senangnya menjamu seseorang, beliau ingin menjamu umat Nabi Muhammad ﷺ sepanjang masa sampai hari kiamat.

Allah berfirman kepada beliau,

فقال الله له : إنك لاتقدر على ذلك، فقال إلهى أنت تعلم بحالى وقادر على إجابة سؤالى

“Kamu tidak akan sanggup seperti itu.” Lalu beliau berkata, “Wahai, Tuhanku. Engkau Maha Mengetahui keadaanku, dan berkuasa mengabulkan permohonanku.”

Setelah itu Allah kemudian mengabulkan doa Nabi Ibrahim, dan memerintahkan kepada Malaikat Jibril untuk memberinya segenggam kapur barus dari Surga.

Agar Nabi Ibrahim naik ke atas gunung Qubais dengan membawa segenggam kapur barus tadi, dan agar meniupkan kapur barus itu ke udara. Kemudian Nabi Ibrahim melakukan itu semua.

Jadilah kapur barus itu bertebaran dan mengenai ke segala penjuru bumi, sehingga tiap-tiap tempat yang terkena hamburan kapur barus itu tiba-tiba menjadi garam yang tidak akan habis sampai hari kiamat.

Maka setiap garam yang ada di bumi, adalah merupakan jamuan dari Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam untuk seluruh umat Nabi Muhammad ﷺ.

Keterangan ini juga dituturkan oleh Imam Ahmad Suhaimi dan Imam Ahmad Ibnul Imad.

Maka dengan itu seorang ulama menganjurkan kepada kita di dalam hidup ini, untuk meniru cara Nabi Ibrahim di dalam bersedekah dan beramal.

Semisal beramal dengan membangun masjid, pondok pesantren dan sekolahan. Juga bisa beramal dengan membangun rumah, menanam pohon dan menggali sumur. Dan lagi, bisa dengan memproduksi anak dengan cara menikah, atau dengan mengajar, menulis kitab, menulis buku membuat karya yang bisa dinikmati oleh para generasi selanjutnya, agar semua itu menjadi sedekah dan amal yang tidak terputus.

Oleh: Shofiyullah El_Adnany

Publisher : Fakhrul

Sumber : Qami’ut Thughyan Ala Mandhumati Syu’bil Iman| Syaikh Nawawi bin Umar al-Banteni| hal 23.

banner 700x350